Kiai Ma’ruf Amin Titip Pesan Moral di Tengah Muktamar NU

Reporter : Abd Aziz
Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin

JOMBANG I harianduta.id — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dibuka di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Di tengah dimulainya forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut, Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menitipkan pesan agar proses pemilihan kepemimpinan berlangsung tertib, demokratis, dan tetap menjunjung tinggi kejujuran serta akhlak ulama.

Pesan itu disampaikan Kiai Ma’ruf usai berziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, di kawasan Tambakrejo, Tambakberas, Jombang.

Bagi Kiai Ma’ruf, ziarah ke makam salah satu muassis NU di tengah berlangsungnya Muktamar memiliki makna tersendiri. Forum permusyawaratan tidak semata-mata menjadi ruang untuk memilih atau menetapkan kepemimpinan baru, tetapi juga momentum untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU.

Ia menegaskan, seluruh peserta Muktamar memiliki hak untuk menentukan pilihan masing-masing. Kebebasan tersebut, menurutnya, perlu dijaga agar proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan tidak dipengaruhi tekanan maupun kepentingan tertentu.

Kiai Ma’ruf berharap para muktamirin menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan. Pemimpin yang lahir dari proses tersebut diharapkan benar-benar merupakan sosok yang dikehendaki warga Nahdliyin sekaligus mampu membawa NU menuju arah yang lebih baik.

“Menghasilkan pemimpin yang memang diharapkan,” ujar Kiai Ma’ruf.

Namun, kebebasan memilih tersebut tetap perlu berjalan dalam koridor nilai-nilai keulamaan. Menurut Kiai Ma’ruf, pilihan para muktamirin juga harus mempertimbangkan tuntunan ulama dan akhlak yang selama ini menjadi bagian penting dari tradisi NU.

“Sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan tuntunan para ulama,” lanjutnya.

Ia berharap perbedaan pilihan yang muncul selama Muktamar tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat mencederai kehormatan organisasi. Perbedaan, menurutnya, merupakan sesuatu yang wajar dalam sebuah forum permusyawaratan, terlebih dalam organisasi besar seperti NU.

Karena itu, seluruh dinamika Muktamar diharapkan tetap berlangsung dalam suasana tertib, damai, dan dilandasi semangat persaudaraan. Pilihan boleh berbeda, tetapi persatuan dan marwah organisasi harus tetap menjadi pijakan bersama.

Kiai Ma’ruf pun berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berjalan lancar tanpa persoalan yang mengganggu jalannya permusyawaratan.

“Harapannya Muktamar ini berjalan dengan baik, tidak ada apa-apa,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru