KEDIRI|harianduta.id- Mengutip dari laman https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15794-hari-anak-nasional-2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepulauan Riau pada Kamis, 23 Juli 2026.
Dengan mengusung tema "Semua Setara Riang Bersama", peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pemenuhan hak anak sekaligus mengampanyekan pelaksanaan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (SE Mendikdasmen) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Dimana, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini akan menjadi wujud komitmen bersama untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, memperoleh hak yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang secara optimal. Melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, Kemendikdasmen mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, pejabat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak di Indonesia.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tahun ini tidak hanya seremonial, melainkan momen untuk menyatukan tekad seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
"Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat," ujarnya, dikutip dari laman https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15794-hari-anak-nasional-2026,Kamis, 23 Juli 2026.
Tidak hanya itu, sebagai bagian dari peringatan HAN 2026, Kemendikdasmen menghadirkan Main Raya Anak Nusantara, sebuah ruang bermain yang memadukan permainan tradisional, aktivitas berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM), serta eksplorasi alam sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan
Selain itu, peserta didik jenjang PAUD hingga SD kelas rendah dapat mengikuti berbagai kegiatan, seperti eksplorasi alam, menjadi ilmuwan cilik, bermain peran, hingga membuat kincir angin dan layang-layang. Sementara itu, peserta didik SD kelas tinggi hingga SMA diajak mengenal kembali beragam permainan tradisional, seperti gasing, rangku alu, congklak, egrang batok, bakiak, hingga membuat perahu jong. Seluruh aktivitas tersebut dirancang untuk menstimulasi perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui pengalaman bermain, berkreasi, dan berinteraksi secara langsung.
Rangkaian kegiatan tersebut, sekaligus menjadi bagian dari kampanye pelaksanaan SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan. Kebijakan ini bertujuan menjaga kesehatan fisik anak, memperkuat kemampuan bersosialisasi, serta mendukung perkembangan kognitif dan emosional melalui interaksi yang lebih bermakna.
" Berbicara tentang anak-anak hari ini adalah masa depan Indonesia.Tugas kita bukan cuma memastikan mereka tumbuh, tapi juga tumbuh dengan bahagia, sehat, berkarakter, dan mendapat pendidikan yang baik". tulis Imam Wihdan Zarkasyi, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kediiri yang diterima harianduta.id, Kamis (23/7/2026).
Wakil rakyat yang akrab disapa Pak Lek Imam, juga menjabarkab, Kota Kediri yang dikenal sebagai Kota Tahu, Kota Santri, dan kota yang hangat penuh semangat gotong royong, harus diwujudkan untuk tumbuh kembang anak- anak.
" Mari kita terus wujudkan lingkungan yang ramah anak, aman, dan penuh ruang untuk mereka berkembang" bebernya
Terakhir, Pak Lek Imam juga mengajak, Yuk... hadir sebagai orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat yang mau mendengar, mendampingi, dan memberi contoh yang baik. Karena setiap anak berhak bermimpi, belajar, bermain, dan meraih masa depan tanpa rasa takut. Bud
Editor : Imam Ghozali