Gubes UIN Jakarta Uji Disertasi Tafsir Sufi Jawa di Universitas Leiden

author Endang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Guru Besar Filologi UIN Jakarta Oman Fathurahman menguji disertasi di Universitas Leiden. FOTO/ist
Guru Besar Filologi UIN Jakarta Oman Fathurahman menguji disertasi di Universitas Leiden. FOTO/ist

i

SURABAYA | harianduta.id -- Namanya Oman Fathurahman. Dia guru besar bidang Filologi pada Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Kapasitas dan otoritas sebagai ahli manuskrip mengantarnya sebagai salah seorang penguji pada Ph.D Defense di Universitas Leiden.

Promovendus hari itu adalah Nur Ahmad, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, yang menempuh studi doktoralnya di Belanda. Dia menulis disertasi tentang “Javanese Mystical Qurʾān Interpretation: Kyai Saleh Darat’s (d. 1903) Fayḍ al-Raḥmān and the Javanese Mystical World”.

Kyai Saleh Darat adalah ulama Nusantara yang banyak menulis kitab, termasuk di bidang tafsir Al-Qur'an dan Tasawwuf. Tokoh ini dikenal sebagai guru ngaji dari RA Kartini, KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan KH Hasyim Asy'ari (pendiri Nahdlatul Ulama).

“Ketika Universitas Leiden meminta kesediaan saya sebagai penguji disertasinya, dan setelah membaca abstrak serta daftar isinya, saya langsung menyatakan bersedia. Topiknya menarik minat perhatian saya. Cocok sebagai bahan obrolan di Ngariksa, dan memang konsumsi santri pesantren,” papar Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah Depok ini di Leiden, Selasa (9/6/2026).

“Saya pernah dalam posisi sebagai pihak yang “teruji”, mempertahankan temuan dalam disertasi, 23 tahun lalu, di FIB UI. Tidak mudah bertukar argumen dengan penguji. Namun, Dr. Nur Ahmad ini melakukannya dengan sangat baik,” sambungnya.

Selama ini, banyak dosen lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia yang sebelumnya menyenyam pendidikan di Universitas Leiden, Belanda. Namun, menjadi penguji disertasi pada kampus ternama di negeri Kincir Angin ini adalah prestasi dan kesempatan langka, khususnya bagi sivitas akademika PTKI. Apalagi, sang penguji adalah “produk lokal” pendidikan tinggi nusantara.

Bahkan, hingga saat ini, belum pernah ada filolog Indonesia yang menguji disertasi bidang kajian Islam Indonesia di Leiden, kampus yang paling banyak menyimpan koleksi manuskrip khazanah nusantara di dunia.

"Ini menjadi salah satu bukti bahwa ‘Filologi Plus’ itu penting. Kajian manuskrip akan lebih bermakna dan memberikan kontribusi ketika dipadukan secara multidisiplin, tidak saja pendekatan filologi, tapi diintegrasikan dengan bidan gilmu lain," tegas Pengampu Ngariksa ini.

Khazanah Nusantara

Ujian disertasi ini berlangsung di the Groot Auditorium, Academy Building, Rapenburg 73, Leiden. Menurutnya, gedung ini penuh aura, tempat di mana ada patung Dr. Ario Hoesein Djajadiningrat, orang Indonesia pertama yang menjadi Doktor di Universitas Leiden pada 1913.

Prof Oman hadir sebagai “Oppnonent” bersama anggota Komite Ph.D Defense lain kelas dunia, antara lain: Prof. Dr. Nico J. Kaptein, Prof. Dr. Ben Arps, Prof. Dr. Edwin P. Wieringa, Prof. Dr. Johanna Pink, Prof. Willem van der Molen, dan Dr. Verena H. Meyer. Sebagai penguji Prof Oman mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan.

“Dalam waktu yang sangat dibatasi, saya mengajukan satu pertanyaan, tentu didahului dengan sapaan “Esteemed Candidate” kepada sang calon Doktor:

“Bagaimana sebetulnya posisi Kiai Saleh Darat dalam menyikapi doktrin tasawuf wahdatul wujud, atau disebut Akbarian, yang berkembang di Jawa abad 19? Apakah ia menolaknya dan lebih memilih tafsir gaya tasawuf al-Ghazali yang lebih bersifat praktis (amali)?”,” paparnya.

Prof Oman beralasan mengapa menanyakan posisi Kiai Saleh Darat, yang menurutnya agak ambigu menyikapi doktrin wahdatul wujud. Berbeda misalnya dengan ulama besar abad 18, Syekh ‘Abd al-Samad al-Palimbani, yang bahkan dikenal dalam literatur Arab sebagai ulama Nusantara yang paling fasih menjelaskan gagasan sufi al-Ghazali.

Alih-alih menolak tasawuf Akbarian, sebagai "Ghazalian" Syekh ‘Abd al-Samad justru menulis karya “Mulakhkhas ila al-Tuhfah”, ringkasan karya Fadl Allah al-Burhanpuri yang berbicara tentang Martabat Tujuh. Al-Palimbani juga menyelipkan topik wahdatul wujud dalam karya tasawuf Melayunya, Siar al-Salikin.

“Jika kedua tokoh ini, al-Palimbani dan Kiai Saleh Darat, berbeda dalam menyikapi doktrin tasawuf Ibn ‘Arabi (Akbarian), padahal keduanya pendukung kuat tasawuf al-Ghazali, maka warisan peradaban Islam Indonesia sesungguhnya menyimpan kekayaan tipologi pemikiran Islam yang amat ‘keren’ dan dinamis pada zamannya,” sebutnya.

Prof Oman juga berbagi pengalaman kali pertama ikut seremoni Ph.D Defense di Leiden sebagai "Opponent". Dia melihat, perguruan tinggi di Indonesia, utamanya di UIN Syarif Hidayatullah, banyak mengadopsi model seremoni di Leiden. “Bedanya, di Leiden promotor, atau supervisor, tidak ikut bertanya dalam ujian sidang promosi disertasi,” tandasnya.

Kenapa Prof Oman?

Prof. Oman Fathurahman selama ini dikenal sebagai ahli manuskrip kuno Islam Nusantara. Dia kini adalah satu-satunya guru besar filologi yang ada di perguruan tinggi Islam seantero Indonesia. Apalagi, filologinya punya kekhasan pada manuskrip keagamaan dan pendekatan kajian multidisipliner. Ia menawarkan konsep Filologi Plus.

Komitmennya pada dunia manuskrip Nusantara diwujudkan dalam menggawangi program DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia), sebuah program yang fokus melestarikan manuskrip Asia Tenggara yang terancam punah, melalui digitalisasi.

Selain mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pengasuh Pesantren Al Hamidiyah Depok ini juga dikenal sebagai pengampu Ngariksa atau Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara.

Kajian berbasis online melalui chanel NGARIKSA TV di platform youtube ini sudah berjalan sejak 2019. Kajian mencakup ribuan naskah dari berbagai daerah di Nusantara yang membahas sejarah kerajaan, tasawuf, hingga cara leluhur menangani wabah di masa lampau.

Pada 2022, program ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Presiden RI, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, karena menjadi terobosan digital dalam melestarikan sejarah dan manuskrip kuno. Ngariksa juga menjadi salah satu poin yang mengantarkan Prof. Oman meraih Habibie Prize dalam bidang ilmu filsafat, agama, dan kebudayaan pada 2023. 

Berita Terbaru

Gandeng KAI Edukasi Seru bagi Anak di Hari Anak Nasional 2026

Gandeng KAI Edukasi Seru bagi Anak di Hari Anak Nasional 2026

Senin, 27 Jul 2026 09:50 WIB

Senin, 27 Jul 2026 09:50 WIB

SURABAYA | harianduta.id  – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya berkolaborasi dengan …

Digebukin Warga, Justru Laporkan Balik Dugaan Penganiayaan

Digebukin Warga, Justru Laporkan Balik Dugaan Penganiayaan

Senin, 27 Jul 2026 09:43 WIB

Senin, 27 Jul 2026 09:43 WIB

LAMONGAN | harianduta.id - Kasus dugaan pencurian besi rongsokan di kawasan Perumahan Ruko ATC atau Ruko Taman Puspa, Kabupaten Lamongan, berkembang menjadi…

Perry Warjiyo Mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia

Perry Warjiyo Mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia

Senin, 27 Jul 2026 09:06 WIB

Senin, 27 Jul 2026 09:06 WIB

Perry Warjiyo Mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Senin (27/7/2026).  …

Rangkaian Peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto Tuntas

Rangkaian Peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto Tuntas

Minggu, 26 Jul 2026 21:20 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 21:20 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id - Turnamen Jujitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 resmi ditutup pada Minggu (26/7), setelah berlangsung selama tiga hari, 24–26 Juli 2…

Ajakan Walikota Kediri di Hari Jadi ke 1147

Ajakan Walikota Kediri di Hari Jadi ke 1147

Minggu, 26 Jul 2026 17:51 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 17:51 WIB

KEDIRI|harianduta.id- Malam perayaan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 berlangsung meriah di GOR Jayabaya, Sabtu (25/7/2026). Ribuan masyarakat larut dalam…

Nyanyikan Bareng Lagu Favorit Mbak Wali 'Hampa'

Nyanyikan Bareng Lagu Favorit Mbak Wali 'Hampa'

Minggu, 26 Jul 2026 17:32 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 17:32 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Suara gemuruh ribuan penonton pecah saat intro lagu "Hampa" berkumandang dari panggung GOR Jayabaya, Kota Kediri, Sabtu (25/7/2026) malam.…