JOMBANG I harianduta.id — Gelombang antusiasme warga Nahdliyin dari berbagai pelosok Nusantara semakin terasa menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Salah satunya datang dari Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengirimkan sekitar 250 peziarah untuk meneladani perjuangan para muassis atau pendiri NU.
Rombongan yang terdiri atas perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) serta kader Nahdliyin dari berbagai kabupaten/kota di NTB tersebut menempuh perjalanan panjang melalui jalur laut dan darat. Salah satu tujuan utama mereka adalah makam KH Abdul Wahab Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ziarah tersebut tidak sekadar menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menggali nilai-nilai perjuangan para ulama pendiri NU sekaligus memperkuat semangat kaderisasi di daerah.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Lombok Tengah, H Muhammad Azzuddin, mengatakan kedatangan rombongan dari Lombok ke Jombang merupakan ikhtiar untuk menyerap keteladanan dari perjuangan para muassis NU.
"Salah satu motivasi utama kami datang berziarah ke makam Hadratussyaikh dan Kiai Wahab adalah untuk meneladani kiprah beliau. Kiai Wahab adalah salah satu pendiri NU yang menciptakan lagu Ya Lal Wathon sebagai penyulut semangat gerakan NU di Nusantara," ujar H Muhammad Azzuddin.
Menurut Azzuddin, nilai kejuangan dan ghirah atau semangat dalam ber-NU perlu terus diwariskan kepada generasi muda. Semangat tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perjuangan NU, khususnya di tengah perubahan zaman.
Dengan meneladani perjuangan para muassis, generasi penerus NU diharapkan mampu meneruskan tongkat estafet perjuangan Islam rahmatan lil 'alamin sekaligus memperkuat khidmah untuk kemaslahatan bangsa.
Perjalanan rombongan asal NTB tersebut juga diwarnai kisah suka dan duka. Berangkat sejak Selasa, para peziarah menggunakan kapal laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju sejumlah titik ziarah di Jawa Timur dan Madura.
Meski perjalanan panjang cukup menguras tenaga, semangat para peziarah tidak surut. Setibanya di Jombang, mereka mendapat sambutan hangat dari warga setempat dan menginap di rumah-rumah warga yang telah disiapkan untuk menyambut para peserta dan peziarah Muktamar ke-35 NU.
Ziarah yang berlangsung bertepatan dengan agenda Muktamar ke-35 NU bertajuk "Berkhidmah untuk Kemaslahatan Bangsa" itu juga menjadi ruang untuk menyampaikan harapan terkait masa depan pendidikan Islam, khususnya di kawasan luar Pulau Jawa.
Azzuddin menilai pemerataan kualitas lembaga pendidikan dan pesantren menjadi salah satu agenda penting dalam memasuki abad kedua NU. Menurutnya, pesantren di luar Jawa masih membutuhkan dukungan agar mampu berkembang dan memiliki daya saing yang setara.
"Harapan kami di era abad kedua NU ini, program peningkatan kompetensi generasi muda dan pemanfaatan teknologi bisa semakin diperdayakan. Kami di daerah sangat merasakan bagaimana kondisi pondok pesantren di luar Jawa yang masih butuh dorongan agar bisa sejajar, baik dari segi pendidikan maupun pengembangan ekonomi pesantren," kata dia.
Melalui momentum ziarah tersebut, para tokoh dan peziarah NTB berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan dan perumusan kebijakan organisasi, tetapi juga menghasilkan keputusan strategis yang mampu menjawab kebutuhan umat.
Mereka berharap hasil Muktamar dapat mendorong kemajuan nyata bagi penguatan pendidikan Islam, pengembangan pesantren, kaderisasi generasi muda, serta pemberdayaan ekonomi pesantren di berbagai daerah, sehingga khidmah NU semakin dirasakan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Editor : Redaksi