NGAWI | Harianduta.id - Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi meninjau proyek rehabilitasi dibeberapa sekolah yang dinilai belum optimal akibat keterbatasan anggaran sebagai penyebab belum mampu menjawab seluruh kebutuhan rehabilitasi bangunan sekolah.
Penilaian tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Ngawi, Amin Sunarto, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa SMP Negeri yang sebelumnya juga melakukan sidak di sejumlah SD Negeri menemukan kondisi serupa.
Baca juga: DPRD dan Jajaran Setwan Kompak Berkreasi Rayakan HUT RI Ke-81
Proyek konsolidasi rehabilitasi tersebut mencakup tujuh sekolah yang terdiri atas dua sekolah dasar dan lima sekolah menengah pertama dengan total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp608,5 juta.
Berdasarkan hasil sidak di lapangan, pekerjaan yang dilakukan hanya meliputi perbaikan atap ruang laboratorium, renovasi kamar mandi siswa, serta pengecatan bangunan masih jauh dari kebutuhan rehabilitasi yang sebenarnya.
Amin Sunarto mengatakan, keterbatasan anggaran membuat hasil pekerjaan belum sesuai harapan. Meski demikian, pihaknya meminta kontraktor tetap mengerjakan proyek sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan dalam perencanaan
"Dengan anggaran yang terbatas memang hasilnya belum maksimal. Namun kami meminta rekanan tetap bekerja sesuai spesifikasi dan standar yang berlaku agar kualitas bangunan tetap terjamin," ujar Amin Sunarto.
Amin menambahkan, DPRD komisi ll akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek hingga selesai agar anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah.
Diketahui, proyek konsolidasi rehabilitasi sekolah tersebut semula direncanakan dilaksanakan pada 2025. Namun, proyek mengalami gagal lelang sehingga pelaksanaannya dilanjutkan di 2026, dengan pelaksanaan selama 150 hari.mif
Editor : Imam Ghozali