Akademisi Lintas Negara Kunjungi Sentra Tenun Ikat, Imam Wihdan Zarkasyi : Warisan Budaya Harus Dijaga

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

KEDIRI  | harianduta.id - Sejumlah akademisi, peneliti budaya, dan desainer internasional dari Australia, Inggris, Malaysia, Taiwan, China, hingga Jepang melakukan kunjungan langsung ke sentra tenun ikat Bandar Kidul, Kamis (4/6/2026).

Kunjungan yang difasilitasi Universitas Ciputra Surabaya tersebut, mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Kediri, lantaran dinilai menjadi langkah strategis memperkenalkan warisan budaya lokal ke panggung internasional.

Imam Wihdan Zarkasyi, anggota DPRD Kota Kediri yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan, tenun ikat merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan, karena memiliki nilai ekonomi besar bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kunjungan ini. Tenun ikat adalah warisan budaya yang harus terus dijaga untuk anak cucu kita. Selain melestarikan budaya, tenun ikat juga memiliki potensi ekonomi yang besar bagi Kota Kediri,” ujarnya, saat di lokasi.

Menurut Politisi  Partai Golkar yang akrab Pak Lek Imam,  menguraikan, Pemerintah Kota Kediri saat ini tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) Pelestarian Budaya dan Perda Ekonomi Kreatif sebagai payung hukum untuk memperkuat pelestarian sekaligus pengembangan ekonomi berbasis budaya.

Di lokasi yang sama., Camat Mojoroto, Abdul Rahman, mengatakan, kunjungan para tamu mancanegara menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata budaya Kota Kediri.

“Kami berharap lahir generasi penerus penenun melalui sekolah tenun yang saat ini sedang diwacanakan. Bahkan lokasi yang diusulkan sudah tersedia di kawasan pintu masuk GOR Jayabaya Kota Kediri,” jelasnya.

Sementara, Dekan Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra Surabaya, Dr Susan, mengaku,  terkesan dengan proses pembuatan tenun ikat yang masih dikerjakan secara manual di tengah era digital dan kecerdasan buatan (AI).

"Kami sangat terkesan. Proses tenun ikat Kediri luar biasa. Story dan proses pembuatannya memiliki nilai yang sangat kuat. Kami ingin mengajak kolaborasi agar tenun Kediri semakin dikenal secara internasional, termasuk melalui fashion show tahunan yang kami gelar,” katanya.

Dr. Susan, mengutarakan, sebanarnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses desain, tapi tidak boleh menggantikan kreativitas dan ide para perancang.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Tenun Ikat Bandar Kidul sekaligus owner Palugada Tenun Ikat, Slamet Sugiyanto, menyambut baik kedatangan para desainer dan akademisi luar negeri tersebut.

“Ini kesempatan besar bagi kami. Produk tenun ikat Kediri yang menjadi ikon Kota Kediri berpeluang disandingkan dengan produk fashion internasional. Semoga kolaborasi ini membuka pasar yang lebih luas hingga mancanegara,” ungkapnya.

Hal senada , juga dikatakan Ketua Kadin Kota Kediri, Novianti Handayani, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan tenun ikat sebagai identitas daerah.

“Kami ingin tenun ikat Kediri terus hidup dan berkembang. Harapannya, generasi muda semakin mengenal dan mencintai tenun ikat sehingga warisan budaya ini tidak punah, bahkan mampu mendunia,” ucapnya .

Sekedar diketahui, kunjungan tersebut ,menjadi bukti bahwa tenun ikat Bandar Kidul tidak hanya memiliki nilai budaya tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus duta budaya Kota Kediri di tingkat global. (red/bud)

Berita Terbaru

Dafam Pacific Caesar Surabaya Hadirkan Kuliner Nasional "The Late Shift"

Dafam Pacific Caesar Surabaya Hadirkan Kuliner Nasional "The Late Shift"

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

SURABAYA | harianduta.id - - Artotel Group melalui pilar Food & Beverage-nya, Artotel Dine, menghadirkan The Late Shift, sebuah Program Kuliner di jaringan…

TAMATREN, Terobosan  Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

TAMATREN, Terobosan  Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Senin, 20 Jul 2026 17:36 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:36 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id – Pemerintah Kota Mojokerto terus membangun budaya sadar bencana di masyarakat. Salah satu terobosan baru yang dilakukan Dinas S…

Bareng Masyarakat, Mbak Wali : Perkuat Kebersamaan

Bareng Masyarakat, Mbak Wali : Perkuat Kebersamaan

Senin, 20 Jul 2026 17:32 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:32 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 bersama masyarakat, Senin…

ASN Diajak Perkuat Kolaborasi dan Semangat Juang

ASN Diajak Perkuat Kolaborasi dan Semangat Juang

Senin, 20 Jul 2026 17:30 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:30 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Mengawali pekan kerja, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadikan setiap pengalaman…

Perkuat Bisnis Klub Lewat Brand Apparel Sendiri

Perkuat Bisnis Klub Lewat Brand Apparel Sendiri

Minggu, 19 Jul 2026 22:06 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 22:06 WIB

LAMONGAN | harianduta.id – Persela Lamongan resmi menunjuk Octagon sebagai apparel resmi tim untuk menghadapi kompetisi Championship 2026/2027. Langkah t…

Bentuk SPAB Serta Salurkan Rambu Jalur Evakuasi di SMP Unggulan Roudlotussalam

Bentuk SPAB Serta Salurkan Rambu Jalur Evakuasi di SMP Unggulan Roudlotussalam

Minggu, 19 Jul 2026 15:53 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 15:53 WIB

BANYUWANGI | harianduta.id - Upaya penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah terus digencarkan. Rumah Zakat bersama Forum Pengurangan Risiko…