F-PKB Soroti Kemandirian Fiskal Daerah Rendah di APBD Gresik 2025

author harianduta.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SOROTI. Nur Yahya Hanafi membacakan PU FPKB DPRD Gresik dalam rapat paripurna. Foto : much shopii
SOROTI. Nur Yahya Hanafi membacakan PU FPKB DPRD Gresik dalam rapat paripurna. Foto : much shopii

i

GRESIK, harianduta.id-  Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB) menyoroti postur APBD tahun 2025 yang faktanya belum se- ideal yang diharapkan dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD) dimana kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih merangkak di 38,73 �ri total pendapatan daerah. Bahkan, sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) sangat tinggi dibanding belanja modal.
"Artinya kriteria kemandirian fiskal 
masih tergolong rendah karena masih dibawah 50 persen  kontribusi pendapatan asli daerah ( PAD ),"ujar Nur Yahya Hanafi yang membacakan pemandangan umum (PU) F-PKB DPRD Gresik terkait laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Gresik tahun 2025 dalam rapat paripurna, Senin (15/06/2026).
 FPKB DPRD Gresik juga mempertanyakan kepada pemerintah daerah, instrumen strategis yang telah diupayakan dan terbukti efektif menopang kenaikan PAD 
ditahun 2025. 
'Sebab, spirit UU HKPD yang berfokus kepada perombakan  regulasi agar pemda mampu menaikkan rasio PAD secara massif  melalui beberapa instrument strategis,"imbuh dia.
 Dalam kerangka operasional UU HKPD, kata Yahya, aset daerah tidak lagi  sekadar dicatat sebagai inventaris daerah semata melainkan dikelola  sebagai instrumen fiskal utama untuk mewujudkan kemandirian 
daerah. 
'Apa implementasi program disektor tata kelola aset daerah yang terbukti efektif menopang PAD di tahun 2025?,"tanya dia.
 Setidaknya, sambung Yahya, ada 2 organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil pendapatan daerah yang performa  realisasi kinerjanya dibawah target yang ditetapkan.
Yakni, Dinas Perhubungan  (Dishub) hanya 65,89 �n Dinas Penanaman Modal dan 
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) hanya 60,49 %. 
"Terhadap rendahnya kinerja dikedua OPD tersebut, apa rasionalisasi pemerintah daerah?,"tanya dia.
FPKB juga mempertanyakan asumsi kebocoran pendapatan daerah ditahun 2025.
' Di titik krusial mana yang menjadi celah kebocoran pendapatan daerah tahun 2025,"imbuh dia.
Tingginya sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) lpada tahun anggaran 2025, kata Yahya, menyiratkan problem  konsolidasi anggaran daerah, disatu sisi diet fiskal dengan efisiensi belanja yang tinggi telah membukukan surplus anggaran sebesar Rp  452, 6 miliar.
" Di sisi yang lain realisasi belanja modal daerah  hanya sebesar Rp 284 , 1 miliar. Sehingga  efisiensi anggaran kontraproduktif dengan penyerapan anggaran di pos belanja produktif yang sangat tidak optimal,"urai dia.
Untuk itu. FPKB DPRD Gresik mempertanyakan kepada pemerintah daerah kontraproduktifnya semangat efisiensi dengan serapan anggaran 
dipos belanja produktif tercermin dari rendahnya realisasi belanja di 
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR)  yang hanya 46,57 �ri 
target yang ditetapkan. 
'Mohon dijelaskan rendahnya serapan 
anggaran pada OPD dimaksud dengan menyertakan faktor-faktor penghambatnya di tahun 2025,'' tukas dia.
Mandatory spending, jelas dia, minimal 40 �ri total belanja APBD diluar bagi 
hasil dan transfer ke daerah dan desa difokuskan untuk intervensi 
di sektor infrasturktur. 
Cakupan fisik dari infrastruktur yang dimaksud  berorientasi kepada penciptaan lapangan kerja, pengentasan 
kemiskinan dan pemerataan layanan. "Mohon dijelaskan realisasi 
anggaran belanja daerah di sektor infrastruktur transportasi,  infrastruktur utilitas dasar serta infrastruktur sosial dan layanan dasar yang sejalan dengan orientasi penciptaan lapangan kerja,  pengentasan kemiskinan serta pemerataan layanan di tahun 2025," pungkas dia.

Tag :

Berita Terbaru

Bina Pedagang Terminal Pasar Burung, Ketidakhadiran Satpol PP Jadi Sorotan

Bina Pedagang Terminal Pasar Burung, Ketidakhadiran Satpol PP Jadi Sorotan

Senin, 03 Agu 2026 15:59 WIB

Senin, 03 Agu 2026 15:59 WIB

LAMONGAN | harianduta.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan bersama Satbinmas Polres Lamongan melakukan sidak dan juga pembinaan serta sosialisasi…

Dorong Wartawan Perkuat Kajian Kemandirian Fiskal Daerah

Dorong Wartawan Perkuat Kajian Kemandirian Fiskal Daerah

Senin, 03 Agu 2026 15:52 WIB

Senin, 03 Agu 2026 15:52 WIB

LAMONGAN | harianduta.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Luthfil Hakim, mendorong insan pers untuk memperkuat kajian mengenai k…

Kolaborasi Mahalaya The Legacy dengan Savaya Flow Gelar Candlelight Yoga

Kolaborasi Mahalaya The Legacy dengan Savaya Flow Gelar Candlelight Yoga

Senin, 03 Agu 2026 14:54 WIB

Senin, 03 Agu 2026 14:54 WIB

SURAKARTA | harianduta.id  - Mahalaya The Legacy bekerja sama dengan Savaya Flow sukses menggelar agenda wellness eksklusif bertajuk "Candlelight Yoga" pada …

11 ASN di Pemkot Kediri Terima SK Kenaikan Pangkat

11 ASN di Pemkot Kediri Terima SK Kenaikan Pangkat

Senin, 03 Agu 2026 14:17 WIB

Senin, 03 Agu 2026 14:17 WIB

KEDIRI|harianduta.id- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan SK Kenaikan Pangkat Periode 1 Agustus 2026. Terdapat 11 ASN yang menerima SK Kenaikan…

Pengajian Rutin Gus Zakki, Mbak Wali Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan

Pengajian Rutin Gus Zakki, Mbak Wali Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan

Senin, 03 Agu 2026 14:11 WIB

Senin, 03 Agu 2026 14:11 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri pengajian rutin Gus Zakki di Ndalem Ngangeni, Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren,…

KAI Tegaskan Pentingnya Disiplin Patuhi Batas Ketinggian Demi Keselamatan Perjalanan KA

KAI Tegaskan Pentingnya Disiplin Patuhi Batas Ketinggian Demi Keselamatan Perjalanan KA

Senin, 03 Agu 2026 14:08 WIB

Senin, 03 Agu 2026 14:08 WIB

NGANJUK | harianduta.id-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan…