Sosialisasi Produk Hukum

Imam Wihdan Zarkasyi Dorong Bahasa Daerah Tetap Lestari

author Arya Budi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

KEDIRIharianduta.id- Bahasa Jawa tetap lestari di tengah pesatnya perubahan zaman, langkah ini dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri,  dengan mendorong pembentukan ekosistem kolaboratif yang melibatkan sekolah, komunitas budaya, akademisi, hingga masyarakat.

Hal tersebut, disampaikan Anggota DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, dalam Sosialisasi Produk Hukum di Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri yang diikuti 200 pelajar SMA /SMK sederajat dan perwakilan Guru Bahasa Deerah.

Menurut Pak Lek Imam, sapaan akrab Politisi Partai Golkar, tersebut, pemerintah sebenarnya telah memiliki landasan hukum yang kokoh melalui UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan serta Perda Pemajuan Kebudayaan sejak 2023. Namun, aturan tersebut dinilai belum cukup tanpa partisipasi aktif dari masyarakat.

"Kita tidak bisa selesai hanya dari Perda saja, karena itu butuh ekosistem yang harus muncul. Dari masyarakat melalui komunitas seperti apa, dan pendidikan juga terlibat seperti apa, nanti kita kolaborasikan. Sehingga kita punya formula yang dijalankan bersama-sama," kata Pak Lek Imam, Minggu 16 Agustus

Pak Lek Imam  juga menyebut, sekolah menjadi ruang paling vital untuk menjaga penggunaan bahasa daerah sekaligus menanamkan etika dan tata krama. DPRD Kota Kediri berencana mendorong diskusi konkret bersama para guru dan pegiat budaya guna menyusun formula pembelajaran yang pas.

"Dinas Pendidikan Kota Kediri bermaksud mengumpulkan guru-guru bahasa daerah untuk mencari dan menemukan kira-kira formula seperti apa yang pas di tingkatan SD dan SMP," ungkap Pak lek Imam.

Sementara, tantangan adaptasi bahasa daerah juga dirasakan Gilang Junior Firmansyah, siswa SMAN 1 Kota Kediri asal Pontianak, Kalimantan Barat. Meski telah menetap selama enam tahun, ia mengaku, masih kerap kesulitan membedakan tingkatan bahasa ngoko dan krama.

"Saya ingin bertanya, ada banyak anak dari luar Jawa yang saat ini tinggal di Jawa. Contohnya saya sendiri yang asli Pontianak, Kalimantan Barat, dan sudah enam tahun menetap di sini. Apa solusi bagi anak-anak pendatang yang belum bisa bahasa Jawa agar bisa lebih mudah belajar sekaligus bersosialisasi dengan teman-teman di Jawa?" ujar Gilang.

Merespons persoalan tersebut, Akademisi UIN Syekh Wasil Kediri, Dr. Prilani, M.Si., mendorong munculnya komunitas kreatif berbasis anak muda agar bahasa Jawa tetap relevan.

"Kampus kami bersedia menjadi basecamp bagi siswa-siswi untuk belajar dan mendalami bahasa Jawa. Fasilitas kampus dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar sekaligus tempat berkegiatan bagi pelajar yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa," terangnya.

Sementara itu, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Sutimah, S.Pd., mengusulkan penerapan program pembiasaan berbahasa daerah di lingkungan sekolah secara rutin.

"Jika program English Day dapat diterapkan dengan baik, maka program Kamis Basa Jawa juga sangat krusial untuk menjaga kearifan lokal," urainya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Drs. Mandung Sulaksono, menyambut positif usulan tersebut dan tengah menggelar konsolidasi maraton bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa daerah.

"Langkah ini menjadi bentuk komitmen bersama. Setelah sebelumnya ada arahan dari Wali Kota mengenai program One Day English, kami menyepakati bahwa perlu ada keseimbangan. Harus ada satu hari khusus di mana anak-anak dan guru berdialog menggunakan Bahasa Jawa," tutup Mandung. (bud)

Berita Terbaru

KAI Daop 7 Catat 42.996 Pelanggan Periode Sepekan

KAI Daop 7 Catat 42.996 Pelanggan Periode Sepekan

Senin, 17 Agu 2026 05:08 WIB

Senin, 17 Agu 2026 05:08 WIB

  KEDIRIharianduta.id- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat tingginya mobilitas masyarakat pada momentum libur panjang Hari …

Diduga Hendak Balap Liar, 10 Motor Ditilang

Diduga Hendak Balap Liar, 10 Motor Ditilang

Minggu, 16 Agu 2026 18:05 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 18:05 WIB

LAMONGAN | harianduta.id – Upaya sejumlah pemuda yang diduga hendak melakukan aksi balap liar di Jalan Lingkar Utara Lamongan digagalkan petugas Pamapta Polres …

Telkomsel Siapkan Paket Darurat  agar Flores Tetap Terhubung

Telkomsel Siapkan Paket Darurat  agar Flores Tetap Terhubung

Minggu, 16 Agu 2026 17:57 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 17:57 WIB

SURABAYA | harianduta.id - Telkomsel menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Bencana ini membawa duka…

Semarak Fun Walk Paguyuban Sinar Mas dengan Berdayakan Pelaku  UMKM

Semarak Fun Walk Paguyuban Sinar Mas dengan Berdayakan Pelaku  UMKM

Minggu, 16 Agu 2026 10:04 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 10:04 WIB

SURABAYA | harianduta.id -  Karyawan 18 Unit usaha Sinar Mas Group berkumpul dalam acara Fun Walk Paguyuban Sinar Mas  yang digelar di Villa Bukit Mas 2 di R…

KAI Daop 7 Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI

KAI Daop 7 Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI

Sabtu, 15 Agu 2026 06:58 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 06:58 WIB

  KEDIRI|harianduta.id-Untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat pada libur panjang Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang bertemakan “Indonesia B…

Akomodir Usulan Jalan Usaha Tani di Peresmian Jembatan Garuda

Akomodir Usulan Jalan Usaha Tani di Peresmian Jembatan Garuda

Jumat, 14 Agu 2026 16:50 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 16:50 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan kesiapannya mengakomodir usulan penguatan jalan usaha tani yang berada di perbatasan…