Warga Sumbang Beras hingga Sapi untuk Muktamar NU

Reporter : Abd Aziz
Gus Ipul

JOMBANG I harianduta.id – Dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak berhenti pada penyambutan para peserta. Warga juga ikut ambil bagian dengan menyumbangkan berbagai kebutuhan pangan untuk menunjang pelaksanaan agenda besar tersebut.

Sumbangan diberikan secara sukarela. Warga datang membawa beragam kebutuhan, mulai dari beras, sayuran, kambing, hingga sapi. Bantuan itu kemudian diserahkan kepada pihak pesantren untuk mendukung kebutuhan konsumsi selama Muktamar NU 2026 berlangsung.

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengaku terharu melihat spontanitas masyarakat tersebut. Menurutnya, bantuan datang atas inisiatif warga sendiri tanpa terlebih dahulu diminta oleh panitia.

"Ada warga yang datang menyumbang beras, ada yang membawa sayur, bahkan ada pula yang membawa kambing hingga sapi," ujar Gus Ipul, Kamis (27/8/2026).

Yang membuatnya semakin terkesan, sebagian warga tidak ingin sumbangan yang diberikan diketahui atau disebutkan namanya. Mereka datang dengan semangat membantu, bukan untuk mendapatkan pengakuan.

"Mereka datang tanpa diminta, memberi tanpa ingin disebut namanya," katanya.

Gus Ipul menuturkan, sejumlah warga bahkan hanya menyampaikan pesan sederhana saat menyerahkan bantuan. Mereka menyebut sumbangan tersebut ditujukan bagi para kiai dan Nahdlatul Ulama.

"Ini untuk para kiai, ini untuk Nahdlatul Ulama," kata Gus Ipul menirukan ucapan warga.

Menurut Gus Ipul, spontanitas tersebut menunjukkan kuatnya ikatan antara NU dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Dukungan terhadap Muktamar tidak hanya berasal dari struktur kepanitiaan maupun organisasi, tetapi juga masyarakat yang memiliki hubungan kultural dengan pesantren dan para ulama.

Ia menilai, semangat tersebut merupakan bagian dari tradisi khidmah yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam kehidupan pesantren.

"Lebih dari itu, NU tumbuh dari nilai keikhlasan, tradisi gotong royong, serta kecintaan warga Nahdliyin kepada para ulama," tuturnya.

Muktamar ke-35 NU menjadi salah satu agenda besar organisasi yang dipusatkan di Jombang. Ribuan peserta dan warga Nahdliyin dari berbagai daerah hadir mengikuti rangkaian kegiatan.

Gus Ipul menyebut jumlah rombongan warga Nahdliyin yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 50.000 orang. Besarnya jumlah massa tersebut tentu membutuhkan dukungan logistik, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Berbagai bantuan bahan pangan dan hewan ternak yang dikumpulkan masyarakat kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para kiai, muktamirin, serta rombongan penggembira yang berada di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

"Berbagai bantuan berupa bahan pangan dan hewan ternak yang diberikan masyarakat kemudian dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi para kiai, peserta muktamar atau muktamirin, serta rombongan penggembira yang memadati kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum," jelasnya.

Bagi Gus Ipul, keterlibatan masyarakat tersebut memperlihatkan bahwa Muktamar ke-35 NU bukan semata-mata kegiatan internal organisasi. Perhelatan tersebut juga menjadi ruang tumbuhnya kebersamaan antara NU, pesantren, ulama, dan masyarakat sekitar.

Tradisi gotong royong yang muncul selama persiapan hingga pelaksanaan Muktamar dinilai sejalan dengan karakter masyarakat pesantren yang menjunjung tinggi nilai pengabdian dan keikhlasan.

"Jam'iyah Nahdlatul Ulama selama ini tumbuh dan berkembang tidak hanya melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui ketulusan dan partisipasi masyarakat," ujarnya.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru