FYC Fest 2026

Fokus Bangun Ekonomi Digital, Pemerintah Ubah Arah Transmigrasi

Reporter : Imam Ghozali
Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat membuka FYC Fest 2026: Festival Ekosistem Digital di Surabaya, Sabtu (11/7/2026). (dok/duta.co)

SURABAYA | harianduta.id – Transmigrasi digital. Begitulah konsep transmigrasi yang digaungkan pemerintah mengubah arah kebijakan transmigrasi nasional dengan menempatkan digitalisasi sebagai motor penggerak ekonomi baru.

Beda dengan konsep transmigrasi sebelumnya, dimana yang dominan yakni memindahkan masyarakat yang sebagian besar dari pulau Jawa ke luar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan wilayah lain yang masing minim jumlah penduduknya.

Melalui konsep Transmigrasi Digital, Kementerian Transmigrasi menargetkan kawasan transmigrasi tidak lagi hanya menjadi sentra pertanian, tetapi berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis teknologi yang mampu menembus pasar global.

Gagasan tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat membuka FYC Fest 2026: Festival Ekosistem Digital di Surabaya, Sabtu (11/7/2026). Menurutnya, paradigma baru transmigrasi diarahkan untuk menciptakan kawasan ekonomi produktif melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan peneliti. Untuk menerapkan konsep tersebut gandeng 10 Perguruan Tinggi mulai IPB, ITB, ITS, UGM, UI, UDIP, UNPAD, UNIBRAW, UNHAS juga UNAIR.

"Program transmigrasi digital tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga mencakup pertambangan, perkebunan, hingga pariwisata. Kami ingin teknologi menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar," ujar Iftitah.

Ia mengungkapkan, sejumlah program pendampingan telah menunjukkan hasil positif. Nilai jual produk pertanian di kawasan transmigrasi bahkan mampu meningkat hingga enam kali lipat setelah dilakukan pengolahan dan penguatan rantai pemasaran. Pemerintah kini juga mendorong petani dan pelaku usaha lokal agar terhubung langsung dengan pasar internasional sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Untuk membuka peluang industrialisasi dan hilirisasi di kawasan transmigrasi dibukalah tim ekspedisi patriot sebagai quick wins dalam meningkatkan keberadaan SDM unggul di kawasan transmigrasi. Total pendaftar 10.359 dan yang terpilih sebesar 1.476 orang,” jelas Menteri Transmigrasi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai digitalisasi menjadi kebutuhan utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang nilainya telah mencapai sekitar Rp3.000 triliun per tahun. Menurutnya, transformasi digital harus mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha dan inovator, bukan sekadar memperbanyak konsumen teknologi.

"Kita tidak boleh hanya menjadi konsumen. Masyarakat harus menjadi pelaku pasar dan pencipta nilai tambah. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci agar ekonomi digital Jawa Timur terus berkembang," kata Emil.

Ia menambahkan, konsep Gerbang Baru Nusantara yang diusung pemerintah diharapkan mampu membangun hubungan ekonomi yang berkelanjutan antara daerah asal dan kawasan transmigrasi melalui investasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi bisnis. Pendekatan tersebut juga membuka peluang terbentuknya masyarakat yang tetap memiliki keterkaitan ekonomi di dua wilayah sekaligus sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.

FYC Group Resmikan FYC Fest Surabaya 2026 

FYC Group secara resmi meresmikan FYC Fest Surabaya 2026, Festival Ekosistem Digital pertama di Indonesia, yang diselenggarakan pada 10–12 Juli 2026 di Tunjungan Plaza 3, Convention Centre Lantai 6, Surabaya.

Acara peresmian dihadiri Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Bapak Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, beserta jajaran Kementerian Transmigrasi, serta Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Elestianto Dardak, bersama para tokoh pemerintahan, pelaku industri, pemimpin bisnis, media, kreator digital, dan berbagai mitra strategis.

Bapak Kenneth Symour Direktur FYC mengatakan kehadiran pemerintah dalam peresmian FYC Fest menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan ekosistem digital Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membuka peluang baru melalui transformasi digital, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan transmigrasi digital.

“FYC Group merupakan sebuah ekosistem digital yang menghubungkan dunia digital dengan pengalaman nyata. Kami percaya bahwa ekonomi kreator tidak lagi terbatas di dalam layar. Konten memiliki kekuatan untuk menginspirasi masyarakat dalam menemukan tempat baru, membangun komunitas, serta menciptakan dampak ekonomi yang nyata.”

Menurutnya melalui FYC Agency, FYC Go, FYC Entertainment, FYC Digital, FYC News, FYC Pictures, dan FYC Fest, FYC Group membangun sebuah ekosistem yang mempertemukan kreator, brand, bisnis, destinasi, dan komunitas untuk tumbuh bersama.

“Mulai dari mengembangkan karier kreator, menghadirkan cerita melalui media dan produksi, menghubungkan audiens dengan pengalaman nyata, hingga mempertemukan komunitas digital dalam acara berskala besar, FYC Group berkomitmen mengubah konten menjadi dampak nyata.”

Ibu Fabienne Nicole Perwakilan FYC Fest Surabaya mengatakan FYC Fest Surabaya 2026 menghadirkan berbagai program unggulan. Di antaranya FYCreator Academy. Program edukasi intensif selama tiga hari yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari dunia content creation secara langsung melalui workshop, FYC Top Creator Talkshow, sesi bersama pelaku industri, brand activation, serta brand matchmaking yang membuka peluang kolaborasi antara kreator dan berbagai brand.

“Melalui FYC Fest Surabaya 2026, FYC Group berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekosistem kreator digital Indonesia dengan menciptakan ruang kolaborasi antara kreator, brand, UMKM, komunitas, dan pemerintah.”

Surabaya menjadi kota pertama dalam perjalanan FYC Fest sebagai awal dari langkah besar FYC Group untuk menghadirkan festival ekosistem digital ke berbagai kota di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. imm

 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru