Lima Kandidat Ketum PBNU Sepakati Musyawarah, AHWA Jadi Opsi Kedua

author Abd Aziz

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KH Zulfa Mustofa
KH Zulfa Mustofa

i

JOMBANG I harianduta.id — Dinamika pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 memasuki babak penting dalam Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Lima kandidat Ketua Umum PBNU disebut telah menyepakati mekanisme pemilihan dengan mengutamakan musyawarah mufakat. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting di tengah proses menuju penentuan kepemimpinan PBNU lima tahun mendatang.

Calon Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa mengungkapkan adanya kesepakatan tersebut kepada wartawan seusai Sidang Pleno III Muktamar NU ke-35, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Kiai Zulfa, kelima kandidat telah membicarakan bersama mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Dari pembicaraan itu, mereka sepakat menempatkan musyawarah mufakat sebagai pilihan utama.

Lima kandidat yang terlibat dalam kesepakatan tersebut adalah KH Zulfa Mustofa, Gus Kikin, Gus Yusuf, Gus Rozin, dan Gus Salam.

“Opsi yang kami sepakati berlima ya. Saya, saya sudah sebut. Saya, Gus Kikin, ya kan, saya Zulfa Mustofa, Gus Kikin, lalu siapa tadi? Gus Yusuf, lalu Gus Rozin, lalu Gus Salam,” ujar Kiai Zulfa.

Kesepakatan musyawarah mufakat tersebut menunjukkan adanya upaya dari para kandidat untuk mencari titik temu sebelum proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme yang lebih kompetitif.

Melalui musyawarah, masing-masing kandidat memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan sekaligus membicarakan arah kepemimpinan PBNU periode 2026–2031. Mekanisme ini juga membuka peluang tercapainya keputusan bersama tanpa harus langsung menggunakan pemungutan suara.

Namun, kesepakatan tersebut tidak menutup kemungkinan digunakannya mekanisme lain apabila musyawarah tidak mencapai mufakat.

Kiai Zulfa mengatakan kelima kandidat juga telah menyepakati mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) sebagai pilihan apabila musyawarah mufakat tidak berhasil menghasilkan keputusan.

“Kami lima bersepakat pemilihan Ketua Umum itu jika tidak bisa dipilih secara musyawarah mufakat, maka sistemnya adalah lewat AHWA, gitu ya,” ujarnya. 

Dengan demikian, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU telah memiliki dua opsi yang dibicarakan oleh para kandidat, yakni musyawarah mufakat sebagai pilihan utama dan AHWA apabila kesepakatan tidak tercapai.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari dinamika Muktamar NU ke-35 yang tengah memasuki tahapan penting penentuan kepemimpinan PBNU untuk masa khidmat 2026–2031.

Berita Terbaru

Ning Lia Kenang Sang Kakak, Kepala Asrama Haji Surabaya

Ning Lia Kenang Sang Kakak, Kepala Asrama Haji Surabaya

Senin, 31 Agu 2026 15:23 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:23 WIB

SURABAYA I harianduta.id - Kabar duka menyelimuti keluarga besar KH. Masykur Hasyim. Hj. Fentin Istifa’iyah, S.Ag., M.Si. kakak kandung Senator Lia Istifhama y…

Muktamar ke-35 NU Tegaskan Supremasi Syuriyah dan Ubah Mekanisme Pemilihan

Muktamar ke-35 NU Tegaskan Supremasi Syuriyah dan Ubah Mekanisme Pemilihan

Senin, 31 Agu 2026 15:19 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:19 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak hanya m…

Isi Pidato Lengkap Gus Kikin: Kemenangan Rekonsiliasi, Tak Ada yang Kalah

Isi Pidato Lengkap Gus Kikin: Kemenangan Rekonsiliasi, Tak Ada yang Kalah

Senin, 31 Agu 2026 15:13 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:13 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Setelah kontestasi kepemimpinan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berakhir, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memilih tidak m…

Prabowo Resmi Jadi Anggota NU Seumur Hidup

Prabowo Resmi Jadi Anggota NU Seumur Hidup

Senin, 31 Agu 2026 15:07 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:07 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Presiden RI Prabowo Subianto resmi menjadi anggota Nahdlatul Ulama (NU) seumur hidup. Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan K…

Purna Tugas dari PBNU, Gus Yahya Perkuat Kiprah Internasional

Purna Tugas dari PBNU, Gus Yahya Perkuat Kiprah Internasional

Senin, 31 Agu 2026 14:53 WIB

Senin, 31 Agu 2026 14:53 WIB

JOMBANG I harianduta.id - K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya akan kembali memperkuat kiprahnya di panggung internasional setelah purna tugas sebagai Ketua…

Gus Kikin: Muktamar NU Bukan Panggung Euforia Kemenangan

Gus Kikin: Muktamar NU Bukan Panggung Euforia Kemenangan

Senin, 31 Agu 2026 14:48 WIB

Senin, 31 Agu 2026 14:48 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031 terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, menegaskan h…