Mahasiswa KKN Unisla

Bangun Biopori di Desa Sukorejo, Solusi Sederhana Kurangi Genangan Air

author Sunardi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) Kelompok 4 saat kegiatan pembuatan biopori di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. (FT/Ardi).
Mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) Kelompok 4 saat kegiatan pembuatan biopori di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. (FT/Ardi).

i

LAMONGAN | harianduta.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (Unisla) Kelompok 4 menggagas pembuatan biopori di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, sebagai upaya sederhana namun berdampak dalam mengurangi genangan air saat musim hujan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sukorejo tersebut difokuskan di sejumlah titik yang kerap tergenang, khususnya di sekitar lapangan desa. Kegiatan ini juga melibatkan kepala desa, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Biopori dibuat menggunakan pipa PVC berdiameter 4 inci yang telah diberi lubang-lubang kecil di seluruh sisinya. Pipa kemudian ditanam secara vertikal dan diisi sampah organik seperti daun kering maupun sisa tanaman sebelum ditutup.

Selain mempercepat peresapan air hujan ke dalam tanah sehingga mampu mengurangi genangan, sampah organik di dalam biopori juga akan terurai menjadi kompos yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Dengan demikian, biopori menjadi solusi konservasi air sekaligus pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.

Koordinator Mahasiswa KKN Unisla Kelompok 4, M. Farid Ali Mahmudi, mengatakan program tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan genangan yang selama ini terjadi di beberapa titik di Desa Sukorejo.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran warga bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan secara mandiri," ujar Farid, Sabtu (25/7/2026).

Kepala Desa Sukorejo, Suminto, menyambut baik kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa. Menurutnya, sinergi tersebut mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa ini kami nilai mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ungkap Suminto.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelompok 4 Unisla, Dr. Emalia Nova Sustyorini, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa biopori merupakan lubang resapan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air.

Menurutnya, keberadaan biopori dapat mengurangi limpasan air hujan, menekan potensi banjir maupun genangan, serta menjaga cadangan air tanah. Apabila diisi sampah organik, lubang resapan tersebut juga berfungsi sebagai tempat pengomposan alami yang menghasilkan unsur hara bagi tanaman sekaligus mengurangi volume sampah organik.

"Melalui program sederhana ini, kami ingin menunjukkan bahwa solusi terhadap persoalan lingkungan tidak selalu bergantung pada teknologi yang mahal. Dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dan melibatkan partisipasi masyarakat, biopori dapat menjadi inovasi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta mendukung terwujudnya desa yang lebih hijau, sehat, dan tangguh terhadap risiko banjir," pungkas Dr. Emalia. ard

Berita Terbaru

Ajakan Walikota Kediri di Hari Jadi ke 1147

Ajakan Walikota Kediri di Hari Jadi ke 1147

Minggu, 26 Jul 2026 17:51 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 17:51 WIB

KEDIRI|harianduta.id- Malam perayaan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 berlangsung meriah di GOR Jayabaya, Sabtu (25/7/2026). Ribuan masyarakat larut dalam…

Nyanyikan Bareng Lagu Favorit Mbak Wali 'Hampa'

Nyanyikan Bareng Lagu Favorit Mbak Wali 'Hampa'

Minggu, 26 Jul 2026 17:32 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 17:32 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Suara gemuruh ribuan penonton pecah saat intro lagu "Hampa" berkumandang dari panggung GOR Jayabaya, Kota Kediri, Sabtu (25/7/2026) malam.…

Dibuka, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Dibuka, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Minggu, 26 Jul 2026 17:15 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 17:15 WIB

LAMONGAN | harianduta.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Babat membuka garis polisi (police line) di lokasi kebakaran Pasar Agrobis Desa Plaosan, Kecamatan Babat, …

Promosikan Produk UMKM kepada Mahasiswa dari 43 Negara

Promosikan Produk UMKM kepada Mahasiswa dari 43 Negara

Minggu, 26 Jul 2026 15:55 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:55 WIB

LAMONGAN |harianduta.id - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memanfaatkan momentum kunjungan ratusan mahasiswa mancanegara untuk memperkenalkan sekaligus…

Di Hari Jadi Kota Kediri, Ini Pesan Wali Kota Kediri

Di Hari Jadi Kota Kediri, Ini Pesan Wali Kota Kediri

Sabtu, 25 Jul 2026 16:29 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 16:29 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Menjelang Ari Lasso in Concert dalam peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama perwakilan…

Nikah Massal di Dalam Mobil VW Combi Pecahkan Rekor MURI

Nikah Massal di Dalam Mobil VW Combi Pecahkan Rekor MURI

Sabtu, 25 Jul 2026 16:11 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 16:11 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Rasa bahagia, haru, sekaligus grogi menyelimuti Sunarko dan Srianik, warga Kelurahan Pakelan saat mengikuti kegiatan Nikah Massal yang…