Perkuat Transformasi Digital

59 Ribu Ustaz dan Guru Lulus AI Teaching Powers

Reporter : Redaksi
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said. FOTO/ist

JAKARTA | harianduta.id - Kementerian Agama bekerja sama dengan Microsoft Elevate dan NU Care Global by LAZISNU menggelar Program AI Teaching Power.

Berjalan sejak November 2025 hingga Juni 2026, program ini melatih 58.968 tenaga pendidik dari 38 provinsi.

Program AI Teaching Power berfokus pada upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik formal maupun nonformal dalam memanfaatkan AI secara praktis, etis, dan relevan untuk pembelajaran abad ke-21, dengan prioritas pada pesantren dan madrasah.

Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan bahwa perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk memperkuat mutu pesantren tanpa meninggalkan jati diri kekhasannya.

"Kita ingin pesantren siap menghadapi perkembangan teknologi melalui transformasi digital yang adaptif, namun tetap berpijak pada nilai, adab, dan karakter pendidikan Islam. AI harus menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran guru maupun tradisi keilmuan pesantren," ujar Basnang saat AI Teaching Power Impact Forum di Kantor Microsoft Indonesia, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Forum tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan bahwa pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh berhenti sebagai pelatihan jangka pendek, melainkan berkembang menjadi gerakan nasional peningkatan kapasitas guru, ustaz, dan tenaga pendidik pesantren secara berkelanjutan.

Sepanjang pelaksanaan program, AI Teaching Power mencatat sebanyak hampir 59 ribu tenaga pendidik mengikuti pelatihan dan menghasilkan 92.052 sertifikasi kompetensi.

Sepertiga (29,33 %) peserta berasal dari pondok pesantren, disusul MTs/sederajat (23,94 persen), MA/sederajat (20,28 persen), MI/sederajat (15,92 persen), institusi pendidikan lain (7,55 persen), dan TK/PAUD (2,98 persen).

Hal ini memperlihatkan bahwa pesantren menjadi salah satu basis utama transformasi digital melalui program yang melibatkan 12.418 institusi pendidikan. Program ini diproyeksikan memberikan dampak pembelajaran kepada 2.358.720 murid dan santri di seluruh Indonesia.

Dari sisi gender, partisipasi tenaga pendidik berlangsung cukup seimbang dengan 52 persen perempuan dan 48 persen laki-laki. Ini menunjukkan antusiasme tinggi pendidik perempuan dalam meningkatkan literasi AI dan beradaptasi terhadap transformasi pendidikan digital.

Komposisi usia peserta juga menunjukkan dominasi kelompok usia produktif. Sebanyak 64 % peserta berada pada rentang usia 24–40 tahun, terdiri atas usia 24–30 tahun (31 %) dan 31–40 tahun (33 %), sementara peserta usia 18–23 tahun mencapai 11 %, usia 41–50 tahun 18 %, usia 51–60 tahun 6 %, dan usia di atas 60 tahun sebesar 1 %.

89% Ustadz Raih Kompetensi Tinggi
Peningkatan kompetensi peserta setelah mengikuti pelatihan cukup tinggi. Pada pre-test, sebanyak 81 % peserta berada pada kategori kompetensi rendah, 10 persen kategori menengah, dan hanya 9 persen kategori tinggi.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, hasil post-test menunjukkan perubahan yang sangat signifikan: 89 % peserta mencapai kategori kompetensi tinggi, sementara kategori menengah menjadi 7 �n kategori rendah tinggal 4 %.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang menggabungkan penguatan literasi digital, praktik penggunaan AI, serta pendampingan implementasi mampu meningkatkan kesiapan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru