Tingkatkan Kualitas Pendampingan Ibu Nifas

50 Kader Kesehatan RW 04 Wonokromo Ikuti Pelatihan Model Continuity of Care

Reporter : Endang
Tim Unusa foto bersama para kader kesehatan Wonokromo. FOTO/ist

SURABAYA | harianduta.id –  Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari S1 Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengedukasi dan memberikan pelatihaan kesehatan.

Pelatihan itu dilakukan di wilayah RW 04, Kelurahan Wonokromo, Surabaya, pada Jumat, 17 Juli 2026 lalu.

Baca juga: Unusa Jalin Kemitraan Strategis dengan Kampus Informatika JepangĀ 

Kegiatan ini untuk menekan angka risiko komplikasi pada masa pascapersalinan dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.

Kegiatan yang mengusung tema "Implementasi Model Clinical Skills Continuity of Care (CoC) pada Kader Kesehatan dalam Pendampingan Ibu Nifas dan Penguatan Dukungan Keluarga" ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga dan tokoh masyarakat setempat.

Tercatat sebanyak 50 kader kesehatan dari wilayah RW 04 turut hadir sebagai peserta utama. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua RW 04 Wonokromo beserta jajarannya, serta Penanggung Jawab Program Wilayah dari Puskesmas Wonokromo yang memberikan dukungan penuh terhadap jalannya program inovatif ini.

Ketua Tim Pengabdian Masyaraka, Rizki Amalia menjelaskan bahwa masa nifas (postpartum) merupakan fase kritis yang membutuhkan pemantauan ekstra, tidak hanya dari tenaga medis, tetapi juga dari lingkungan terdekat, khususnya kader kesehatan dan keluarga.

Baca juga: Perkuat Praktik PMBA Cegah Stunting dengan Pendekatan Family Centered Care

"Melalui penerapan model Continuity of Care (CoC) atau asuhan kebidanan berkesinambungan ini, kami berharap para kader memiliki keterampilan klinis dasar yang mumpuni untuk mendampingi ibu nifas. Selain itu, penguatan dukungan dari suami dan keluarga inti juga menjadi fokus utama agar kesehatan fisik dan psikologis ibu pascapersalinan tetap terjaga secara optimal," papar Rizki Amalia.

Selama kegiatan berlangsung, ke-50 kader kesehatan diberikan materi komprehensif mulai dari deteksi dini tanda bahaya nifas, pentingnya nutrisi pascapersalinan, manajemen laktasi (menyusui), hingga strategi komunikasi untuk memberikan dukungan emosional kepada ibu nifas guna mencegah postpartum depression.

Penanggung Jawab Program Wilayah Puskesmas Wonokromo, menyambut baik sinergi antara akademisi dan unsur masyarakat ini. Menurutnya, peran kader sangat vital sebagai perpanjangan tangan Puskesmas di lini terbawah.

Baca juga: PPDS FK Unusa Terima 10 Mahasiswa Baru

"Kader kesehatan adalah garda terdepan di masyarakat. Dengan adanya peningkatan kapasitas melalui model CoC ini, kami dari Puskesmas sangat terbantu. Deteksi dini risiko pada ibu nifas bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran berkat kader-kader yang tanggap," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Ketua PKK RW 04 Wonokromo,Ibu Andjar Purwarni Sari. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penyelenggara dan berharap program pendampingan ini dapat terus berlanjut. "Ibu-ibu kader kami sangat bersemangat. Ilmu yang diberikan sangat aplikatif dan benar-benar dibutuhkan oleh warga kami," ujarnya.

Melalui program pengabdian masyarakat ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara tenaga kesehatan, kader, dan keluarga. Integrasi model Continuity of Care pada tingkat akar rumput ini diproyeksikan mampu mewujudkan kemandirian masyarakat dalam memantau kesehatan ibu nifas, sehingga kualitas kesehatan ibu dan bayi di wilayah Wonokromo dapat terus meningkat. 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru