73 Persen Muktamirin Sepakati Perubahan Mekanisme Pilih Ketum PBNU

author Abd Aziz

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pimpinan Sidang Pleno III, Prof Muhammad Nuh
Pimpinan Sidang Pleno III, Prof Muhammad Nuh

i

JOMBANG I harianduta.id – Dinamika pemilihan kepemimpinan tertinggi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengalami perubahan mendasar. Sebanyak 73 persen muktamirin Muktamar ke-35 NU menyepakati perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Mayoritas peserta pemilik hak suara memilih untuk menghentikan model pemilihan Ketua Umum PBNU secara langsung oleh muktamirin.

Sebagai gantinya, penetapan Ketua Umum PBNU dikembalikan melalui mekanisme yang melibatkan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) bersama kiai-kiai sepuh.

Pimpinan Sidang Pleno III, Prof Muhammad Nuh, mengatakan, dari total 552 peserta yang memiliki hak suara, sebanyak 401 suara atau sekitar 73 persen menyatakan setuju terhadap perubahan mekanisme pemilihan tersebut.

Sementara itu, sebanyak 150 suara memilih agar mekanisme pemilihan langsung oleh peserta muktamar tetap dipertahankan. Adapun satu suara dinyatakan tidak sah.

"Dari seluruh 552 suara yang hadir, sebanyak 401 suara atau sekitar 73 persen menghendaki adanya perubahan di dalam mekanisme pemilihan. Yang memilih untuk tetap ada 150 suara, dan 1 suara tidak sah," ujarnya seusai memimpin jalannya pemungutan suara.

Menurut Muhammad Nuh, perubahan mekanisme tersebut lahir dari aspirasi sebagian besar pengurus wilayah dan cabang. Aspirasi itu mengemuka sebagai bagian dari upaya menjaga marwah kepemimpinan PBNU sekaligus menguatkan kembali peran ulama dalam menentukan arah organisasi.

Dengan mekanisme baru tersebut, proses penetapan Ketua Umum PBNU tidak lagi sepenuhnya ditentukan melalui kontestasi langsung antarkandidat di hadapan seluruh muktamirin. Penentuan nakhoda organisasi nantinya melibatkan Rais 'Am terpilih dan sembilan anggota AHWA.

Lima Nama Bakal Calon


Perubahan mekanisme juga berdampak pada tahapan pencalonan Ketua Umum PBNU. Dalam draf aturan yang disepakati, seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) akan memiliki hak untuk mengajukan nama bakal calon.

Setiap cabang dan wilayah dapat mengusulkan maksimal lima nama. Seluruh usulan tersebut kemudian ditabulasi oleh panitia secara transparan untuk mendapatkan lima nama dengan perolehan suara terbanyak.

Kelima nama tersebut tidak langsung dipertarungkan melalui pemungutan suara terbuka. Nama-nama itu terlebih dahulu diserahkan kepada Rais 'Am PBNU terpilih untuk memperoleh catatan, pertimbangan, dan restu.

"Setelah mendapatkan restu dari Rais 'Am terpilih, barulah nama-nama kandidat tersebut dipilih dan diputuskan bersama-sama dengan sembilan anggota AHWA," terang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Mekanisme serupa diterapkan dalam pengusulan anggota AHWA. PWNU, PCNU, dan PCINU akan mengusulkan sembilan nama kiai sepuh. Selanjutnya, sembilan nama dengan akumulasi suara tertinggi ditetapkan menjadi anggota AHWA.

Sembilan anggota AHWA tersebut nantinya memiliki tugas memilih Rais 'Am PBNU. Rais 'Am terpilih dapat berasal dari salah satu dari sembilan anggota AHWA maupun ulama di luar nama-nama tersebut.

Tatib Masih Menunggu Pleno Lanjutan


Meski perubahan prinsip mekanisme pemilihan telah disepakati oleh mayoritas muktamirin, rincian tata tertib (tatib) pemilihan secara formal masih akan disahkan melalui rapat pleno lanjutan.

Muhammad Nuh menegaskan, penyesuaian jadwal pembahasan tatib tidak akan mengganggu keseluruhan rangkaian Muktamar ke-35 NU.

Pihaknya optimistis seluruh agenda muktamar dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni 27 hingga 31 Agustus 2026.

"Insya-Allah hari Ahad besok semuanya sudah bisa dirampungkan, termasuk kepastian siapa Rais 'Am dan siapa Ketua Umum PBNU yang baru," katanya.

Keputusan dalam Sidang Pleno III tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam tata kelola organisasi NU untuk masa khidmah 2026–2031. Mekanisme baru itu sekaligus menempatkan kembali peran syuriyah dan kiai-kiai sepuh dalam proses penentuan kepemimpinan tertinggi PBNU.

Berita Terbaru

Ning Ita Berangkatkan Pawai Budaya Surodinawan 

Ning Ita Berangkatkan Pawai Budaya Surodinawan 

Minggu, 30 Agu 2026 17:29 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 17:29 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id – Semangat kemerdekaan masih terasa di penghujung Agustus. Warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, m…

Mbak Wali Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kemerdekaan

Mbak Wali Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kemerdekaan

Minggu, 30 Agu 2026 17:22 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 17:22 WIB

  KEDIRI|harianduta.id-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Puncak Festival Omah Sawah yang digelar Sabtu (29/08/2026). Ribuan masyarakat …

Mbak Wali, Forkopimda dan Warga Larut dalam Keseruan Permainan

Mbak Wali, Forkopimda dan Warga Larut dalam Keseruan Permainan

Minggu, 30 Agu 2026 17:08 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 17:08 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Semangat merayakan kemerdekaan terasa melalui berbagai permainan rakyat dalam Lomba Agustusan yang digelar di kawasan CFD Jalan Dhoho,…

Rajut Kebersamaan Lewat Drama dan Jalan Sehat

Rajut Kebersamaan Lewat Drama dan Jalan Sehat

Minggu, 30 Agu 2026 16:02 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 16:02 WIB

LAMONGAN | harianduta.id  - Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Lamongan, berlangsung …

Gus Yahya Redam Ketegangan Muktamar, Minta Pendukung Gus Yusuf Tenang

Gus Yahya Redam Ketegangan Muktamar, Minta Pendukung Gus Yusuf Tenang

Minggu, 30 Agu 2026 12:26 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 12:26 WIB

SURABAYA | harianduta.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyerukan sikap tenang di tengah dinamika M…

Gus Kikin Tekankan Persatuan di Tengah Dinamika Muktamar NU

Gus Kikin Tekankan Persatuan di Tengah Dinamika Muktamar NU

Sabtu, 29 Agu 2026 22:56 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 22:56 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menekankan pentingnya menjaga p…