Ubah Pendidikan Kebidanan dan Turunkan Angka Kematian Ibu

Kemenkes RI, KOICA dan UNFPA Luncurkan Proyek SPEED

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
kir-ka : Hassan Mohtashami (Perwakilan UNFPA di Indonesia), Yuli Farianti (Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes), dan Kim Hyo Jin (Direktur Negara KOICA Indonesia) berpose untuk foto dengan penghargaan simbolis selama peluncuran proyek
kir-ka : Hassan Mohtashami (Perwakilan UNFPA di Indonesia), Yuli Farianti (Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes), dan Kim Hyo Jin (Direktur Negara KOICA Indonesia) berpose untuk foto dengan penghargaan simbolis selama peluncuran proyek

i

JAKARTA | harianduta.id – Survei Penduduk Antar Sensus 2025 mencatat Angka Kematian Ibu (AKI) turun menjadi 144 per 100.000 kelahiran hidup, dari 189 di 2020. 

 Ini berarti setiap 1-2 jam seorang ibu di Indonesia kehilangan nyawanya akibat komplikasi terkait kehamilan, persalinan, atau masa nifas.  

Meskipun Indonesia telah mencapai cakupan yang tinggi dalam hal pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terampil, Angka Kematian Ibu (AKI) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang krusial.  

Hal ini menyoroti kesenjangan yang mendalam: sementara perempuan memiliki akses ke perawatan, kualitas perawatan tersebut harus diperkuat secara fundamental untuk menyelamatkan nyawa. 

Sebagai langkah signifikan untuk menjawab tren ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Korea International Cooperation Agency (KOICA), dan United Nations Population Fund (UNFPA) meluncurkan proyek “Strengthening Professional Education and Enhanced Policy Framework for Midwifery Development in Indonesia (SPEED).”  

Inisiatif ini merupakan komitmen strategis untuk mentransformasi kualitas pendidikan kebidanan dan penyediaan layanan klinis, memastikan bahwa setiap persalinan di Indonesia ditangani oleh bidan yang sepenuhnya kompeten untuk menangani keadaan darurat obstetri yang menyelamatkan jiwa. 

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes,  Yuli Farianti mengatakan di 2029, pemerintah berkomitmen menurunkan angka kematian ibu menjadi kurang dari 77/100. 000 kelahiran hidup per tahun. 

Untuk mencapai target tersebut, penguatan kompetensi bidan menjadi sangat penting. Kami meyakini bahwa investasi pada pendidikan bidan merupakan investasi bagi masa depan bangsa. 

“Bidan yang kompeten akan berkontribusi langsung dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus memperkuat sistem kesehatan Indonesia. Melalui kemitraan antara Kementerian Kesehatan, KOICA, dan UNFPA, kami berharap penguatan pendidikan profesi kebidanan dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan mutu dan profesionalisme bidan Indonesia, sehingga setiap ibu, di mana pun berada, memperoleh pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan," katanya.  

Proyek SPEED menjawab masalah inti kompetensi kebidanan dengan berfokus pada dua pilar: mereformasi pendidikan pra-jabatan di 12 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes. 

Hal ini dilakukan agar memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh International Confederation of Midwives (ICM), serta membangun platform nasional digital untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).  

Memperkuat 12 Poltekkes sebagai acuan nasional bagi pendidikan kebidanan yang berkualitas, sistem ini akan membekali bidan dengan keterampilan penting yang menyelamatkan jiwa, termasuk Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Bayi Baru Lahir (PONEK) serta respons terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan (KTP/AP).  

Ini memastikan tenaga kerja bidan nasional yang berjumlah lebih dari 358.892 orang didukung, diperbarui, dan siap memberikan layanan yang memenuhi tolok ukur global. 

Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami menambahkan UNFPA dengan bangga mendukung Indonesia dalam perjalanan kebidanan yang transformatif ini. Melalui kemitraan ini, kita melangkah lebih jauh dari sekadar kuantitas untuk memprioritaskan kualitas pelayanan.  

 “Bidan adalah garda terdepan dalam mengurangi kematian ibu. Dengan menstandarisasi pendidikan kebidanan dan menciptakan ekosistem digital yang permanen untuk pertumbuhan profesional, kita memastikan setiap ibu menerima layanan aman dan berkualitas tinggi yang pantas mereka dapatkan," ujarnya. 

Kemitraan ini menggabungkan keahlian teknis UNFPA, komitmen kelembagaan Kementerian Kesehatan, dan dukungan strategis KOICA untuk menciptakan model yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di seluruh negeri. 

Country Director KOICA Indonesia Office, Kim Hyo Jin menambahkan Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu, dan langkah berikutnya adalah memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dengan baik.  

 “Melalui proyek SPEED, KOICA bangga bermitra dengan Kementerian Kesehatan dan UNFPA untuk memperkuat sistem pendidikan kebidanan di Indonesia serta membangun fondasi yang berkelanjutan bagi kehamilan yang lebih aman, persalinan yang lebih selamat, dan masyarakat yang lebih sehat," ungkapnya.  

Proyek SPEED yang akan berlangsung hingga tahun 2030 ini ditargetkan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 8.280 mahasiswa dan instruktur kebidanan, sekaligus secara tidak langsung mendukung kesejahteraan jutaan keluarga di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. 

Berita Terbaru

Mbak Wali Ingatkan Keteladanan Nabi dalam Kepemimpinan

Mbak Wali Ingatkan Keteladanan Nabi dalam Kepemimpinan

Senin, 24 Agu 2026 20:34 WIB

Senin, 24 Agu 2026 20:34 WIB

KEDIRI|harianduta.id- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan SK Kenaikan Pangkat Periode 01 September 2026. Penyerahan dilakukan saat Apel Pagi, Senin…

Desak Pemkab dan APH Berantas Peredaran Miras dan Narkoba

Desak Pemkab dan APH Berantas Peredaran Miras dan Narkoba

Senin, 24 Agu 2026 20:23 WIB

Senin, 24 Agu 2026 20:23 WIB

LAMONGAN | harianduta.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama aparat penegak h…

Nuansa Tempo Doeloe Warnai Kampung Kuliner Magersari Gang 1 

Nuansa Tempo Doeloe Warnai Kampung Kuliner Magersari Gang 1 

Minggu, 23 Agu 2026 17:24 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 17:24 WIB

MOJOKERTO |harianduta.id - Suasana tempo dulu terasa di Kampung Magersari Gang 1, Kota Mojokerto. Kampung kuliner bertajuk pesta budaya dan kemeriahan acara…

Funbike Jamnas 2 MGS di Kediri Diikuti 1.400 Peserta

Funbike Jamnas 2 MGS di Kediri Diikuti 1.400 Peserta

Minggu, 23 Agu 2026 16:40 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 16:40 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberangkatkan funbike Jamnas 2 Mbahman Gowes Sejagad (MGS) di Kediri. Pemberangkatan berlangsung di…

Kisah Komedi Persahabatan di Film Operasi Pesta Copet

Kisah Komedi Persahabatan di Film Operasi Pesta Copet

Minggu, 23 Agu 2026 16:18 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 16:18 WIB

SURABAYA | harianduta.id  -  Copet, identik dengan sosok misterius yang kerap kita jumpai dalam berbagai kesempatan. Copet adalah bentuk pencurian yang m…

Bulog Bojonegoro Terus Genjot Distribusi Beras SPHP

Bulog Bojonegoro Terus Genjot Distribusi Beras SPHP

Minggu, 23 Agu 2026 15:22 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 15:22 WIB

LAMONGAN  | harianduta.id - Perum BULOG Cabang Bojonegoro terus mempercepat distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah …