SURABAYA | harianduta.id - MI Al Fithrah menyelenggarakan Khotmul Quran dan Imtihan sebagai puncak rangkaian munaqasyah atau ujian Al-Quran. Agenda tahunan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada wali santri sekaligus kesempatan bagi orang tua untuk menyaksikan secara langsung kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an yang telah dicapai putra-putri mereka.
Tidak hanya sebagai bentuk apresiasi atas hasil pembelajaran, pelaksanaan khataman juga menjadi sarana evaluasi penerapan Metode Ummi. Melalui proses tersebut, madrasah berupaya terus meningkatkan kualitas pendidikan Al-Quran guna melahirkan generasi yang berakhlakul karimah, berprestasi, dan mencintai nilai-nilai Al-Quran.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Al-Quran secara bersama-sama oleh seluruh peserta di atas panggung, kemudian ditutup dengan doa khotmil Quran. Selanjutnya, prosesi Imtihan atau ujian terbuka dipandu langsung oleh tim Ummi Foundation. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pertanyaan seputar tartil dan tahfidz yang diajukan secara acak oleh pemandu, wali santri, maupun tamu undangan. Antusiasme yang terlihat sepanjang acara menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca dan menghafal ayat-ayat suci dengan baik.
Suasana haru terasa pada penghujung acara ketika seluruh peserta diberi kesempatan untuk bersimpuh di hadapan kedua orang tua. Dengan penuh ketulusan, mereka memohon doa restu agar tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah, berhasil dalam menempuh pendidikan, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Tidak sedikit yang menitikkan air mata saat saling berpelukan dalam momen penuh makna tersebut.
Acara yang berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026, ini diikuti oleh 157 santri dengan rincian 103 peserta kategori tartil, 57 peserta tahfidz Juz 30, 6 peserta tahfidz Juz 29, 9 peserta tahfidz Juz 1, serta 2 peserta tahfidz Juz 2 dan 3.
Koordinator Al-Quran MI Al Fithrah, Imroatul Hasanah, menyampaikan bahwa khataman selalu menjadi momentum istimewa karena memberikan ruang bagi peserta didik untuk menampilkan hasil belajar mereka di hadapan keluarga dan masyarakat.
“Anak-anak mendapat kesempatan menunjukkan kualitas bacaan serta hafalannya secara terbuka. Alhamdulillah, mereka mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan baik. Selain itu, prosesi salim takzim kepada orang tua menjadi bagian yang paling berkesan karena menghadirkan suasana yang sangat mengharukan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat terus menjaga hafalan yang telah dimiliki dan semakin bersemangat dalam berinteraksi dengan Al-Quran di kehidupan sehari-hari.
“Semoga yang telah mengikuti khotmul mampu menjaga hafalannya dan istiqamah membaca Al-Quran setiap hari. Bagi yang belum berkesempatan mengikuti tahun ini, semoga tetap bersemangat belajar, terus meningkatkan kemampuan mengajinya, dan dapat meraih kesempatan yang sama pada periode mendatang,” pungkasnya. Imm
Editor : Imam Ghozali