LAMONGAN | harianduta.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (Unisla) Kelompok 4 menggagas pembuatan biopori di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, sebagai upaya sederhana namun berdampak dalam mengurangi genangan air saat musim hujan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.
Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sukorejo tersebut difokuskan di sejumlah titik yang kerap tergenang, khususnya di sekitar lapangan desa. Kegiatan ini juga melibatkan kepala desa, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Biopori dibuat menggunakan pipa PVC berdiameter 4 inci yang telah diberi lubang-lubang kecil di seluruh sisinya. Pipa kemudian ditanam secara vertikal dan diisi sampah organik seperti daun kering maupun sisa tanaman sebelum ditutup.
Selain mempercepat peresapan air hujan ke dalam tanah sehingga mampu mengurangi genangan, sampah organik di dalam biopori juga akan terurai menjadi kompos yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Dengan demikian, biopori menjadi solusi konservasi air sekaligus pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.
Koordinator Mahasiswa KKN Unisla Kelompok 4, M. Farid Ali Mahmudi, mengatakan program tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan genangan yang selama ini terjadi di beberapa titik di Desa Sukorejo.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran warga bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan secara mandiri," ujar Farid, Sabtu (25/7/2026).
Kepala Desa Sukorejo, Suminto, menyambut baik kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa. Menurutnya, sinergi tersebut mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa ini kami nilai mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ungkap Suminto.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelompok 4 Unisla, Dr. Emalia Nova Sustyorini, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa biopori merupakan lubang resapan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air.
Menurutnya, keberadaan biopori dapat mengurangi limpasan air hujan, menekan potensi banjir maupun genangan, serta menjaga cadangan air tanah. Apabila diisi sampah organik, lubang resapan tersebut juga berfungsi sebagai tempat pengomposan alami yang menghasilkan unsur hara bagi tanaman sekaligus mengurangi volume sampah organik.
"Melalui program sederhana ini, kami ingin menunjukkan bahwa solusi terhadap persoalan lingkungan tidak selalu bergantung pada teknologi yang mahal. Dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dan melibatkan partisipasi masyarakat, biopori dapat menjadi inovasi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta mendukung terwujudnya desa yang lebih hijau, sehat, dan tangguh terhadap risiko banjir," pungkas Dr. Emalia. ard
Editor : Imam Ghozali