SURABAYA | harianduta.id - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya diikuti oleh 3.160 mahasiswa baru.
Pada hari kedua, Rabu (26/8/2026), kegiatan bertema ‘Empowering Global Generation,’memasuki hari kedua pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Gedung Fakultas Kedokteran tersebut mahasiswa baru diperkenalkan dengan dua pilar penting dalam kehidupan kemahasiswaan, yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).
Pengenalan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan struktur organisasi mahasiswa dan mendorong mahasiswa baru untuk memiliki keberanian menyampaikan pendapat, berpikir kritis, serta peka terhadap kondisi bangsa.
Presiden BEM Untag Surabaya, Catur Wahyu, menyampaikan orasi di hadapan ribuan mahasiswa baru mengenai pentingnya pemberantasan korupsi.
Catur juga mendorong DPR dan pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai salah satu upaya memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Korupsi bukan sekadar kejahatan terhadap negara, tetapi perampasan hak rakyat atas kesejahteraan, keadilan, dan masa depan.
Negara wajib mengembalikan hasil kejahatan tersebut kepada rakyat,” tegas Catur.
Dalam kesempatan tersebut, Catur mengajak mahasiswa baru mengangkat kertas yang memuat berbagai aspirasi masyarakat mengenai kondisi Indonesia saat ini.
Sejumlah tulisan yang dibawa mahasiswa diantaranyaDengar Aspirasi Rakyat, Hukum Jangan Tumpul, Hukum Koruptor Seberat-beratnya, dan lain-lain.
Aksi tersebut menjadi simbol ajakan kepada mahasiswa baru agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu memahami berbagai isu sosial dan politik serta berani menyuarakan aspirasi secara kritis dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Umum DPM Untag Surabaya, Sheva Gelombang Bernadine, mengajak seluruh mahasiswa baru untuk berdiri dan mengucapkan Sumpah Mahasiswa.
Pengucapan sumpah tersebut menjadi bentuk peneguhan tanggung jawab moral mahasiswa untuk peduli terhadap persoalan masyarakat dan bangsa.“Menjadi mahasiswa bukan sekadar naik tingkat dari siswa, tetapi menerima tanggung jawab intelektual dan moral yang lebih besar. Kita harus menjadi pejuang pemikir dan pemikir pejuang yang peduli terhadap rakyat dan bangsa,” ujar Sheva.
Komitmen Untag Surabaya dalam mendorong mahasiswa untuk kritis terhadap persoalan bangsa juga tercermin dalam berbagai kegiatan akademik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), misalnya, pernah menggelar seminar yang mengkaji persoalan korupsi serta implementasi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sementara itu, Fakultas Hukum juga pernah menghadirkan salah satu aktor film Dirty Vote, Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M, dalam kuliah tamu untuk membahas isu demokrasi dan kehidupan politik Indonesia.
Editor : Redaksi