LAMONGAN | harianduta.id - Di kampung pesisir tersebut bahkan lahir komunitas pendukung Timnas Argentina yang menamakan diri Argamania (Argentina Mania). Komunitas ini diprakarsai oleh pengusaha muda bidang perkapalan, Rickyanto Mundzib, sebagai wadah kebersamaan warga melalui kegiatan nonton bareng (nobar).
Menurut Rickyanto, awal terbentuknya komunitas tersebut bermula dari tradisi warga setempat yang gemar berkumpul atau "janduman".
"Awalnya hanya ingin janduman bersama warga. Sambil ngopi, merokok, menikmati camilan, lalu nonton bareng pertandingan Piala Dunia. Ternyata hampir semua yang datang sama-sama pendukung Argentina," ujar Rickyanto, Sabtu (18/7/2026).
Dari kebiasaan sederhana itu, muncul gagasan membentuk komunitas Argamania. Hampir seluruh anggota merupakan warga Kampung Sukunan yang memiliki kecintaan terhadap Tim Tango.
"Kami memang rata-rata gila bola. Selama Piala Dunia ini, katanya kami istirahat dulu jadi LA Mania, karena fokus mendukung Argentina," katanya sambil tertawa.
Menjelang laga final Argentina kontra Spanyol, warga mulai mempersiapkan lokasi nobar. Layar besar, kursi, hingga konsumsi sederhana disiapkan secara gotong royong agar seluruh warga dapat menikmati pertandingan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Bagi masyarakat Sukunan, sepak bola bukan sekadar tontonan. Momentum Piala Dunia menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan warga yang selama ini terjalin melalui tradisi janduman.
Untuk menjaga semangat tersebut tetap hidup setelah Piala Dunia usai, Rickyanto bersama para pemuda membentuk Rich Foundation. Wadah ini diharapkan menjadi ruang bagi berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, dan kemasyarakatan sehingga solidaritas warga terus terpelihara.
Partai final Argentina melawan Spanyol pun bukan hanya dinantikan sebagai pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi momentum yang menyatukan warga pesisir Lamongan dalam semangat persaudaraan. (dam)
Editor : Redaksi