Geng Copet Keliling 11 Kota Dimulai

Kisah Komedi Persahabatan di Film Operasi Pesta Copet

Reporter : Imam Ghozali

SURABAYA | harianduta.id  -  Copet, identik dengan sosok misterius yang kerap kita jumpai dalam berbagai kesempatan. Copet adalah bentuk pencurian yang melibatkan mencuri uang atau barang berharga lainnya dari orang korban tanpa membuat mereka mengetahui bahwa barang mereka dicuri pada saat itu.

Namun di balik kenapa harus menjadi copet, tidak banyak yang mengulas. Apakah menjadi copet menjadi satu pekerjaan, keterpaksaan karena kondisi atau karena keterbatasan skill sehingga menjadi copet jalan pintas untuk menjadi kaya. Itulah yang diangkat dalam film komedi persahabatan Operasi Pesta Copet.

Dan menyambut perilisan film komedi persahabatan Operasi Pesta Copet, jajaran pemeran dan sineas dari film tersebut hadir di Surabaya! Aktor Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Kawai Labiba dan produser Ernest Prakasa serta sutradara Edy Khemod hadir untuk menyapa para awak media dan penonton special screening dan meet & greet Royal Plaza Mall. Dalam penayangan spesial film yang diproduksi Imajinari bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator tersebut, muncul cerita-cerita menarik di balik layar.

Dalam penayangan triller film Operasi Pesta Copet di hadapan media Surabaya dibuat terhibur dengan komedi yang fresh dan berbeda dari karya-karya Imajinari sebelumnya. Namun, kedekatan cerita tentang tekanan ekonomi yang menghimpit kehidupan juga amat terasa sehingga membuat film ini begitu nyata untuk penonton.

Dengan sajian musik yang melibatkan puluhan musisi baik di depan layar hingga di belakang layar, syuting dengan latar padat kerumunan puluhan ribu penonton festival musik terbesar Indonesia Pestapora, hingga komedi yang terasa ringan namun ‘ngena’, membuat Operasi Pesta Copet sebagai sajian fresh terbaru Imajinari.

Diproduseri duo Ernest Prakasa dan Dipa Andika, kini mereka menggandeng sutradara debutan Edy Khemod yang telah lebih dulu berkiprah di industri musik. Tak hanya Khemod, Imajinari juga menggandeng Awwe sebagai konsultan komedi, komika Stand Up Comedy yang juga punya latar musik kuat.

“Awwe salah satunya kenapa kami pilih sebagai konsultan komedi di film Operasi Pesta Copet tentunya karena dia punya gaya komedi yang khas dan unik, dia juga anak musik dan skena banget. Justru sebelum dia berada di panggung Stand Up, Awwe lebih sibuk di dunia musik juga. Yang kami pegang adalah Awwe bisa satu kepala dengan Khemod untuk urusan komedinya. Salah satu peran Awwe di film ini juga untuk memastikan secara pemilihan logat dan diksi yang dibawakan oleh para karakternya,” ujar produser Ernest Prakasa.

Tantangan dalam pembuatan film ini yakni mengejar kesempatan dalam momen pesta musik Pestapora 2025. Banyak scene film ini yang dibuat di dalam berlangsungnya Pespapora 2025 yang dihadiri ribuan penonton.

“Disinilah tantangan sebenarnya bagaimana bergerak cepat dengan latar belakang pesta musik terbesar di Indonesia. Syukurnya semua berjalan lancar meski harus ada beberapa kalia re take sejumlah pemain.”

Di film ini, keseriusan juga ditunjukkan dengan memberikan kredit untuk 500 extras yang terlibat. Tak hanya dibutuhkan untuk kepentingan visual semata, namun peran mereka juga diapresiasi dengan menyertakan seluruh nama di bagian kredit akhir film. Bahkan, demi memastikan tak ada kesalahan salah ketik nama extras, Imajinari rela melakukan tes DCP (Digital Cinema Package)—proses uji coba pemutaran—hingga tiga kali.

Sementara untuk Iqbaal Ramadhan, yang memerankan karakter utama bernama Ijal di film ini, merasa bersyukur karena Operasi Pesta Copet telah mewujudkan manifestasinya satu dekade silam. Di film ini, Iqbaal juga mengambil peran sebagai produser.

“10 tahun lalu saat saya mencoba apply beasiswa, ketika diminta menulis esai tentang apa yang akan saya lakukan dalam 10 tahun mendatang, salah satunya yang saya tulis adalah menjadi produser musik dan produser film. Keduanya tercapai di Operasi Pesta Copet,” ujar Iqbaal Ramadhan.

Iqbaal Ramadhan mengakui untuk memerankan sosok Ijal harus mengubah penampilannya lebih kurus dan hitam dekil. Untuk itu Iqball harus bisa menurunkan berat badan sekitar 8 kg dalam sebulan, untuk mengubah warna kulitnya dengan banyak berjemur langsung di matahari.

“Untuk turunkan berat badan dengan pola makan kurangi asupan karbohidrat pastinya. Banyak godaannya, karena catering nya makanannya enak-enak. Namun demi peran Ijal harus bisa menahannya dan berhasil. Untuk membikin kulit agak gelap, awalnya pakai make up, namun hasilnya malah kurang bagus akhirnya banyakin jemur langsung di matahari,” kata Iqbaal menceritakan perjuangannya.

Sutradara Edy Khemod mengakui untuk take film ini para pemain harus survey dan latihan beneran menjadi pencopet. Latihannya dari para pesulap yang diundang kusus untuk melatih kecepatan tangan layaknya pencopet beneran.

“Jangan hakimi langsung para pencopet. Ada apa di balaik semua itu yang menarik. Ijal (Iqbaal Ramadhan) dkk karena terjepit tekanan ekonomi nekat mencopet di festival musik terbesar Indonesia, Pestapora. Syuting di tengah festival dengan puluhan ribu penonton, inilah film paling berani dari Imajinari.”

Operasi Pesta Copet diproduksi oleh Imajinari, bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator, tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Premisnya memang tentang copet, tetapi hatinya tentang persahabatan, dan menceritakan konteks sosial dan emosi yang mendalam.

Operasi Pesta Copet tayang serentak di seluruh bioskop mulai 27 Agustus 2026. Surabaya menjadi salah satu kota yang menjadi bagian roadshow film Operasi Pesta Copet dari total 11 kota sejak 22–31 Agustus 2026. Selain Surabaya, kota-kota yang turut merayakan Pesta Copet antara lain Malang (22 Agustus 2026), Sidoarjo (23 Agustus 2026), Solo (24 Agustus 2026), Yogyakarta (25 Agustus 2026), Semarang (26 Agustus 2026), Purwokerto (27 Agustus 2026), Cirebon (28 Agustus 2026), Bandung (29 Agustus 2026), Bandung & Bekasi (30 Agustus 2026) dan Bogor (31 Agustus 2026). Imm

 

 

 

Editor : Imam Ghozali

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru