SURABAYA | harianduta.id - Memasuki musim kemarau, panen sudah mulai berkurang sehingga harga beras menjadi atensi pemerintah.
Beberapa strategi pemerintah melalui Bulog dengan terus menggelontorkan beras SPHP.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu menyampaikan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras sudah digelontorkan sejumlah 65.648 ton beras atau 66 �ri target sejumlah 98.767 ton.
Ini merupakan realisasi tertinggi kedua secara nasional. Program ini tentu diharapkan mampu menjaga harga beras di level stabil yaitu beras medium tidak berada di atas harga 13.500/kg.
Untuk harga jual beras SPHP yaitu af gudang Bulog yaitu 11.000/kg sedangkan harga jual pedagang ke konsumen maksimal sesuai 12.500/Kg.
Selain itu program Bantuan Pangan, juga sedang disalurkan di seluruh wilayah Jawa Timur. Melalui program bantuan pangan ini Penerima Bantuan Pangan (PBP) Yang menjadi sasaran yaitu 5,638,478 PBP se Jawa Timur.
Artinya PBP akan menerima bantuan secara langsung berupa natura beras dan minyak sehingga minimal untuk kebutuhan 3 minggu mereka sudah terpenuhi sehingga mampu menekan permintaan beras dan minyak di pasar.
Masing-masing PBP akan menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak. Untuk beras yang disalurkan untuk alokasi Februari Maret yang sedang berjalan sejumlah 112.769 ton beras dengan kualitas medium dan minyak goreng sejumlah 22,5 juta liter.
Tidak hanya melalui Bantuan Pangan penyaluran Minyak Goreng juga terus dilakukan melalui pasar rakyat dan pasar pencatatan SP2KP. Untuk periode April s.d Juni 2026 Bulog Jatim sudah menggelontorkan 2.239.405 liter dengan kontribusi terbesar penyaluran 64% di Pasar Rakyat.
Berdasarkan hasil pantauan tim Satgas Pangan Polda Jawa Timur, Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya, turun ke pasar pada Minggu (7/6/2026).
Di Pasar Soponyono dan Wonokromo, harga jual beras medium terpantau di harga Rp.12.000/kg masih berada di bawah HET Rp.13.500/kg, dan untuk harga jual beras premium di harga Rp.14.900/kg sesuai dengan ketetapan HET.
Sedangkan minyak goreng merek Minyakita terpantau di kedua pasar dengan harga sesuai dengan ketetapan HET Rp.15.700/liter. Beberapa pedagang yang ditemui mengharapkan supaya ketersediaan Minyakita dapat ditambah mengingat permintaan masyarakat masih cukup besar.
Perlu diketahui kuota DMO Minyakita untuk BUMN pangan (Bulog, Id Food, Agrinas Palma) hanya sebesar 35�n 65% sisanya oleh swasta. Penyumbang inflasi terbesar saat ini berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah adalah cabe rawit dan yang kedua baru beras.
"Tentu program-program pemerintah yang dilaksanakan diharapkan terus mampu untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras dan Minyak Goreng serta menjaga daya jual beli masyarakat dan inflasi terkendali di seluruh wilayah Indonesia," tutup Langgeng.
Editor : endang