SITUBONDO I harianduta.id - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo menggelar pelatihan pembuatan film sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang industri ekonomi kreatif sekaligus memperkuat promosi potensi wisata daerah melalui media audiovisual.
Pelatihan yang berlangsung Room dan Resto TradiSea akan berlangsung selama dua hari tersebut, diikuti oleh 30 peserta dari SMA dan SMK sederajad di Kabupaten Situbondo.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai penulisan naskah, teknik pengambilan gambar, penyutradaraan, tata suara, hingga proses penyuntingan video.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo berpesan kepada para siswa yang mengikuti pelatihan pembuatan film untuk menciptakan karya yang relevan dengan realitas kehidupan serta memiliki pesan moral yang kuat.
Hal ini disampaikan Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo saat memberikan arahan dan motivasi terkait pentingnya nilai dalam sebuah karya seni perfilman.
Dalam pembicaraannya, Bupati membagikan pandangannya mengenai salah satu film favorit yang kerap ia tonton, yakni The Shawshank Redemption (1994).
Menurutnya, film tersebut berhasil menggambarkan realitas kehidupan, proses terinstitusionalisasi, hingga semangat hidup (spirit of life). "Itu film tentang pembunuhan, masuk ke penjara, lalu di penjara merasa terinstitusionalisasi, tentang spirit of life, tentang bagaimana orang mengenal kita atau tidak mengenal kita. Itu realitas," ujarnya.
Bupati Situbondo juga mengaitkan pesan film tersebut dengan realitas jabatan yang sedang diembannya. Ia mengingatkan bahwa penghormatan dari masyarakat sering kali melekat pada jabatan, bukan pada individu secara personal.
"Sebagai Bupati, orang semua hormat sama saya karena jabatan. Sebelum jadi bupati, apakah semua hormat? Tidak. Nanti setelah lima tahun tidak menjadi bupati, apakah semua orang hormat? Tidak. Jadi, penghormatan itu pada jabatan," ungkapnya.
Namun, ia juga menegaskan bahwa jika seseorang membangun masa jabatannya dengan kebaikan, masyarakat akan terus mengenang kebaikan tersebut meskipun jabatannya telah usai—seperti halnya karya seni yang terus dikenang meski pembuatnya telah tiada.
Filosofi Fenomenologis dalam Karya Seni
Selain The Shawshank Redemption, Bupati juga menyebutkan sejumlah karya besar lain seperti The Godfather, Peaky Blinders, La Casa de Papel (Money Heist), hingga lagu ikonik milik Queen, Bohemian Rhapsody. Berbagai karya tersebut dinilai berhasil memikat penonton karena memiliki kedalaman pesan serta ruang tafsir yang luas.
Ia menekankan konsep filsafat fenomenologis, di mana setiap penikmat karya memiliki kebebasan untuk menafsirkan pesan sesuai dengan sudut pandang masing-masing.
"Buatlah film, manfaatkan momentum ini. Namun di setiap film dan karya, harus ada pesan yang ingin disampaikan dan relevan dengan realitas orang. Setiap orang punya tafsiran sendiri terhadap hidupnya," tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati Situbondo memberikan dorongan semangat kepada para siswa untuk terus berkarya dan menafsirkan potensi daerah, seperti Situbondo, melalui idealisme dan konsep pemikiran yang kreatif. (her)
Editor : Imam Ghozali