GRESIK | harianduta.id - Melanjutkan program pengelolaan lingkungan berbasis komunitas, Telkom University Kampus Surabaya resmi melaksanakan fase hilirisasi berkelanjutan di RT 02 RW 04 Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Fokus utama kegiatan Penelitian & Pengabdian Masyarakat (PPM) kali ini bertumpu pada Pengembangan Lini Produksi Upcycle Plastik guna mentransformasi hasil cacahan sampah plastik menjadi produk akhir bernilai komersial tinggi berupa coaster (tatakan gelas).
Program pengembangan lini produksi strategis ini merupakan bagian dari proyek strategis Center of Excellence (CoE) Circular Ecosystem and Sustainable Technology (CIRCLEST). Kegiatan ini dikomandoi oleh Aufar Fikri Dimyati, S.T., M.T. selaku Ketua Tim, anggota tim yang terdiri dari Dr. Benazir Imam Arif Muttaqin, S.T., M.T., Susmitha Canny, S.T., M.B.A., Ph.D., dan Rizal Ardianto, S.T., M.T. guna memastikan transfer teknologi berjalan optimal di lapangan, tim dosen tersebut juga dibantu oleh lima mahasiswa Telkom University Surabaya dalam seluruh rangkaian kegiatan pendampingan masyarakat.
Untuk memberikan gambaran jelas mengenai implementasi program di lapangan, berikut adalah rincian komponen penggerak dan fasilitas lini produksi yang telah ditempatkan di lokasi sasaran:
• Sistem Cetak Eksklusif (Molding Coaster): Disediakan total 9 unit cetakan presisi yang mencakup 4 buah molding berlogo Telkom University, 4 buah molding berlogo Kota Surabaya, dan 1 buah molding berlogo Circlest untuk menghasilkan variasi desain coaster plastik yang khas.
• Perangkat Keselamatan Kerja (K3): Mengingat proses pelelehan plastik melibatkan suhu tinggi dan uap kimia, aspek K3 diutamakan melalui pengadaan 1 unit Sarung Tangan Crusader Flex ukuran 10 tahan panas serta 1 unit Respirator Koken G7 + Cartridge KGC 10MC sebagai pelindung pernapasan warga.
• Sistem Proteksi Operasional: Instalasi diperkuat dengan penyediaan 1 unit Regulator High Pressure dan 1 unit Clamp untuk kelancaran mesin, serta 2 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kecil sebagai langkah preventif penanggulangan risiko kebakaran di area kerja.
Aufar Fikri Dimyati, S.T., M.T. selaku Ketua Tim mengatakan hilirisasi menjadi produk coaster ini memberikan lompatan ekonomi yang jauh lebih signifikan bagi warga Desa Gadingwatu jika dibandingkan dengan skema penjualan bahan baku dalam bentuk botol utuh maupun cacahan mentah.
“Produk tatakan gelas hasil daur ulang ini memiliki pangsa pasar yang sangat luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga harian, penunjang estetika di berbagai pelaku usaha kafe, hingga pemenuhan kebutuhan suvenir eksklusif bagi instansi.”
Melalui kelompok pengelola sampah yang kini bertransformasi menjadi unit usaha terstruktur, program kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan warga ini terbukti mampu menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan roda ekonomi lokal berbasis ekonomi sirkular, sekaligus menjadi solusi nyata dalam menekan polusi limbah plastik secara berkelanjutan. Imm
Editor : Redaksi