JOMBANG I harianduta.id – Rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi berakhir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Senin (31/8/2026). Penutupan muktamar dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto yang didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur Khofifah mendampingi Presiden Prabowo dalam penutupan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Sa'id, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Muktamar yang menjadi forum tertinggi organisasi tersebut menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
Atas terpilihnya kepemimpinan baru tersebut, Khofifah secara khusus menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa terbaik. Ia berharap amanah yang diberikan kepada keduanya dapat membawa NU semakin kuat dalam menjalankan khidmah untuk umat dan bangsa.
“Atas nama Pemprov Jatim saya menyampaikan selamat dan doa terbaik kepada KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz Ketua Umum PBNU terpilih,” ujar Gubernur Khofifah.
Menurut Khofifah, kepemimpinan baru PBNU memiliki peran penting dalam memperkuat kontribusi NU, tidak hanya dalam bidang keumatan, tetapi juga dalam kehidupan kebangsaan. Ia optimistis NU akan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga beliau senantiasa diberikan kekuatan untuk membawa NU semakin memberikan manfaat bagi umat, bangsa dan negara,” imbuhnya.
Khofifah juga berharap kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz mampu membawa NU semakin kokoh dalam menjalankan khidmah keumatan dan kebangsaan.
Menurutnya, penguatan peran tersebut penting agar NU dapat terus menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Dengan berakhirnya Muktamar ke-35, Khofifah berharap semangat yang lahir dari forum lima tahunan tersebut tidak berhenti pada proses pemilihan kepemimpinan. Lebih dari itu, hasil muktamar diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat pengabdian NU bagi umat, bangsa dan negara.
Editor : Redaksi