<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>Harian Duta</title>
                <atom:link href="https://harianduta.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://harianduta.id/</link>
                <description>Bukan sekadar media berita, tetapi menjadi ruang pencatat perjalanan bangsa dalam mencatat kebijakan, kekuasaan, kegagalan, harapan, dan suara rakyat yang sering terabaikan.</description>
                <lastBuildDate>Sat, 05 Sep 2026 13:50:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://harianduta.id/</generator>
                <image>
                    <url>https://harianduta.id/po-content/uploads/logo/logo.png</url>
                    <title>Harian Duta</title>
                    <link>https://harianduta.id/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, Ansor Jatim Angkat Suara]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-796-pan-klaim-partai-anak-nahdliyin-ansor-jatim-angkat-suara</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-796-pan-klaim-partai-anak-nahdliyin-ansor-jatim-angkat-suara</guid>
                    <pubDate>Sat, 05 Sep 2026 13:50:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA I harianduta.id — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menyentil narasi Partai Amanat Nasional (PAN) yang memperkenalkan diri sebagai “]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA I harianduta.id &mdash; Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menyentil narasi Partai Amanat Nasional (PAN) yang memperkenalkan diri sebagai &ldquo;Partai Anak Nahdliyin&rdquo; harus dibuktikan melalui tindakan dan kebijakan nyata, bukan berhenti pada panggung politik dan simbol kedekatan dengan Nahdlatul Ulama (NU).</p>
<p><br />Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Musaffa Safril menyebut klaim merangkul Nahdliyin akan kehilangan makna apabila pada saat yang sama kader-kader muda NU yang bekerja dan mengabdi di tengah masyarakat justru merasa dipinggirkan.</p>
<p><br />&ldquo;Kalau benar ingin merangkul Nahdliyin, jangan hanya merangkul ketika membutuhkan suara. Rangkul juga kader-kadernya ketika mereka sedang bekerja dan mengabdi kepada masyarakat. Jangan sampai di panggung disebut saudara, tetapi di lapangan justru diperlakukan seperti musuh,&rdquo; ujar Musaffa, Sabtu (5/9/2026).</p>
<p><br />Menurut Musaffa, publik belakangan menyaksikan semakin intensifnya pendekatan PAN kepada warga NU. Salah satunya terlihat saat Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, ketika sejumlah elite PAN hadir di sekitar arena muktamar dan menghadirkan ruang publik bertajuk &ldquo;Teras de'PAN&rdquo;.</p>
<p><br />Pendekatan tersebut kemudian berlanjut dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Malang, ketika Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memperkenalkan PAN sebagai &ldquo;Partai Anak Nahdliyin&rdquo;.</p>
<p><br />Musaffa menegaskan, tidak ada yang salah dengan upaya partai politik membangun komunikasi dengan kelompok masyarakat mana pun.</p>
<p><br />&ldquo;PAN tentu punya hak untuk mendekati siapa pun. Tetapi Nahdliyin juga punya hak untuk bertanya: apa yang sebenarnya ditawarkan selain slogan?&rdquo;</p>
<p><br />&ldquo;Nahdliyin Bukan Pasar Suara&rdquo;</p>
<p><br />Musaffa mengungkapkan, PW GP Ansor Jawa Timur menerima sejumlah laporan dari kader di berbagai daerah yang bekerja dalam program pendampingan desa. Beberapa kader mengeluhkan adanya pemindahan atau relokasi tugas ke wilayah lain dengan jarak yang jauh dan alasan yang dinilai belum dijelaskan secara memadai.</p>
<p><br />&ldquo;Ini bukan soal siapa partainya. Ini soal keadilan dalam kebijakan publik. Kalau ada pemindahan, jelaskan dasar dan mekanismenya. Kalau karena evaluasi, tunjukkan indikatornya. Jangan biarkan kader yang sudah lama mengabdi merasa tiba-tiba dipindahkan tanpa penjelasan yang terang,&rdquo; katanya.</p>
<p><br />Musaffa meminta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal membuka secara transparan mekanisme penempatan, pemindahan, serta evaluasi tenaga pendamping desa.</p>
<p><br />Menurutnya, transparansi menjadi penting agar tidak muncul persepsi bahwa kebijakan birokrasi digunakan untuk kepentingan politik.</p>
<p><br />&ldquo;Kebijakan publik tidak boleh menjadi alat untuk memberi hadiah kepada yang dekat dan memberi hukuman kepada yang dianggap tidak dekat. Pemerintahan harus bekerja dengan ukuran profesional, bukan ukuran politik,&rdquo; tegasnya.</p>
<p><br />Sorotan tersebut, kata Musaffa, juga perlu mendapat perhatian lebih karena Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal saat ini dipimpin oleh Yandri Susanto, salah satu elite PAN.</p>
<p><br />&ldquo;Justru karena Menteri Desa adalah elite PAN, maka standar transparansinya harus lebih tinggi. Jangan sampai setiap kebijakan kementerian kemudian dibaca publik sebagai bagian dari kepentingan politik PAN. Pemerintah harus memastikan bahwa tidak ada ruang untuk persepsi seperti itu,&rdquo; ujarnya.</p>
<p><br />Jangan Jadikan Kader NU Properti Politik</p>
<p><br />Musaffa menilai kader muda NU bukan sekadar angka dalam kalkulasi elektoral. Mereka selama ini berada di desa-desa, mendampingi masyarakat, mengurus pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pertanian, kebencanaan, hingga berbagai persoalan sosial.</p>
<p><br />&ldquo;Kader muda NU bukan properti politik. Mereka adalah warga negara yang bekerja dan mengabdi. Jangan karena mereka Nahdliyin kemudian dipandang hanya sebagai konstituen yang bisa didekati menjelang pemilu.&rdquo;</p>
<p><br />Ia mengingatkan seluruh partai politik agar tidak menjadikan identitas Nahdliyin sebagai komoditas politik.</p>
<p><br />&ldquo;Jangan menjadikan NU sebagai panggung untuk mencari legitimasi, sementara ketika kebijakan dibuat, suara dan kepentingan masyarakat NU tidak didengar,&rdquo; katanya.</p>
<p><br />Musaffa bahkan menyebut klaim &ldquo;merangkul Nahdliyin&rdquo; akan menjadi &ldquo;rayuan gombal politik&rdquo; apabila tidak diikuti keberpihakan nyata.</p>
<p><br />&ldquo;Kalau di panggung mengatakan merangkul Nahdliyin, tetapi di lapangan kader-kader muda NU justru merasa dipinggirkan, lalu apa yang sebenarnya dirangkul? Jangan sampai ini hanya rayuan gombal menjelang kebutuhan politik.&rdquo;</p>
<p><br />Bukan Soal PAN, Tetapi Soal Cara Kekuasaan Bekerja</p>
<p><br />Musaffa menegaskan kritik PW GP Ansor Jawa Timur bukan ditujukan untuk memusuhi PAN sebagai partai politik. Persoalan utamanya adalah memastikan kekuasaan tidak digunakan untuk kepentingan politik praktis.</p>
<p><br />&ldquo;Ini bukan soal kami anti-PAN. Tidak. Kami menghormati PAN sebagai partai politik. Yang kami kritik adalah apabila kekuasaan negara digunakan dengan cara yang membuat masyarakat merasa diperlakukan tidak adil,&rdquo; ujarnya.</p>
<p><br />Menurutnya, semakin dekat hubungan antara partai politik dengan kelompok masyarakat tertentu, semakin besar pula tuntutan agar kebijakan yang lahir dari pemerintahan tetap profesional dan tidak diskriminatif.</p>
<p><br />&ldquo;Kalau ingin merangkul Nahdliyin, jangan hanya rangkul simbolnya. Rangkul kehidupan nyatanya. Rangkul kadernya. Rangkul masyarakat desanya. Pastikan kebijakan pemerintah tidak membuat mereka merasa diperlakukan sebagai warga kelas dua.&rdquo;</p>
<p><br />Ia meminta Menteri Desa dan PDT memberikan penjelasan terbuka terkait berbagai keluhan mengenai relokasi tenaga pendamping desa.</p>
<p><br />&ldquo;Jangan biarkan kader-kader di bawah bertanya-tanya. Negara harus hadir dengan penjelasan, bukan dengan ketidakpastian,&rdquo; katanya.</p>
<p><br />Musaffa menutup dengan pesan bahwa hubungan dengan Nahdliyin tidak dapat dibangun secara instan melalui slogan politik.</p>
<p><br />&ldquo;Nahdliyin bukan pasar suara. NU bukan panggung kampanye. Kader muda NU bukan properti politik. Kalau ingin menjadi bagian dari keluarga besar Nahdliyin, datanglah dengan ketulusan, bekerja dengan keadilan, dan buktikan dengan kebijakan.&rdquo;</p>
<p><br />&ldquo;Kalau tidak, sebesar apa pun spanduk bertuliskan &lsquo;Partai Anak Nahdliyin&rsquo;, publik akan tetap bertanya, anaknya di mana, kalau ketika dibutuhkan justru tidak diperlakukan sebagai keluarga?&rdquo; pungkas Musaffa.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/1002392668.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Musaffa Safril]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik dan Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Siapa Sekjen Gus Kikin?]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-795-siapa-sekjen-gus-kikin</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-795-siapa-sekjen-gus-kikin</guid>
                    <pubDate>Sat, 05 Sep 2026 13:35:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Secara definitif, Gus Kikin menyebut Gudfan Arif sebagai Bendahara Umum PBNU periode 2026-2031. Hal itu disampaikan dalam jumpa pers Jumat kemarin di kantor]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>Secara definitif, Gus Kikin menyebut Gudfan Arif sebagai Bendahara Umum PBNU periode 2026-2031. Hal itu disampaikan dalam jumpa pers Jumat kemarin di kantor PBNU, Jakarta.&nbsp;</p>
<p><br />Gus Kikin menyampaikan itu, didampingi oleh Asrorun Ni'am Sholeh dan Gudfan. Hampir pasti, posisi Katib Aam menjadi milik Ketua Umum Majelis Alumni IPNU tersebut. Lantas &nbsp;siapa Sekretaris Jenderal PBNU yang dipilih Gus Kikin?</p>
<p><br />Gus Kikin Tidak Terjebak Balas Jasa</p>
<p><br />Selepas muktamar berikut tersusunnya formatur, posisi Sekjen menjadi yang paling seksi diperbincangkan. &nbsp;Secara diplomatis Gus Kikin ingin melakukan istikharah dulu untuk menyempurnakan kepengurusan. Tampaknya, publik melihat &nbsp;istikharah lebih sebagai "jeda" dan cooling down dari ketatnya persaingan menuju Sekjen.&nbsp;</p>
<p><br />Saifullah Yusuf, Nusron Wahid, Lukman Edy (inisiator utama acara "Bedah Qonun Asasi") hingga Syamsul Maarif (Ketua PWNU DKI Jakarta) diwacanakan banyak kalangan ideal sebagai Sekjen.&nbsp;</p>
<p><br />Sejumlah tokoh sekaligus penasehat politik Gus Kikin seperti Kacung &nbsp;Marijan, mewanti-wanti Gus Kikin untuk tidak mengulang apa yang terjadi terhadap Yahya Tsaquf.&nbsp;</p>
<p><br />Mengulang dalam arti, memilih Sekjen yang potensial menjadi matahari kembar, merasa paling berjasa atas kemenangannya pada muktamar serta hanya semata pertimbangan balas jasa. Wanti-wanti sekaligus warning dari Kacung ini jelas menyasar Luman Edy, &nbsp;Saifullah Yusuf dan Nusron.</p>
<p><br />Ada baiknya Gus Kiikin "belajar" dari Muhaimin Iskandar terkait pilihan terbaik &nbsp;Sekjen PBNU. Menyadari bahwa Sekjen adalah posisi sentral, Cak Imin "trauma" dengan Sekjen model Lukman Edy, Abdul Kadir Karding maupun tipe Saifullah Yusuf.&nbsp;</p>
<p><br />Pada akhirnya Sekjen ideal ala Cak Imin adalah tipe Hasanudin Wahid (cak Udin).&nbsp;</p>
<p>Gus Kikin idealnya tidak terpengaruh oleh nama-nama besar untuk dipertimbangkan sebagai Sekjen.&nbsp;</p>
<p><br />Gus Kikin harus pula menipis back up dan intervensi siapapun (termasuk Rois Aam) &nbsp;terkait kandidat Sekjen. Publik meyakini, sebagai cicit Hadratus Syeikh, Gus Kikin independen, mandiri dan menentukan secara bebas tipe Sekjen yang dibutuhkan.</p>
<p><br />Di samping itu, mendesak untuk disosialisasikan bahwa kemenangan Gus Kikin adalah kemenangan semua warga nahdliyin. Dari sini &nbsp;langkah konkret yang niscaya dilakukan oleh Gus Kikin adalah menyusun kabinetnya dengan berdasar semua kekuatan, semua kubu dan semua potensi yang dimiliki oleh NU.&nbsp;</p>
<p><br />Dengan komposisi kabinet seperti itu, representasi dan wajah NU dibawah Gus Kikin mewujud sebagai wajah NU yang sumringah, fresh, natural dan base on unity.&nbsp;</p>
<p><br />Tanpa itu, kabinet Gus Kikin dikawatirkan sekedar face off dari kabinet hasil muktamar Lampung. Kenapa? Karena setidaknya ada dua posisi sentral yang masih bercokol orang lama produk Lampung, Miftahul Akhyar dan Gudfan Arif.</p>
<p><br />*Dr M Sholeh Basyari, Direktur Eksekutif CSIIS dan Dosen Pascasarjana Insuri Ponorogo</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/1002392617.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Dr M Sholeh Basyari (Direktur Eksekutif CSIIS dan Dosen Pascasarjana Insuri Ponorogo)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Opini]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Bogasari Dorong Siswa Jadi Wirausaha Muda dan Siap Kerja]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-794-bogasari-dorong-siswa-jadi-wirausaha-muda-dan-siap-kerja</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-794-bogasari-dorong-siswa-jadi-wirausaha-muda-dan-siap-kerja</guid>
                    <pubDate>Sat, 05 Sep 2026 13:26:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari resmi menjalin kerja sama dengan SMKN 2 Pandeglang.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>PANDEGLANG | harianduta.id </strong>&nbsp;&mdash; PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari resmi menjalin kerja sama dengan SMKN 2 Pandeglang.</p>
<p>Kerjasama itu diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis (3/9/2026).&nbsp;</p>
<p>Langkah ini menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bogasari Mengajar untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi sekaligus mencetak wirausahawan muda.&nbsp;</p>
<p>Melalui kemitraan ini, SMKN 2 Pandeglang mencatatkan sejarah sebagai sekolah pertama di Provinsi Banten yang bekerja sama dengan Bogasari dalam pengembangan kurikulum Teaching Factory (TEFA).&nbsp;</p>
<p>Wakil Kepala Divisi Bogasari, Erwin Sudharma, menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencakup berbagai bentuk dukungan konkret bagi para siswa dan tenaga pendidik.&nbsp;</p>
<p>"Bogasari akan mendukung secara nyata melalui pengajaran, penyelarasan kurikulum, hingga pelatihan dan kesempatan magang bagi siswa maupun guru. Menariknya, magang tidak hanya dilakukan di pabrik Bogasari, tetapi juga di UMKM mitra kami untuk memperkuat jiwa kewirausahaan mereka," ujar Erwin dalam siaran pers, Jumat (4/9/2026).&nbsp;</p>
<p>Dokumen kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang, Rohmatul Fajri, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma dan Vice President Human Resource Bogasari Anwar.&nbsp;</p>
<p>Pelatihan TEFA 6 Resep Kue untuk Persiapan Lebaran&nbsp;</p>
<p>Usai penandatanganan MoU, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pelatihan TEFA selama dua hari (3&ndash;4 September 2026) oleh baker senior dari Bogasari Baking Center (BBC), Irvan Indrayana. Pelatihan ini diikuti oleh 14 guru dan 68 siswa kelas XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).&nbsp;</p>
<p>Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali praktik dan teori pembuatan 6 resep kue, seperti Chocolate Chip Cookies, Kaastangels, Nastar Spesial, Lidah Kucing Cokelat Keju, Putri Salju, hingga Red Velvet Soft Cookies. Materi ini disiapkan secara khusus untuk mendukung produksi dan penjualan produk TEFA sekolah menjelang Lebaran 2027.&nbsp;</p>
<p>"Kami memberikan materi secara menyeluruh, mulai dari spesifikasi bahan, kandungan gizi, hingga perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar peserta paham cara menghitung keuntungan usaha," jelas Irvan.&nbsp;</p>
<p><strong>Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Pemerintah Daerah&nbsp;</strong></p>
<p>Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang, Rohmatul Fajri, mengaku bangga atas terjalinnya kerja sama ini, terlebih sekolahnya baru saja ditetapkan sebagai TEFA dan diproyeksikan menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Ia meminta para guru dan siswa memanfaatkan kesempatan emas ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.&nbsp;</p>
<p>Dukungan juga datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Dede Rukhyati, S.Ag., M.Si., yang turut hadir dalam acara tersebut. Dede berharap program yang berlangsung selama dua tahun ini dapat melahirkan inovasi produk berbasis kearifan lokal, seperti roti durian, serta menekan angka pengangguran lulusan SMK di wilayah Pandeglang.&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/1004194005.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari menjalin kerja sama dengan SMKN 2 Pandeglang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis (3/9/2026). FOTO/ist]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Berangkatkan 27 Ton Bantuan Kemanusiaan Penyintas Gempa NTT]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-792-berangkatkan-27-ton-bantuan-kemanusiaan-penyintas-gempa-ntt</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-792-berangkatkan-27-ton-bantuan-kemanusiaan-penyintas-gempa-ntt</guid>
                    <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 19:19:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA | Harianduta.id  - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur dan Forum Zakat ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA | Harianduta.id &nbsp;- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur dan Forum Zakat (FOZ) Jawa Timur memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk membantu para penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>Pelepasan bantuan tersebut dilaksanakan secara seremonial pada Jumat (04/09/2026). Pemberangkatan dipusatkandi Kanwil Kemenag Jawa Timur, Jalan Raya Bandara Juanda No. 26.</p>
<p>Bantuan selanjutnya dikirim melalui Depo CLC Meratus Surabaya dan akan diberangkatkan menuju Pelabuhan Maumere, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Ketua Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap gerakan kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu saudara-saudara di NTT yang tengah menghadapi musibah.</p>
<p>&ldquo;Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program ini sebagai bentuk kepedulian untuk mendukung saudara-saudara kita di NTT yang terkena musibah,&rdquo;_ ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua BAZNAS Jawa Timur, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd, menyebut keberangkatan bantuan tersebut sebagai contoh nyata sinergi yang baik antarlembaga. BAZNAS Jawa Timur turut mengambil bagian dengan menyumbangkan 10 ton bantuan kemanusiaan untuk para penyintas gempa.</p>
<p>&ldquo;Ini adalah contoh sinergi yang baik antar lembaga. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut," tuturnya.</p>
<p><strong>BAZNAS Jatim Berkontribusi Sumbang 10 ton Bantuan</strong></p>
<p>Ketua Forum Zakat (FOZ) Jawa Timur juga menyampaikan bahwa total bantuan yang diberangkatkan mencapai 27 ton dengan dukungan 22 armada. Selain bantuan logistik, sejumlah lembaga yang tergabung dalam FOZ Jawa Timur telah mengirimkan relawan ke wilayah terdampak.</p>
<p>&ldquo;Sebagian relawan dari lembaga sudah berada di lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan kepada para penyintas, kami juga ucapkan terima kasih kepada Meratus yang telah memberikan bantuan dua kontener gratis untuk menyalurkan bantuan ke NTT,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Pengiriman bantuan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam merespons bencana. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan serta meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa di NTT. &nbsp;Imm</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/whatsapp-image-2026-09-04-at-103147.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Berangkatkan 27 Ton Bantuan Kemanusiaan Penyintas Gempa NTT]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Imam Ghozali]]></dc:creator><category><![CDATA[Metro Surabaya]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Sepenuh Hati, Memahami: Telkomsel Bersama Pelanggan di Jatim]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-791-sepenuh-hati-memahami-telkomsel-bersama-pelanggan-di-jatim</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-791-sepenuh-hati-memahami-telkomsel-bersama-pelanggan-di-jatim</guid>
                    <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 18:45:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA | harianduta.id - Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Telkomsel mengusung semangat “Sepenuh Hati, Memahami” sebagai bagian dari kom]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA | harianduta.id - Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Telkomsel mengusung semangat &ldquo;Sepenuh Hati, Memahami&rdquo; sebagai bagian dari komitmen &ldquo;Melayani Sepenuh Hati&rdquo;. Melalui momentum ini, Telkomsel Regional Jawa Timur menghadirkan rangkaian interaksi dan apresiasi bagi pelanggan di seluruh 42 titik GraPARI yang tersebar di Jawa Timur.</p>
<p>Rangkaian kegiatan berlangsung pada Jumat (4/9), salah satunya yaitu &ldquo;Manajemen Menyapa Pelanggan&rdquo;, dimana Manajemen Telkomsel berkesempatan langsung untuk hadir melayani dan menyapa pelanggan di GraPARI sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan. Selain itu, pelanggan juga dapat menyampaikan pengalaman, masukan, dan harapan secara langsung kepada Manajemen Telkomsel.</p>
<p>General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Timur Telkomsel, Andri Kurniawan mengatakan, "Aspirasi dan kebutuhan seluruh pelanggan Telkomsel adalah prioritas utama kami. Setiap saran perbaikan yang masuk selalu kami tindak lanjuti menjadi inovasi layanan yang semakin baik. Melalui komitmen &ldquo;Melayani Sepenuh Hati&rdquo;, kami siap menghadirkan pelayanan terbaik secara konsisten setiap harinya."</p>
<p>Pelanggan terpilih yang datang dan bertransaksi di sejumlah GraPARI pada Harpelnas ini juga memperoleh kejutan sederhana berupa cokelat, kue mini, atau sajian lokal yang dilengkapi ucapan terima kasih. Apresiasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman pelayanan yang hangat, humanis, dan berkesan.</p>
<p>Dengan dukungan 465 GraPARI di seluruh Indonesia, Telkomsel terus memperkuat peran GraPARI sebagai ruang pelayanan yang solutif, tempat pelanggan memperoleh bantuan sekaligus menyampaikan aspirasi secara langsung. Setiap masukan akan menjadi bagian penting dalam menyederhanakan proses, meningkatkan kualitas interaksi, dan menghadirkan solusi yang semakin sesuai kebutuhan pelanggan.</p>
<p>Sejumlah promo dari merchant Telkomsel juga turut hadir menambah keseruan perayaan Harpelnas, seperti penukaran Telkomsel Poin dengan Solaria Express Bowl hanya Rp10 ribu, diskon hingga 30% yang berlaku di KFC, Kopi Kenangan, GrabFood, ShopeeFood, Ta Wan, serta voucher hingga Rp 50 ribu yang berlaku di Baso Afung, Es Teler 77, Zenbu, Dapur Solo, Indomaret, Alfamart, dan Lazada. (klik http://tsel.id/cuanhepisd untuk info lebih lanjut).</p>
<p>Melengkapi rangkaian Harpelnas, Telkomsel juga menghadirkan berbagai program penawaran di GraPARI, antara lain biaya pasang baru IndiHome sebesar Rp45.000 hingga 6 September 2026, penawaran Orbit Star Lite senilai Rp299.000 hingga 14 September 2026, serta potongan tagihan bulan pertama bagi pelanggan baru Telkomsel Halo dengan paket mulai Rp120.000 hingga 10 September 2026. Ketersediaan program dapat berbeda di tiap lokasi, berlaku sesuai syarat dan ketentuan. Imm</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/hari-pelanggan-nasional-1.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Sepenuh Hati, Memahami: Telkomsel Bersama Pelanggan di Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Imam Ghozali]]></dc:creator><category><![CDATA[Teknologi dan Gaya Hidup]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[XLSMART Genjot Ekspansi 5G dan Integrasi Jaringan]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-790-xlsmart-genjot-ekspansi-5g-dan-integrasi-jaringan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-790-xlsmart-genjot-ekspansi-5g-dan-integrasi-jaringan</guid>
                    <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 12:36:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[PT XLSMART terus memacu transformasi infrastruktur telekomunikasinya pasca-integrasi dua jaringan.  ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA | harianduta.id</strong> &mdash; PT XLSMART terus memacu transformasi infrastruktur telekomunikasinya pasca-integrasi dua jaringan. &nbsp;</p>
<p>Perusahaan mengalokasikan investasi besar sepanjang tahun ini untuk merampungkan tiga proyek strategis, yakni integrasi jaringan, ekspansi cakupan base transceiver station (BTS), serta perluasan layanan 5G di berbagai wilayah Indonesia.&nbsp;</p>
<p>Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, mengungkapkan integrasi dua jaringan yang dilakukan perusahaan hampir rampung. Langkah ini diiringi dengan efisiensi berupa pengurangan BTS yang terduplikasi serta penambahan 9.000 BTS baru untuk memperluas jangkauan layanan.&nbsp;</p>
<p>"Tahun lalu dan tahun ini investasi kita memang besar karena integrasi dan peluncuran 5G. Kita melakukan tiga proyek sekaligus: integrasi, ekspansi, dan 5G," ujar Shurish saat berbincang dengan awak media di Surabaya, Jumat (4/9/2026). &nbsp;</p>
<p>Terkait pengembangan 5G, XLSMART mencatat akselerasi yang melampaui target awal. Dari target 88 kota, perusahaan meningkatkan sasarannya menjadi 101 kota hingga akhir Desember mendatang. Saat ini, penggalangan jaringan 5G telah menjangkau sekitar 60 kota dan akan digenjot di sisa bulan yang ada.&nbsp;</p>
<p>Shurish menjelaskan bahwa penambahan infrastruktur 5G ini tersebar merata di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatra (termasuk Lampung dan Pekanbaru), Jawa (seperti Malang), hingga Nusa Tenggara Barat (Lombok dan Mataram).&nbsp;</p>
<p>"Kita tidak membeda-bedakan wilayah Barat atau Timur. Pertimbangan utama penempatan 5G adalah ketersediaan perangkat. Kriterianya, minimal 20 persen pelanggan di kota tersebut sudah menggunakan perangkat yang mendukung 5G," jelasnya.&nbsp;</p>
<p>Secara keseluruhan jaringan, XLSMART saat ini mengoperasikan sekitar 27.000 BTS, dengan 15.000 BTS di antaranya telah aktif memancarkan sinyal 5G. Angka ini mencakup hampir setengah dari total jaringan yang dimiliki perusahaan. Untuk penyediaan perangkat BTS, XLSMART bermitra dengan dua vendor asal Tiongkok, yaitu Huawei dan ZTE, dengan porsi sekitar 50:50.&nbsp;</p>
<p>Strategi dan Efisiensi Belanja Modal Tahun Depan&nbsp;</p>
<p>Memasuki tahun depan, Shurish memastikan bahwa nilai investasi atau belanja modal (capex) XLSMART tidak akan sebesar tahun ini yang sempat menyentuh angka tinggi akibat pembengkakan biaya integrasi.&nbsp;</p>
<p>Untuk perencanaan tahun depan, XLSMART bakal berfokus pada dua proyek utama, yaitu melanjutkan komersialisasi 5G serta melanjutkan ekspansi ke area-area baru. Dari total 360 kota yang menjadi fokus utama XLSMART, sekitar satu per tiga di antaranya telah terlayani jaringan 5G.&nbsp;</p>
<p>Guna menjangkau wilayah terpencil atau daerah yang sulit dijangkau secara ekonomis&mdash;seperti area yang membutuhkan penggelaran kabel fiber optik bawah laut yang mahal&mdash;XLSMART juga membuka peluang eksplorasi teknologi baru, termasuk potensi kerja sama dengan penyedia satelit seperti Starlink.&nbsp;</p>
<p>"Untuk area yang populasi ada tetapi biaya menggelar jaringan kabel laut terlalu mahal, kita sedang mengeksplorasi teknologi satelit langsung ke ponsel (direct-to-cell). Teknologi ini relevan untuk menyediakan layanan konektivitas dasar seperti panggilan suara dan pesan singkat di wilayah yang secara ekonomis sulit dijangkau BTS konvensional," pungkas Shurish.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/1004189474.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Pimpinan XLSMART saat jumpa media di Surabaya, Jumat (4/9/2026).  FOTO/ist]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Bank Indonesia Sosialisasi Local Currency Transaction]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-789-bank-indonesia-sosialisasi-local-currency-transaction-</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-789-bank-indonesia-sosialisasi-local-currency-transaction-</guid>
                    <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 08:11:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi menuntut respons kebijakan yang cepat dan tepat.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA | harianduta.id</strong> - Ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi menuntut respons kebijakan yang cepat dan tepat.</p>
<p>Data dan informasi yang kredibel, handal, akurat, dan tepat waktu menjadi kunci dalam proses perumusan kebijakan dimaksud.</p>
<p>Sejalan dengan itu , Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi kepada responden survei dan kontak liaison yang telah memberikan data dan informasi kepada Bank Indonesia Jawa Timur.</p>
<p>&ldquo;Bagi Bank Indonesia, responden bukan sekadar sumber data. Responden adalah strategicnpartner yang membantu memahami perekonomian Jawa Timur. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kerja sama para responden survei Bank Indonesia ,&rdquo; ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, saat memberikan sambutan pada acara Temu Responden dan Sosialisasi Local Currency Transaction, Selasa (1/9/2026) di Surabaya.</p>
<p>Bank Indonesia Jawa Timur melakukan 11 jenis survei untuk mendapatkan gambaran langsung di sektor riil.<br />&ldquo;D ata dari lapangan yang lengkap menjadi basis dalam diskusi kebijakan yang kami lakukan bersama Bank Indonesia,&rdquo; tegas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat memberikan Keynote Speech di hadapan pelaku usaha dan perwakilan akademisi .</p>
<p>Data realisasi dari beberapa lembaga yang diperkuat dengan hasil survei dan liaison menjadi g ambaran lebih utuh mengenai kondisi perekonomian, sehingga asesmen yang disusun lebih komprehensif dan sangat bermanfaat dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang berkualitas untuk &nbsp;mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.</p>
<p>Kegiatan yang dihadiri oleh 200 responden juga dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi Local<br />Currency Transaction (LCT). Inisiatifbpenggunaan mata uang lokal untuk transaksi perdagangan dan investasi diharapkan dapat menjaga stabilitas Rupiah, mitigasi risiko kurs , dan memperkuat &nbsp;resiliensi pasar keuangan domestik.</p>
<p>Sosialisasi yang disampaikan dalam format talk show dengan narasumber Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede ; Deputi Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia, Elyana K. Widyasari; dan Kepala Bidang Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I, Bagus Sulistijono, memperkuat pemahaman responden tentang tantangan dan peluang ekonomi termasuk mitigasi risiko transasksi di tengah kondisi saat ini.</p>
<p>Selain itu, pelaku usaha dapat memanfaatkan penggunaan LCT melalui bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) dengan dukungan kepabeanan dalam perdagangan internasional. Terlebih lagi, saat ini sudah terdapat kerja sama Local Currency Transaction dengan enam negara, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.</p>
<p>Sebagai bagian dari penguatan layanan kepada dunia usaha, pertemuan dengan responden yang digelar tahunan juga menghadirkan Banking Consultation Desk yang melibatkan beberapa bank ACCD . Beberapa pelaku usaha (eksportir dan importir) memanfaatkan ruang konsultasi tersebut untuk mendalami teknis penggunaan mata uang lokal dan layanan perbankan lainnya.&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/1004188265.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim. FOTO/ist]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Hasil Riset YAGITU Diserahkan ke Pemprov Jatim]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-788-hasil-riset-yagitu-diserahkan-ke-pemprov-jatim</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-788-hasil-riset-yagitu-diserahkan-ke-pemprov-jatim</guid>
                    <pubDate>Thu, 03 Sep 2026 21:19:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Yayasan  Generasi Inovatif Tunas Unggul (Yagitu) menyerahkan hasil riset Evidence-Based Policy. ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA | harianduta.id</strong> - Yayasan &nbsp;Generasi Inovatif Tunas Unggul (Yagitu) menyerahkan hasil riset Evidence-Based Policy.&nbsp;</p>
<p>Riset mengenai &ldquo;Pola Konsumsi Masyarakat Jawa Timur&rdquo;,&nbsp; diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).</p>
<p>Penyerahan ini dilakukan dengan harapan bisa ditindaklanjuti dengan baik agar ada solusi atas permasalahan yang timbul dari hasil riset itu.</p>
<p>Plt Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Lilik Pudjiastuti menerima hasil riset itu dengan senang hati. Walau mengaku belum membaca secara lengkap, namun Lilik sudah mengetahui esensi dari hasil riset tersebut</p>
<p>"Saya berharap banyak karena memang pola konsumsi itu ada &nbsp;banyak dampaknya, baik positif maupun negatif. Sehingga dengan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat ini, kita harus mengamati dari berbagai aspek, tidak hanya ekonomi tapi juga kesehatan," ujarnya.</p>
<p>Dari sisi ekonomi, Lilik melihat menjamurnya warung dan tempat nongkrong sebagai peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha.</p>
<p>&ldquo;Dengan banyaknya sekarang warung-warung nongkrong ini kan membuka peluang untuk melakukan usaha,&rdquo; katanya.</p>
<p>Namun, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan perhatian terhadap aspek kesehatan. Lilik menilai pengawasan dan edukasi terkait makanan dan minuman harus dilakukan secara berkelanjutan, baik kepada produsen maupun konsumen.</p>
<p>&ldquo;Juga aspek kesehatan karena terkait dengan akibat dari makanan ini. Semua kita tahu ada Badan POM yang harus mengeluarkan izin, tetapi untuk makanan-makanan yang tidak sampai ke Badan POM, kan itu cukup PIRT. Maka harus ada,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Lilik juga menyoroti pentingnya pendidikan mengenai pola makan sehat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memilih makanan hanya berdasarkan rasa dan kesukaan tanpa mengetahui dampaknya terhadap kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Contohnya, orang itu senang makan cireng, cilok, ataupun dengan saus-saus yang begini, senang, enak. Tetapi kita harus juga memberikan edukasi, baik kepada produsennya maupun kepada pembelinya,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Edukasi tersebut, lanjut Lilik, diperlukan agar makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari tetap memberikan manfaat bagi tubuh dan tidak menimbulkan dampak kesehatan dalam jangka panjang.</p>
<p>&ldquo;Supaya makanan yang kita makan atau konsumsi setiap hari itu tetap memberikan kesehatan bagi kita, tidak memberikan dampak yang tidak baik,&rdquo; katanya.</p>
<p>BRIDA Jatim selanjutnya berencana mendorong agar hasil riset tersebut tidak berhenti pada kegiatan diseminasi. Temuan dan rekomendasi penelitian akan disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menjadi bahan diskusi dan pertimbangan dalam penyusunan program.</p>
<p>&ldquo;Hasil begini nanti dampaknya kita berikan kepada semua OPD agar mempunyai kebijakan atau nanti program kegiatannya untuk mengatasi permasalahan,&rdquo; ujar Lilik.</p>
<p>Ia menekankan, kebijakan yang dihasilkan harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan masyarakat. &ldquo;Jadi mendukung ekonomi yang ada, tapi tetap mengatasi dampak yang ada,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Lilik mengatakan BRIDA akan mengundang sejumlah perangkat daerah terkait untuk membahas hasil penelitian tersebut. Menurutnya, persoalan pola konsumsi masyarakat tidak dapat ditangani hanya oleh satu dinas karena memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor.</p>
<p>Ia mencontohkan sektor pariwisata yang tidak hanya berkaitan dengan Dinas Pariwisata, tetapi juga UMKM dan pemberdayaan desa.<br />&ldquo;Jangan hanya Dinas Pariwisata, Dinas UMKM, Dinas PMD, Pemberdayaan Desa. Karena sekarang wisata banyak di desa. Banyak Pokdarwis, kemudian UMKM,&rdquo; katanya.</p>
<p>Pola sinergi lintas sektor tersebut, lanjut Lilik, juga perlu diterapkan dalam menindaklanjuti hasil riset pola konsumsi masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kesehatan, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Nanti dari hasil inilah nantinya kita undang beberapa perangkat daerah yang terkait untuk bisa bersinergi,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Armytanti Hanum Kasmito, selaku perwakilan Asosiasi Industri memberikan apresiasi terhadap riset pola konsumsi yang dilakukan oleh YAGITU dan BRIDA.</p>
<p>&ldquo;Riset terkait pola konsumsi ini sangat menarik untuk diimplementasikan karena dapat memberikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan dampak kesehatan mengingat PDRB Jawa Timur masih didorong oleh industri pengolahan makanan dan minuman," katanya.</p>
<p>Riset Ungkap Konsumsi Gula Gen Z Jatim</p>
<p>Seperti diketahui, riset ini memgungkat tentang maraknya tempat nongkrong di Jawa Timur yang ternyara berkorelasi terhadap konsumsi gula generasi Z atau gen Z.</p>
<p>Perubahan pola konsumsi masyarakat Jawa Timur, khususnya generasi muda, mulai menjadi perhatian. Maraknya warung kopi, kedai kopi hingga kafe tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga membawa tantangan dari sisi kesehatan, terutama terkait tingginya konsumsi gula.</p>
<p>Temuan tersebut menjadi salah satu hasil riset Evidence-Based Policy yang dilakukan Yayasan Generasi Inovatif Tunas Unggul (YAGITU) mengenai Pola Konsumsi Masyarakat Jawa Timur. Hasil penelitian itu diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari proses diseminasi dan mendorong agar temuan riset menjadi salah satuisi-komposisinya timbangan dalam penyusunan kebijakan.</p>
<p>Sekretaris YAGITU, Nuryadi, mengatakan penelitian tersebut menemukan masih adanya kesenjangan pengetahuan masyarakat mengenai dampak konsumsi gula berlebihan.<br />&ldquo;Dari hasil yang kita dapat, pertama ternyata masih banyak orang yang ada gap pengetahuan terkait dampak mengonsumsi gula. Masih ada gap itu, ada gap pengetahuan,&rdquo; ujar Nuryadi.</p>
<p>Menurutnya, persoalan tersebut semakin penting karena konsumsi gula masyarakat banyak berasal dari minuman olahan yang dikonsumsi di warung kopi, kedai kopi maupun kafe.</p>
<p>&ldquo;Yang kedua, ternyata konsumsi gula ini paling banyak didapat melalui minuman olahan yang biasanya diminum lewat kafe atau warung,&rdquo; katanya.</p>
<p>Nuryadi menyebut kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Di satu sisi, pertumbuhan kedai kopi dan kafe memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi dan membuka peluang usaha. Namun, di sisi lain, terdapat konsekuensi kesehatan yang perlu diperhatikan.</p>
<p>&ldquo;Ini juga jadi tantangan karena di sisi lain meningkatkan ekonomi, tapi di sisi lain juga ada dampak kesehatan untuk pengonsumsinya,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan riset YAGITU, pertumbuhan kedai kopi di kawasan Surabaya dan Sidoarjo terbilang signifikan. Pada 2025, jumlah kedai kopi disebut telah mendekati 12 ribu unit, mulai dari warung kopi hingga kedai dengan segmen menengah.</p>
<p>&ldquo;Di Surabaya, di Sidoarjo itu hampir 12.000 di 2025 ini. Itu mulai yang kelasnya warkop sampai yang kelasnya menengah,&rdquo; ungkap Nuryadi.</p>
<p>Ia menjelaskan, penelitian tersebut memang menyasar kelompok masyarakat berusia di bawah 40 tahun. Karena itu, Gen Z dan milenial menjadi salah satu kelompok yang menjadi perhatian dalam melihat perubahan pola konsumsi.</p>
<p>&ldquo;Yang kita lakukan penelitian ini memang yang umurnya di bawah 40 tahun. Jadi memang fokus kita di Gen Z dan milenial, anak-anak muda,&rdquo; katanya.</p>
<p>Nuryadi menilai kondisi tersebut membutuhkan pendekatan kebijakan yang sesuai dengan karakter generasi muda. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah memperkuat informasi mengenai kadar komposisi minuman di kedai.</p>
<p>Menurut dia, kebijakan mengenai kadar komposisi tidak hanya penting untuk produk kemasan, tetapi juga dapat diperluas pada minuman yang dijual di kedai kopi maupun kafe.</p>
<p>&ldquo;Harapan kita sebenarnya dari sisi kami yang melakukan penelitian itu ada dampak, setiap regulasi yang keluar berdasarkan evidence-based. Jadi bukan karena suka atau tidak suka atau ada hal-hal lain,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah perlu melihat persoalan secara menyeluruh. Pertumbuhan jumlah warung kopi dan kafe, misalnya, perlu dikaji dari sisi dampaknya terhadap pola konsumsi masyarakat serta solusi untuk mengurangi risiko kesehatan yang muncul.</p>
<p>&ldquo;Ini salah satu contohnya, ada potensi peningkatan jumlah warung dan coffee shop. Dampaknya ke pola penduduk bagaimana? Kalau ada dampak, bagaimana cara menanggulanginya? Ini yang kita coba cari solusinya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Selain pelabelan, YAGITU juga melihat pentingnya mendorong kebiasaan konsumsi yang lebih sehat di lingkungan kedai kopi. Salah satu gagasan yang sempat dibahas adalah penyediaan air putih sebagai bagian dari layanan ketika konsumen membeli minuman dengan kadar gula tinggi.</p>
<p>&ldquo;Misalnya untuk warung-warung atau coffee shop, yang menjual dengan grade kopinya yang paling tinggi, maka dia harus menyiapkan air mineral atau air putih. Jadi selalu harus ada dikasih air putih secara free,&rdquo; kata Nuryadi.</p>
<p>Menurutnya, edukasi tetap menjadi bagian penting. Sebab, perubahan perilaku konsumsi masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui regulasi, tetapi juga membutuhkan peningkatan pemahaman konsumen mengenai kandungan makanan dan minuman yang dikonsumsi.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/1004186891.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Penyerahan dokumen hasil riset YAGITU ke BRIDA Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). FOTO/ist]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Metro Surabaya]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Chef Arnold Ajak Orang Tua  Cek Komposisi]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-787-chef-arnold-ajak-orang-tua-cek-komposisi-</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-787-chef-arnold-ajak-orang-tua-cek-komposisi-</guid>
                    <pubDate>Thu, 03 Sep 2026 21:10:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Susu formula tidak boleh sembarangan diberikan pada anak.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA | harianduta.id</strong> - Susu formula tidak boleh sembarangan diberikan pada anak.</p>
<p>Karenanya, mengecek kandungan atau komposisi dalam susu formula penting dilakukan orang tua sebelum diberikan pada anaknya.</p>
<p>Karena komposisi menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Terkadang, orang tua lengah akan hal itu sehingga asal saja memberikan susu formula pada anaknya.</p>
<p>Chef Arnold Poernomo atau Chef Arnold saat hadir di acara talkshow yang digelar IceKid di ajang Willow Baby Expo (Wilbex) di Grand City , Kamis (3/9/2026) mengatakan cek komposisi itu sangat penting.</p>
<p>"Sebelum membeli, cek komposisinya. Jangan sampai ada kandungan yang membahayakan bagi perkembangan anak kita," kata Arnold yang didapuk sebagai brand ambassador IceKid bersama anaknya, Timo.</p>
<p>Sebagai seorang ayah sekaligus chef, Arnold Poernomo selaku Brand Ambassador AceKid mengaku sebelumnya belum pernah terpikir untuk melihat susu formula hingga sejauh sumber susunya.</p>
<p>Namun, setelah mengikuti Ace Fresh Journey dan menyaksikan langsung bagaimana kualitas susu &nbsp;segar dijaga sejak dari peternakan hingga proses produksi di smart factory, ia melihat bahwa sumber &nbsp;dan proses menjadi bagian penting yang perlu dipertimbangkan orang tua dalam memilih nutrisi &nbsp;untuk anak.</p>
<p>&ldquo;Sebagai chef, saya terbiasa melihat bahan bukan hanya dari hasil akhirnya, tetapi juga dari mana bahan tersebut berasal dan bagaimana prosesnya. Setelah menjadi orang tua, cara pandang itu &nbsp;semakin terasa penting karena kita tentu ingin memahami apa yang dikonsumsi anak. Itu juga yang &nbsp;saya rasakan ketika mengenal AceKid. Bukan hanya melihat kandungan di kemasan, tetapi saya juga<br />bisa mengetahui lebih jauh mengenai sumber susu dan proses yang ada di balik produknya,&rdquo; kata &nbsp;Arnold.</p>
<p>Menurut Arnold, keluarga di Surabaya perlu semakin cermat dalam memilih susu formula anak. Di tengah banyaknya produk yang menawarkan klaim seperti tanpa tambahan gula, orang tua juga perlu melihat lebih jauh dari mana sumber susunya dan seberapa transparan proses produksinya.</p>
<p>Bagi &nbsp;Arnold, keterbukaan AceKid dalam memperlihatkan perjalanan produk sejak dari sumber susu hingga proses produksi menjadi nilai penting yang dapat membantu orang tua memilih dengan lebih yakin.</p>
<p>IceKid sendiri susu formula asal China yang hadir di Indonesia sejak Juni 2026 lalu. Terbuat dari susu segar, IceKid mengusung konsep Cek Komposisi dan Transparansi.</p>
<p>Keterbukaan setiap konsumen untuk mengecek komposisi menjadi hal penting dan keunggulan IceKid.</p>
<p>Lucky Zheng, Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, mengatakan kehadiran AceKid di Surabaya merupakan bagian dari perjalanan brand untuk semakin dekat dengan keluarga Indonesia sekaligus melanjutkan edukasi yang telah dibangun sejak peluncuran perdananya.</p>
<p>Sejak pertama kali hadir di Indonesia, IceKid tidak hanya ingin memperkenalkan sebuah produk, tetapi juga membangun kepercayaan melalui keterbukaan informasi dan edukasi yang relevan bagi orang tua.</p>
<p>"Kami mengajak orang tua untuk lebih cermat melalui &lsquo;Cek Komposisi&rsquo;. Kini, kami ingin memperluas pemahaman tersebut melalui &lsquo;Cek Transparansi&rsquo;, karena menurut kami penting bagi &nbsp;orang tua untuk tidak hanya mengetahui apa yang terkandung dalam susu formula anak, tetapi juga memahami dari mana sumber susunya berasal, bagaimana proses produksinya, hingga bagaimana &nbsp;kualitas dan keamanannya dijaga,&rdquo; ujar Lucky. r</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/1004187164.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Chef Arnold dan Timo saat berfoto bersama pimpinan IceKid di Surabaya, Kamis (3/9/2026). FOTO/ist]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Entertaiment]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Kota Kediri Jadi Rujukan Pemkab Kotawaringin Timur Penerapan PUG]]></title>
                    <link>https://harianduta.id/news-786-kota-kediri-jadi-rujukan-pemkab-kotawaringin-timur-penerapan-pug</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://harianduta.id/news-786-kota-kediri-jadi-rujukan-pemkab-kotawaringin-timur-penerapan-pug</guid>
                    <pubDate>Thu, 03 Sep 2026 17:34:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[ 
KEDIRI|harianduta.id-Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>KEDIRI|harianduta.id-Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menerima kunjungan studi banding dari DP3AP2KB Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (3/9) di Ruang Rapat DP3AP2KB. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari penerapan pengarusutamaan gender (PUG), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.</p>
<p>Dalam pertemuan ini, rombongan diterima langsung oleh Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, dr Fajri Mubasysyir. Ia menyampaikan pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk berkolaborasi, bertukar pikiran, serta berbagi praktik baik dan program yang telah diterapkan di masing-masing daerah.</p>
<p>&ldquo;Kita memiliki struktur dan bidang yang hampir sama dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Kunjungan ini bisa menjadi momentum untuk terus belajar, bertukar pengalaman dan juga kesempatan bagi Kota Kediri dengan daerah lain yang mungkin dapat kita adopsi,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>dr Fajri memaparkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Kediri konsisten di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur dan Nasional dalam 5 tahun terakhir. &nbsp;Saat ini posisi IPG Kota Kediri berada di nomor 5 di Jawa Timur dengan indeks sebesar 96,36 di Tahun 2025. Sedangkan untuk Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Kediri terendah ke 2 Provinsi Jawa Timur sebesar 0,12.</p>
<p>Berbagai inovasi dan strategi yang mendukung upaya memperkuat kesetaraan gender juga dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Antara lain Pembelajaran Pekka Berdaya, Belajar Bareng Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kirana, Sekolah Remaja Perempuan Sehari, PPA Goes To School, dsb.</p>
<p>&ldquo;Berbagai upaya tersebut turut berkontribusi terhadap capaian pembangunan gender di Kota Kediri. Hal ini juga turut mempengaruhi capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Kediri yang secara konsisten berada di atas rata-rata Jawa Timur dan nasional,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa dukungan lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam pelaksanaan PUG di Kota Kediri. Koordinasi dengan OPD lain selama ini berjalan cukup baik, termasuk dalam hal penyediaan data dan pemenuhan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan PUG. &ldquo;</p>
<p>"Alhamdulillah kolaborasi kita dengan OPD lain berjalan baik. Walaupun dinamika perubahan SDM pasti ada, namun semua tetap bisa teratasi,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>dr Fajri berharap dengan pertemuan ini kedua daerah dapat saling memetik manfaat dan mengadopsi program-program unggulan demi meningkatkan kualitas layanan publik.</p>
<p>" Mengingat keterbatasan waktu tatap muka, komunikasi intensif antar dinas akan terus dilanjutkan secara berkala agar proses transfer inovasi dan pendampingan dokumen PUG dapat berjalan berkelanjutan,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala &nbsp;DP3AP2KB Kabupaten Kotawaringin Timur, Achmad Yusi mengungkapkan bahwa kunjungan ke Kota Kediri dilakukan karena pihaknya ingin belajar lebih jauh mengenai penerapan PUG. Menurutnya, salah satu hal yang menarik perhatian adalah kuatnya koordinasi lintas OPD di Kota Kediri yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong keberhasilan PUG.</p>
<p>&ldquo;Kami melihat hubungan antar lembaga di Kota Kediri ini bagus sekali. Ada review, ada pengawasan, dan teman-teman OPD lain sangat mendukung,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia berharap, berbagai praktik baik yang diperoleh dari Kota Kediri dapat dibawa dan diterapkan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil kunjungan juga akan dilaporkan kepada pimpinan untuk menjadi bahan tindak lanjut.</p>
<p>&ldquo;Kami akan melaksanakan saran dan masukan dari teman-teman di Kota Kediri. Kami akan melaporkan kepada pimpinan agar bisa melaksanakan tindak lanjutnya,&rdquo; tutur Ahmad.(bud)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://harianduta.id/po-content/uploads/202609/whatsapp-image-2026-09-03-at-172435.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kota Kediri Jadi Rujukan Pemkab Kotawaringin Timur Penerapan PUG]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Imam Ghozali]]></dc:creator><category><![CDATA[Daerah]]></category></item></channel></rss>