JOMBANG I harianduta.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, tak hanya menjadi forum penting untuk membahas arah perjalanan organisasi. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Geliat ekonomi itu salah satunya terlihat dari ramainya bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi muktamar. Sejumlah pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk menawarkan berbagai produk sekaligus menambah pendapatan selama gelaran Muktamar NU berlangsung.
Slamet Rahimin, warga asli Jombang yang berjualan makanan dan minuman, mengatakan keberadaan bazar UMKM menjadi peluang ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat. Tingginya mobilitas peserta dari berbagai daerah membuat permintaan terhadap makanan, minuman, oleh-oleh, hingga produk lokal ikut meningkat.
“Bazar ini menjadi ladang rezeki bagi warga Jombang. Banyak peserta yang datang dari luar daerah, sehingga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan dan mendapatkan tambahan penghasilan,” ujar Slamet, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, kedatangan ribuan peserta Muktamar NU menciptakan perputaran ekonomi tersendiri bagi masyarakat Jombang. Warga yang sebelumnya menjalankan usaha di lingkungan sekitar kini memiliki kesempatan memperkenalkan produk mereka kepada konsumen dari luar daerah.
Kondisi tersebut, lanjut Slamet, menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku UMKM. Produk yang dijajakan tidak hanya dibeli masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi dikenal lebih luas oleh peserta muktamar.
“Yang datang bukan hanya warga Jombang. Banyak juga dari luar kota, bahkan dari berbagai daerah. Ini kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka lebih luas,” katanya.
Beragam produk UMKM terlihat meramaikan kawasan bazar. Mulai dari makanan dan minuman, makanan ringan, produk olahan rumahan, hingga berbagai produk khas daerah. Aktivitas perdagangan tersebut membuat kawasan sekitar lokasi muktamar tidak hanya dipenuhi kesibukan peserta, tetapi juga geliat ekonomi masyarakat.
Bagi warga Jombang, Muktamar ke-35 NU menjadi momentum untuk ikut mengambil bagian dalam menyukseskan agenda besar organisasi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menyediakan berbagai kebutuhan bagi peserta yang datang.
Slamet menilai geliat tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala besar dapat memberikan efek berantai bagi perekonomian masyarakat. Ketika jumlah pengunjung meningkat, kebutuhan terhadap barang dan jasa pun ikut bertambah.
“Kalau banyak orang datang, tentu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Dari situ masyarakat bisa mengambil peluang. Ada yang berjualan makanan, minuman, oleh-oleh, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Dengan demikian, Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi ruang konsolidasi dan permusyawaratan warga Nahdliyin, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Bagi pelaku UMKM Jombang, ramainya peserta dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Editor : Redaksi