Ajak Haji Her Nonton Film Foufo

Bayu Skak Optimistis Jumlah Penonton Terus Meningkat

author Imam Ghozali

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bayu Skak mengajak salah satu tokoh Madura yakni H. Khairul Umam atau yang lebih dikenal sebagai Haji Her nonton film Foufo di XXI Delta Surabaya. (dok/duta.co)
Bayu Skak mengajak salah satu tokoh Madura yakni H. Khairul Umam atau yang lebih dikenal sebagai Haji Her nonton film Foufo di XXI Delta Surabaya. (dok/duta.co)

i

SURABAYA | harianduta.id  - Enam hari sejak mulai tayang 9 Juli 2026 lalu, film Foufo mendapat respon bagus dari penonton. Sampai saat ini jumlah penonton film karya Bayu Skak mencapai 200 ribu dan diprediksi bakal terus meningkat mengingat makin banyak penonton yang penasaran dan di putar di seluruh bioskop di Indonesia. Meski menggunakan bahasa Madura, Film Foufo tidak hanya ditayangkan di Jawa Timur, melainkan di seluruh Indonesia dan mendapat respon bagus.

Untuk memacu jumlah penonton dan makin bikin penasaran, produser dan sutradara Bayu Skak beserta tim menggelar nonton bareng bersama. Kali ini di XXI Delta Surabaya, Bayu Skak mengajak salah satu tokoh Madura yakni H. Khairul Umam atau yang lebih dikenal sebagai Haji Her. Haji Her merupakan pengusaha asal Madura yang sukses membangun bisnis di industri tembakau. Ia dikenal sebagai pendiri dan pemilik Bawang Mas Group.

Usai menonton Film Foufo Haji Her mengaku mengapresiasi dan terhibur dengan film Foufo yang mengangkat akar budaya Madura. Dimana selama ini belum ada film seperti ini yang melakukan dan siap menjadi salah satu pendukung kalau ada film sejenis yang akan diproduksi.

“Yang jelas tidak boleh rugi,” katanya.

Selain ceritanya dan bahasanya menggunakan Madura menurut Haji Her mengaku salut dengan para pemain yang ternyata dari Madura sehingga logatnya tidak perlu diragukan. Haji Her sangat mendukung penggunaan pemain Madura.

“Untuk bioskop di Madura memang hanya ada satu di Pamekasan. Untuk itu, saya tidak tahu dan paham,” jelasnya.

Sementara produser dan sutradara Film Foufo Bayu Skak mengatakan akan terus melakukan roadshow dan kegiatan untuk merangsang minat makin banyak penonton. Biasanya film katagori tidak laku dalam penayangan 4-5 hari sudah mulai turun, namun Film Foufo masih terus meningkat jumlah penontonnya.

“Kegiatan nonton bareng dan mendatangi gedung bioskop menjadi salah satu cara untuk mempertahkan sekaligus meningkatkan jumlah penonton. Kali ini dengan menghadirkan Haji Her ke Kota Surabaya untuk nonton bareng bersama pemain. Dan responnya aantusias bangat penonton,” jelas Bayu Skak.

Bayu Skak mengakui mungkin saja banyak masyarakat yang ragu ragu untuk nonton film Foufo. Karena akses ddan dialognya 80 persen menggunakan bahasa Madura. Setelah menonton ternyata bagus dan menghibur.

“Momen inilah yang dicoba dipertahankan dalam masa penayangan Film Foufo sehingga tetap mendapat respon yang tinggi dari masyarakat,” jelasnya.

Dari film Foufo ini Bayu menegaskan untuk membikin sukses tidaknya film tidak ditentukan oleh bintang yang tenar, ataupun bintang dengan follower 5 juta. Kenyataannya film Foufo bisa diterima pasar  dengan menggunakan talent yang belum terkenal, bahkan diantaranya melalui ajang pencarian pemeran film.

“Saat ini sudah 200 ribu penonton dan harapannya bisa terus meningkat bisa mecapai jutaan penonton. Bila itu terjadi, bukan tidak mungkin akan dibuat sekuel Foufo 2,” tegas Bayu Skak.

Film Foufo persembahan Skak Studios dan Sinemart sebelumnya juga telah menggelar roadshow di Jawa Timur yang juga disambut meriah, dengan seluruh tiket terjual habis. Saat Gala Premiere di Jakarta, film Foufo juga membawa konsep unik dengan menghadirkan peternakan bebek, serta iringan sapi dan kambing di area red carpet! Sebuah konsep pembeda yang menjadikannya unik.

Roadshow ke Madura awal Juli ini juga menjadi momentum film Foufo pulang kampung Bertemu dengan para warga Madura yang identitas dan ceritanya direpresentasikan di film ini. Foufo menjadi film berbudaya Madura pertama di layar lebar Indonesia.

“Salah satu yang membuat saya takjub saat bertemu dan melihat orang Madura adalah keberanian mereka dan rasa cinta kasih mereka kalau sudah punya keinginan. Di mana nomor satu adalah orangtua, Bapak dan Ibu, dan di film ini, seorang anak dari keluarga Madura sangat mengutamakan dan memegang janjinya untuk Ibunya,” ujar produser dan sutradara Bayu Skak.

Film Foufo disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto. Film ini dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Ja’far, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

“Dari film ini selain membuktikan bahwa talent-talent asli Madura luar biasa, namun kami juga mau mengangkat bahwa orang Madura itu kekeluargaannya sangat kuat. Itulah yang ingin kami tunjukkan, bahwa orang Madura itu kekeluargaannya kuat, apalagi untuk ibu, pasti apapun dilakukan,” ujar Tretan Muslim.

“Film Foufo ini sangat membanggakan warga Madura, karena bisa mengenalkan bahasa Madura jadi lebih luas lagi ke masyarakat Indonesia, bisa lebih kenal dan  tahu tentang budaya Madura. Film ini membuktikan bahasa Madura itu juga keren dan luar biasa. Biasanya kita nonton enggak ada bahasa Maduranya, ini dominan bahasa Madura, keren dan luar biasa filmnya,” kata salah satu penonton. Imm

Berita Terbaru

DPRD Kota Mojokerto RDP dengan Kasek SMPN

DPRD Kota Mojokerto RDP dengan Kasek SMPN

Rabu, 15 Jul 2026 20:56 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 20:56 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id – Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Sekolah (Kasek) SMP Negeri se-Kota Mojokerto di R…

Perkuat Kolaborasi Industri Menuju Era Baru Manufaktur Timur Indonesia

Perkuat Kolaborasi Industri Menuju Era Baru Manufaktur Timur Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026 19:27 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 19:27 WIB

SURABAYA | harianduta.id - Pamerindo Indonesia resmi membuka penyelenggaraan Manufacturing Surabaya 2026 yang berlangsung pada 15–18 Juli 2026 di Grand City C…

Perum BULOG Kediri Serap Gabah Petani Capai Hasil Maksimal 

Perum BULOG Kediri Serap Gabah Petani Capai Hasil Maksimal 

Rabu, 15 Jul 2026 19:25 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 19:25 WIB

KEDIRI|harianduta.id- Terhitung per tanggal 14 Juli 2026 BULOG Kediri telah melakukan penyerapan gabah petani sebanyak 143.815.445 kg dari target 94.583.710 kg…

UID Jatim Melalui YBM PLN Berbagi dengan Warga di Mojokerto, Malang dan Banyuwangi

UID Jatim Melalui YBM PLN Berbagi dengan Warga di Mojokerto, Malang dan Banyuwangi

Rabu, 15 Jul 2026 13:01 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 13:01 WIB

PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa timur melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan manfaat nyata bagi masyarakat. …

SPBUN Nusantara XII Perkuat Kompetensi dan Bentuk Forum Pecinta Kopi

SPBUN Nusantara XII Perkuat Kompetensi dan Bentuk Forum Pecinta Kopi

Rabu, 15 Jul 2026 12:34 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 12:34 WIB

SPBUN Nusantara XII berkolaborasi dengan Holding Perkebunan Nusantara dan PTPN I Regional 5 menyelenggarakan Coffee Cupping Workshop. …

Kanwil DJP Jatim I Gelar Forum Konsultasi Publik dan Dialog Perpajakan

Kanwil DJP Jatim I Gelar Forum Konsultasi Publik dan Dialog Perpajakan

Rabu, 15 Jul 2026 11:35 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 11:35 WIB

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I menggelar Forum Konsultasi Publik dan Dialog Perpajakan pada Selasa (14/7/2026).…