Pengmas Dosen Kebidanan Unusa

Perkuat Praktik PMBA Cegah Stunting dengan Pendekatan Family Centered Care

Reporter : Redaksi
Dosen dan mahasiswa Kebidanan Unusa memberikan edukasi pada kader dan ibu rumah tangga tentang pentingnya praktik PMBA di Kelurahan Wonokromo, Surabaya.

SURABAYA | harianduta.id – Dosen dan mahasiswa prodi Kebidanan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menggelar pengabdian masyarakat, Jumat (10/72026) lalu.

Kegiatan edukasi bertajuk "Penguatan Peran Keluarga dalam Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) melalui Pendekatan Family-Centered Care" itu dilakukan di Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya  dan di Desa Wage, Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: PPDS FK Unusa Terima 10 Mahasiswa Baru

Kegiatan ini sebagai wujud nyata implementasi program pengabdian masyarakat dalam menekan angka masalah gizi pada anak di wilayah tersebut.

Ketua Tim Pengabdian Unusa, Annif Munjidah, SST.Bdn., M.Kes., menjelaskan  program ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan keluarga dalam memberikan makanan yang tepat bagi bayi dan anak. Hal ini krusial untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus menekan angka stunting.

"Keberhasilan praktik PMBA tidak hanya bertumpu pada pengetahuan ibu saja. Pemberian makan anak bukanlah tanggung jawab tunggal seorang ibu. Peran ayah, nenek, dan anggota keluarga lainnya sangat menentukan keberhasilan PMBA agar anak dapat tumbuh sehat," ujar Annif.
Inovasi Kartu Pemantauan Berbasis Keluarga

Baca juga: Usia 13 Tahun, Unusa Kantongi Delapan Paten

Dalam pelaksanaannya, edukasi ini melibatkan kader kesehatan, ibu balita, serta perwakilan anggota keluarga lainnya. Mereka dibekali materi mengenai prinsip dasar PMBA, urgensi keterlibatan keluarga dalam pengasuhan, hingga praktik langsung menyusun menu Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan nutrisi anak.

Acara juga dikemas interaktif lewat sesi diskusi penanganan kendala makan anak sehari-hari. Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim Unusa turut meluncurkan inovasi berupa media edukasi dan kartu pemantauan praktik PMBA berbasis keluarga.

Baca juga: Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Kartu ini dirancang khusus agar dapat digunakan oleh kader kesehatan setempat sebagai instrumen edukasi sekaligus alat pemantauan (monitoring) penerapan PMBA di tingkat rumah tangga secara berkala.

Program pengabdian masyarakat ini juga beranggotan dosen lain yakni Elly Dwi Masita dan Uke Maharani Dewi.  Dan dibantu mahasiswa Kebidanan semester 4 dan 6.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru