Pemilik Toko Diajak Tolak Rokok Ilegal dan Jaga Iklim Usaha Sehat

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tahun 2026.(dok/Budi Arya)
Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tahun 2026.(dok/Budi Arya)

i

KEDIRI|harianduta.id-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membuka Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tahun 2026. Acara berlangsung di Hotel Merdeka, Kamis (11/06/2026). Acara ini menghadirkan narasumber dari KPP Bea Cukai, Kejaksaan Negeri, dan Polres Kediri Kota. Diikuti pemilik toko di Kelurahan Dandangan dan Kelurahan Pakelan.

"Saya percaya setiap orang yang membuka usaha pasti memiliki harapan yang sama. Ingin usahanya berkembang, ingin pelanggannya bertambah, dan yang paling penting, ingin membawa rezeki yang baik untuk keluarga. Karena itu, saya selalu melihat pemilik toko kelontong bukan sekadar pedagang," ujarnya.

Wali kota termuda ini mengungkapkan bahwa pedagang adalah wajah pertama yang ditemui masyarakat setiap hari. Tempat orang membeli kebutuhan rumah tangga, tempat bertanya, bahkan tempat berbagi cerita. Kepercayaan seperti itu adalah modal yang sangat berharga. Maka ketika pedagang memilih untuk hanya menjual barang yang legal, sesungguhnya pedagang sedang menjaga kepercayaan itu sekaligus ikut menjaga Kota Kediri. Upaya pengawasan terus dilakukan, tetapi juga melihat bahwa tantangannya semakin dinamis. Baru beberapa kali operasi di tahun ini, masih ditemukan ribuan batang rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Data per 5 Juni 2026 terdapat temuan 3.412 batang.

Hal yang perlu diwaspadai adalah caranya pun sudah berubah. Tidak selalu dijual di toko atau kios. Ada yang berpindah-pindah (nomaden) menggunakan motor seperti pedagang kaki lima, ada yang menawarkan langsung melalui WhatsApp kepada pelanggan tetap, bahkan ada yang memanfaatkan rumah tinggal atau rumah kos sebagai tempat transaksi. Artinya, peredaran rokok ilegal kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Namun saya tidak ingin kita melihat ini sebagai sesuatu yang menakutkan. Saya justru melihat ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa masyarakat Kota Kediri adalah masyarakat yang peduli. Saya yakin Bapak dan Ibu tidak ingin usaha yang dibangun bertahun-tahun tercoreng hanya karena menerima barang yang asal-usulnya tidak jelas," ungkapnya.

Mbak Wali, sapaan akrab Walikota Kediri, juga menyakini, semua ingin anak-anak tumbuh di lingkungan yang sehat, dan ingin kota ini terus berkembang menjadi kota yang nyaman untuk semua. Karena itulah, mari semua saling menjaga. Kalau ada yang menawarkan rokok dengan harga yang tidak masuk akal, jangan langsung tergiur. Kalau ada yang menjual dengan cara yang mencurigakan, mari lebih teliti. Dan kalau menemukan sesuatu yang memang melanggar aturan, jangan ragu untuk menyampaikan kepada pemerintah atau Bea Cukai.

"Saya percaya, menjaga Kota Kediri tidak selalu harus dengan langkah besar. Kadang cukup dimulai dari sebuah toko kelontong yang memilih berkata, maaf kami hanya menjual produk yang legal. Kalimat sederhana itu mungkin hanya terdengar oleh satu orang pelanggan. Tetapi jika diucapkan oleh ratusan bahkan ribuan toko di Kota Kediri, maka itu akan menjadi gerakan besar yang menjaga iklim usaha tetap sehat, melindungi masyarakat, dan memastikan manfaat dana cukai benar-benar kembali untuk pembangunan kota yang kita cintai bersama," pungkasnya. (bud)

Berita Terbaru

Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan, Kantongi Persetujuan Pemegang Saham

Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan, Kantongi Persetujuan Pemegang Saham

Jumat, 12 Jun 2026 18:21 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:21 WIB

SURABAYA | harianduta.id - PT Asia Pramulia Tbk (ASPR), perusahaan manufaktur kemasan plastik yang telah berdiri sejak tahun 1991 dan tercatat di Bursa Efek …

Korban Resah, Segera Tahan Terduga Pelaku Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan

Korban Resah, Segera Tahan Terduga Pelaku Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan

Jumat, 12 Jun 2026 18:12 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:12 WIB

LAMONGAN | harianduta.id – Penanganan kasus dugaan percobaan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial WJ (26), warga Dusun Gajah, K…

Melanda Kediri Raya, BPBD Kota Kediri : Waspada  ISPA

Melanda Kediri Raya, BPBD Kota Kediri : Waspada  ISPA

Jumat, 12 Jun 2026 18:09 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:09 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Masyarakat Kota Kediri belakangan ini merasakan suhu udara yang lebih dingin dibandingkan biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari.…

Sinergi Pemkot Kediri dan BNN Gelar AksiCegah Narkoba

Sinergi Pemkot Kediri dan BNN Gelar AksiCegah Narkoba

Jumat, 12 Jun 2026 17:44 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 17:44 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan  bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelenggarakan kegiatan Komitmen Aksi …

Akhirnya, H Ghofur Kembali Pimpin PKB Lamongan

Akhirnya, H Ghofur Kembali Pimpin PKB Lamongan

Jumat, 12 Jun 2026 17:31 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 17:31 WIB

LAMONGAN | harianduta.id - Setelah melalui proses panjang, H Abdul Ghofur akhirnya kembali pimpin PKB Lamongan. Penetapan tersebut diumumkan secara resmi Wakil…

Masyarakat Kota Kediri Diajak Tingkatkan Budaya Membaca

Masyarakat Kota Kediri Diajak Tingkatkan Budaya Membaca

Jumat, 12 Jun 2026 17:09 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 17:09 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Semangat literasi dan kebersamaan begitu terasa dalam Festival Literasi yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 tahun…