Program Pertukaran Pelajar Rotary Club

Lucy Filipczak Sekolah di Smamda Surabaya

Reporter : Endang
Lucy (dua kanan) berbincang dengan Kepala Smamda Surabaya, Mukhlasin (tengah) dan perwakilan Rotary Club, Enny saat welcome party, Kamis (6/8/2026). FOTO/wiwiek

SURABAYA |harianduta.id - Lucy Filipczak asalbAmerika Serikat menjadi siswi di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya selama setahun ke depan.

Lucy (15) akan duduk di bangku kelas X sekolah swasta favorit itu. Lucy bisa belajar bahasa dan budaya serta pembelajaran lain di Smamda karena mengikuti program Student Youth Exchange yang digagas Rotary Club.

Saat welcome party, Kamis (6/8/2026), Lucy mengaku antusias mengikuti semua kegiatan di Smamda Surabaya. "Sudah tidak sabar untuk ikut semua kegiatan. Pasti seru," katanya.

Lucy sebelum datang ke Indonesia mengaku sama sekali tidak mengetahui tentang negara ini. Dia baru mencari tahu, lima bulan sebelum datang ke Indonesia.

"Baru belajar, mencari tahu semuanya. Bahasa, budayanya saya pelajari. Menarik," ungkapnya.

Belum seminggu, Lucy berada di Surabaya. Dan dia mengaku sudah ke Bromo yang sangat eksotik. Mencicipi makanan Surabaya yang memurutnya unik. "Soto ayam, sate ayam, nasi goreng. Dan saya suka sate ayam," ungkapnya.

Enny Ambarsari, Perwakilan dari Rotary Club mengaku program ini sudah berjalan lama di Indonesia. Siswa yang didatangkan berasal dari berbagai negara.

"Kami memiliki sekolah yang biasanya sudah bekerjasama dengan kita. Selain itu, biasanya di sekolah itu ada siswanya yang ikut pertukaran pelajar ke luar negeri," jelasnya.

Siswa yang ditempatkan memegang bisa pelajar. Selama mengikuti program, yang bersangkutan dilarang untuk bekerja. Dia akan tinggal bersama orang tua asuh yang sudah dipilih oleh Rotary Club biasanya orang tua orang tua asuh itu berasal dari anggota Rotary Club atau pihak lain yang sudah dipercaya.

Kepala Smamda Surabaya, Mukhlasin mengungkapkan, kerja sama ini berlangsung secara dua arah (saling mengisi), di mana Smamda tidak hanya menerima siswa dari luar negeri, tetapi juga mengirimkan siswanya untuk belajar di berbagai negara.

"Sesungguhnya ini adalah upaya kita membuka ruang bagi anak-anak agar senantiasa melakukan kolaborasi dan komunikasi dengan dunia luar. Harapan kita, anak-anak ini menjadi warga dunia yang peduli terhadap perdamaian dunia, lingkungan, hingga isu global warming," ujar narasumber dari pihak sekolah.

Selama menjalani masa studi di Smamda, siswa asing tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga difokuskan pada pengenalan budaya dan nilai-nilai toleransi. Banyak pelajar asing yang tertarik datang karena melihat Indonesia sebagai negara dengan tingkat toleransi bermasyarakat yang sangat tinggi.

"Selain itu, mereka juga mempelajari bahasa Indonesia. Pihak sekolah mencontohkan keberhasilan seorang siswa asal Prancis pada periode sebelumnya yang berhasil pulang ke negaranya dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang cukup fasih," kata Mukhlasin.

Misi Mengubah Pandangan Dunia terhadap Islam

Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, Smamda membawa misi khusus dalam program pertukaran pelajar ini, yakni meluruskan miskonsepsi yang sering terjadi di negara-negara Barat terhadap umat Muslim.

"Diakui atau tidak, kacamata orang-orang Barat sering menganggap Muslim itu identik dengan teroris. Ini yang harus kita ubah, bahwa tidak semua Muslim seperti itu. Mudah-mudahan dengan langkah ini akan terjalin perdamaian dunia, dimulai dari SMA Muhammadiyah 2," tegasnya.

Pemberangkatan Siswa dan Statistik Program

Terkait pengiriman siswa ke luar negeri untuk tahun ini, pihak sekolah menyebutkan belum ada siswa yang diberangkatkan. Namun, baru-baru ini terdapat siswa Smamda yang baru saja menyelesaikan program pertukaran pelajar dari Finlandia.

Selama sembilan tahun bermitra dengan Rotary, pihak sekolah mencatat jumlah peserta yang fluktuatif setiap tahunnya, rata-rata satu hingga dua siswa per tahun. Khusus untuk partisipan yang berasal dari Amerika Serikat, hingga saat ini tercatat sudah ada sekitar dua hingga tiga siswa yang pernah mengikuti program di Smamda. lis

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru