Workshop Coffee Cupping

SPBUN Nusantara XII Perkuat Kompetensi dan Bentuk Forum Pecinta Kopi

author Endang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peserta antusias mengikuti Coffee Cupping Workshop bertema Savor the Flavor, Aroma and Meet the Expert di Kantor PTPN I Regional 5, Surabaya. FOTO/ist
Peserta antusias mengikuti Coffee Cupping Workshop bertema Savor the Flavor, Aroma and Meet the Expert di Kantor PTPN I Regional 5, Surabaya. FOTO/ist

i

SURABAYA | harianduta.id – SPBUN Nusantara XII berkolaborasi dengan Holding Perkebunan Nusantara dan PTPN I Regional 5 menyelenggarakan Coffee Cupping Workshop. 

Bertema Savor the Flavor, Aroma and Meet the Expert, workshop digelar di Kantor PTPN I Regional 5, Surabaya.  

Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kompetensi pekerja sekaligus memperkuat budaya belajar dan kolaborasi antara serikat pekerja dengan manajemen dalam mendukung pengembangan industri kopi nasional. 

Workshop diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari berbagai entitas di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara, di antaranya Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I (Persero) Head Office, PTPN I Regional 3, PTPN I Regional 5, PTPN IV Regional 4, serta Java Coffee Estate (JCE). Para peserta memperoleh pembekalan mengenai dasar-dasar coffee cupping, teknik evaluasi mutu, identifikasi karakter cita rasa, hingga penerapan standar penilaian kopi yang digunakan dalam industri kopi dunia. 

Selain menerima materi teori dan praktik, seluruh peserta juga mengikuti Kompetisi Coffee Cupping sebagai bentuk evaluasi atas pemahaman yang diperoleh selama workshop.  

Kompetisi tersebut dinilai oleh Vito Adi Tjandrasurja, Founder Sensa Koffie sekaligus praktisi kopi bersertifikat internasional, bersama Muchammad Fitrawansyah, peraih Juara 3 Indonesian Cup Tasters Championship 2023 dan Juara 4 Indonesian Cup Tasters Championship 2025, menggunakan standar coffee cupping internasional. 

Ketua Umum SPBUN Nusantara XII, Bramantya Admadja, mengatakan organisasi pekerja memiliki peran strategis tidak hanya dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas dan kompetensi pekerja agar semakin profesional menghadapi perkembangan industri. 

"Serikat pekerja harus menjadi ruang bagi anggotanya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Kompetensi merupakan investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi pekerja sekaligus mendukung peningkatan kualitas perusahaan," ujar Bramantya. 

Menurut Bramantya, kegiatan ini juga menjadi langkah untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap kopi-kopi unggulan Holding Perkebunan Nusantara. 

"Kami ingin pekerja memahami karakter, kualitas, hingga proses penilaian mutu kopi sehingga tumbuh kepedulian untuk menjaga kualitas produk sejak dari kebun hingga ke tangan konsumen. Hal ini penting mengingat PTPN I merupakan salah satu produsen kopi terbesar di Indonesia," tambah Bramantya. 

Direktur Bisnis Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan peningkatan kompetensi di bidang coffee cupping menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing kopi Indonesia di tengah meningkatnya permintaan pasar. 

"Permintaan kopi berkualitas terus meningkat. Peluang ini harus dijawab dengan menjaga produktivitas dan konsistensi mutu. Melalui coffee cupping, seluruh insan perkebunan memiliki pemahaman yang sama terhadap standar kualitas sehingga kopi Holding Perkebunan Nusantara semakin bernilai dan kompetitif," jelas Ryanto. 

Ryanto berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan, termasuk diselenggarakan langsung di kebun-kebun kopi agar peserta memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses produksi dari hulu hingga hilir. 

Sebagai tuan rumah, Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, menyambut baik penyelenggaraan workshop yang mempertemukan pekerja dari berbagai regional.
"Kolaborasi antara manajemen dan serikat pekerja menjadi kekuatan dalam membangun budaya mutu.  

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memperluas jejaring dan menyamakan pemahaman mengenai standar kualitas kopi," kata Subagiyo. 

Narasumber utama workshop, Vito Adi Tjandrasurja, menjelaskan bahwa coffee cupping bukan sekadar kegiatan mencicipi kopi, melainkan metode ilmiah untuk mengevaluasi mutu berdasarkan standar internasional. 

"Coffee cupping merupakan bahasa bersama dalam industri kopi. Melalui standar penilaian yang sama, kita dapat mengevaluasi kualitas secara objektif sekaligus menjaga konsistensi cita rasa khas setiap daerah penghasil kopi," ungkap Vito. 

Vito juga mengapresiasi antusiasme peserta yang berasal dari berbagai wilayah penghasil kopi. 

"Antusiasme peserta sangat tinggi. Pertemuan pekerja dari berbagai daerah penghasil kopi menjadi ruang berbagi pengalaman yang memperkuat budaya mutu di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara," ujar Vito. 

Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan pemenang Kompetisi Coffee Cupping yang menjadi bagian dari rangkaian workshop. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I diraih oleh Iswahyudi dari Kebun Bantaran Bangelan PTPN I Regional 5, sedangkan Juara II diraih oleh Eta Yunda dari Java Coffee Estate (JCE). 

Keduanya selanjutnya akan diusulkan mewakili PTPN I Regional 5 pada Kompetisi Coffee Cupping Tingkat Regional sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang penilaian mutu kopi sekaligus memperkuat daya saing kopi unggulan perusahaan. 

Pada kesempatan tersebut, SPBUN Nusantara XII juga menginisiasi pembentukan Forum Pecinta Kopi Holding Perkebunan Nusantara sebagai wadah komunikasi, edukasi, kolaborasi, serta berbagi pengalaman bagi insan perkebunan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kopi Indonesia. 

Forum ini diharapkan mampu memperluas wawasan pekerja mengenai industri kopi dari hulu hingga hilir, mempererat kolaborasi antarunit usaha, serta mendorong lahirnya berbagai kegiatan edukatif yang mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara. 

Melalui penyelenggaraan Coffee Cupping Workshop, kompetisi, dan pembentukan Forum Pecinta Kopi Holding Perkebunan Nusantara, SPBUN Nusantara XII berharap budaya belajar terus berkembang.  

Sehingga pekerja semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan industri, serta mampu mendukung peningkatan kualitas dan daya saing kopi-kopi unggulan Holding Perkebunan Nusantara di pasar nasional maupun internasional.

Berita Terbaru

Pastikan Bantuan Pangan Beras Tersalurkan

Pastikan Bantuan Pangan Beras Tersalurkan

Sabtu, 29 Agu 2026 19:28 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 19:28 WIB

LAMONGAN | Harianduta.id - Perum BULOG Cabang Bojonegoro mulai masif menyalurkan Program Bantuan Pangan tahap II untuk alokasi Juli, Agustus dan September…

BFI Finance Edukasi Masyarakat Terkait Pembiayaan dan Otomotif

BFI Finance Edukasi Masyarakat Terkait Pembiayaan dan Otomotif

Sabtu, 29 Agu 2026 14:28 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:28 WIB

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menggelar NGOPI (Ngobrol Otomotif, Pembiayaan, dan Informasi lainnya).…

BSI Perkuat Literasi dan Peningkatan Penetrasi Keuangan Syariah

BSI Perkuat Literasi dan Peningkatan Penetrasi Keuangan Syariah

Sabtu, 29 Agu 2026 14:24 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:24 WIB

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi bersama Nahdlatul Ulama (NU).  …

Polytron Optimistis Respon Positif Pengunjung GIIAS Surabaya 2026

Polytron Optimistis Respon Positif Pengunjung GIIAS Surabaya 2026

Sabtu, 29 Agu 2026 11:15 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 11:15 WIB

SURABAYA | harianduta.id  - Polytron terus berkomitmen mengedukasi masyarakat tentang mobilitas ramah lingkungan melalui kehadirannya di berbagai ajang …

Diramaikan Ratusan Pegolf Dalam dan Luar Negeri

Diramaikan Ratusan Pegolf Dalam dan Luar Negeri

Sabtu, 29 Agu 2026 11:02 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 11:02 WIB

SURABAYA | harianduta.id  -  Banyak pemain golf muda yang tampil dalam Beyond Infinity Golf Tournament dalam rangkaian perayaan hari jadinya Golf Graha Famili k…

Menghidupkan Nahdlatut Tujjar: Dari Etika Aswaja hingga Kemandirian Modal

Menghidupkan Nahdlatut Tujjar: Dari Etika Aswaja hingga Kemandirian Modal

Sabtu, 29 Agu 2026 09:25 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 09:25 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Nahdlatul Ulama (NU) dinilai memiliki modal sosial yang sangat besar untuk membangun kemandirian ekonomi organisasi sekaligus m…