Kuota Sekolah Rakyat Kota Kediri Masih Longgar

Pemkot Kediri Ajak Masyarakat Manfaatkan Pendidikan Gratis

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekolah Rakyat di Kota Kediri, (inzet) Kepala Dinas Sosial Imam Muttakin .(dok/Budi Arya)
Sekolah Rakyat di Kota Kediri, (inzet) Kepala Dinas Sosial Imam Muttakin .(dok/Budi Arya)

i

KEDIRI|harianduta.id- Kesempatan masyarakat Kota Kediri untuk mengakses Pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat masih terbuka. Kementerian Sosial RI melalui Pemerintah Kota Kediri masih melakukan penjangkauan calon peserta didik untuk memenuhi kuota yang telah ditetapkan. Dalam keterangannya, Jumat (10/7)

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menjelaskan, program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya keluarga yang masuk dalam data DTSEN kategori Desil 1 dan Desil 2. Namun apabila ada masyarakat pada Desil 3, 4, dan seterusnya masih memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini, dengan syarat melalui proses survei (ground check) kelayakan yang dilakukan oleh tim dari Dinas Sosial.

“Berbeda dengan sistem penerimaan peserta didik pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara terbuka. Untuk desil 1 dan desil 2 secara otomatis langsung masuk dan tidak disurvei, namun untuk yang desil 3,4 dan seterusnya apabila berminat bisa menghubungi Dinas Sosial atau Lapor Mbak Wali 112 untuk selanjutnya dijangkau untuk dilakukan asesmen dan survei apakah yang bersangkutan benar- benar masuk kategori tidak mampu,” jelasnya.

Setiap jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA memiliki kuota sebanyak 90 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel). Namun hingga saat ini, kuota SMA telah terisi 84 siswa, kuota SMP terisi 83 siswa dan kuota SD baru terisi 25 siswa.

Imam berharap seluruh kuota dapat terpenuhi sebelum dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 13–17 Juli mendatang. Kendati demikian, apabila nantinya kuota belum terpenuhi sepenuhnya, Imam mengatakan proses belajar mengajar tetap akan berjalan sesuai jumlah peserta didik yang telah diterima.

“Kemarin hasil koordinasi kita dengan Kemensos kuota seluruhnya diharapkan bisa terpenuhi. Jadi untuk rombel SD dialihkan menjadi rombel SMA. Dengan demikian, SMA mendapatkan tambahan 1 rombel atau tambahan kuota sebanyak 36 siswa,” jelasnya.  

Imam mengatakan, program Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama. Seluruh biaya pendidikan meliputi seragam, tas, buku pelajaran, laptop, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan hidup sehari-hari selama mengikuti pendidikan akan ditanggung pemerintah.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut, terutama bagi anak-anak yang berpotensi putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Masyarakat juga diimbau turut menyampaikan informasi kepada tetangga maupun kerabat yang membutuhkan agar mereka dapat memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Masyarakat juga tidak perlu khawatir mengenai legalitas pendidikan di Sekolah Rakyat. Ijazah yang diterbitkan untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA memiliki kedudukan yang setara dengan sekolah umum dan diakui secara resmi.

“Mari kita manfaatkan Sekolah Rakyat ini untuk memperbaiki tingkat pendidikan anak-anak kita. Kami berharap seluruh kuota dapat terisi sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dan yang tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah reguler karena keterbatasan biaya bisa memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas,” pungkasnya.(bud)

Berita Terbaru

Mbak Wali Ingatkan Keteladanan Nabi dalam Kepemimpinan

Mbak Wali Ingatkan Keteladanan Nabi dalam Kepemimpinan

Senin, 24 Agu 2026 20:34 WIB

Senin, 24 Agu 2026 20:34 WIB

KEDIRI|harianduta.id- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan SK Kenaikan Pangkat Periode 01 September 2026. Penyerahan dilakukan saat Apel Pagi, Senin…

Desak Pemkab dan APH Berantas Peredaran Miras dan Narkoba

Desak Pemkab dan APH Berantas Peredaran Miras dan Narkoba

Senin, 24 Agu 2026 20:23 WIB

Senin, 24 Agu 2026 20:23 WIB

LAMONGAN | harianduta.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama aparat penegak h…

Nuansa Tempo Doeloe Warnai Kampung Kuliner Magersari Gang 1 

Nuansa Tempo Doeloe Warnai Kampung Kuliner Magersari Gang 1 

Minggu, 23 Agu 2026 17:24 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 17:24 WIB

MOJOKERTO |harianduta.id - Suasana tempo dulu terasa di Kampung Magersari Gang 1, Kota Mojokerto. Kampung kuliner bertajuk pesta budaya dan kemeriahan acara…

Funbike Jamnas 2 MGS di Kediri Diikuti 1.400 Peserta

Funbike Jamnas 2 MGS di Kediri Diikuti 1.400 Peserta

Minggu, 23 Agu 2026 16:40 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 16:40 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberangkatkan funbike Jamnas 2 Mbahman Gowes Sejagad (MGS) di Kediri. Pemberangkatan berlangsung di…

Kisah Komedi Persahabatan di Film Operasi Pesta Copet

Kisah Komedi Persahabatan di Film Operasi Pesta Copet

Minggu, 23 Agu 2026 16:18 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 16:18 WIB

SURABAYA | harianduta.id  -  Copet, identik dengan sosok misterius yang kerap kita jumpai dalam berbagai kesempatan. Copet adalah bentuk pencurian yang m…

Bulog Bojonegoro Terus Genjot Distribusi Beras SPHP

Bulog Bojonegoro Terus Genjot Distribusi Beras SPHP

Minggu, 23 Agu 2026 15:22 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 15:22 WIB

LAMONGAN  | harianduta.id - Perum BULOG Cabang Bojonegoro terus mempercepat distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah …