JOMBANG I harianduta.id — Dua ulama senior Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Afifuddin Muhajir, resmi terpilih sebagai anggota Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU.
Keduanya masuk dalam sembilan ulama yang memperoleh suara terbanyak dalam proses pemilihan AHWA yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026) malam.
Berdasarkan hasil rekapitulasi tabulasi nasional, KH Afifuddin Muhajir memperoleh 339 suara. Sementara KH Anwar Iskandar meraih 326 suara.
Proses penghitungan suara dilakukan secara terbuka melalui enam bilik penghitungan. Secara keseluruhan, tercatat 4.703 suara masuk dari seluruh tingkatan kepengurusan NU.
Pemilihan sembilan anggota AHWA tersebut merupakan bagian penting dalam mekanisme organisasi NU. Nama-nama yang masuk dalam bursa sebelumnya merupakan hasil usulan resmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), hingga Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara.
Dari proses tersebut, sebanyak 34 nama ulama masuk dalam tabulasi nasional. Setelah seluruh suara direkapitulasi, sembilan nama dengan perolehan suara tertinggi ditetapkan sebagai anggota AHWA.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, KH Nurul Huda Djazuli, menjadi ulama dengan perolehan suara tertinggi. Ia meraih 485 suara.
Posisi kedua ditempati Rais Syuriah PWNU Aceh KH Nuruzzahri Yahya dengan 477 suara. Berikutnya KH Baharuddin HS dengan 392 suara dan KH Miftachul Akhyar dengan 350 suara.
KH Afifuddin Muhajir berada di posisi kelima dengan 339 suara, disusul KH Anwar Iskandar dengan 326 suara.
Sementara tiga nama lainnya adalah KH Anwar Manshur yang memperoleh 303 suara, KH Said Aqil Sirodj dengan 273 suara, dan KH Abun Bunyamin dengan 268 suara.
Berikut sembilan anggota AHWA Muktamar ke-35 NU:
KH Nurul Huda Djazuli — 485 suara
KH Nuruzzahri Yahya — 477 suara
KH Baharuddin HS — 392 suara
KH Miftachul Akhyar — 350 suara
KH Afifuddin Muhajir — 339 suara
KH Anwar Iskandar — 326 suara
KH Anwar Manshur — 303 suara
KH Said Aqil Sirodj — 273 suara
KH Abun Bunyamin — 268 suara
Penghitungan suara berlangsung melalui enam panel. Bilik 1 mencatat 642 suara, Bilik 2 sebanyak 864 suara, Bilik 3 sebanyak 855 suara, Bilik 4 sebanyak 936 suara, Bilik 5 sebanyak 718 suara, dan Bilik 6 sebanyak 688 suara.
Sejumlah ulama sepuh juga sebelumnya masuk dalam bursa pencalonan AHWA. Di antaranya KH Ahmad Musthofa Bisri atau Gus Mus, Prof Dr KH Ma’ruf Amin, serta Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim.
Terpilihnya sembilan ulama tersebut menjadi bagian dari rangkaian penting Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Mekanisme AHWA menjadi salah satu instrumen organisasi dalam menjaga peran ulama dalam pengambilan keputusan strategis NU.
Editor : Redaksi