Gus Yahya: Jabatan Boleh Berganti, Pengabdian untuk NU Berlanjut

author Abd Aziz

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)

i

JOMBANG I harianduta.id — Di tengah ketatnya proses penentuan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya justru mengirim pesan yang lebih luas dari sekadar soal menang dan kalah.

Ketua Umum PBNU periode 2021–2026 itu menempatkan keberlanjutan pengabdian dan masa depan organisasi di atas posisi sebagai Ketua Umum PBNU.

Sikap tersebut disampaikan Gus Yahya saat ditemui di arena Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).

Gus Yahya mengatakan keputusannya kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU merupakan bagian dari kewajiban yang menurutnya perlu ditunaikan. Namun, keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin NU berada di tangan muktamirin.

“Saya merasa bahwa saya wajib menyatakan mencalonkan diri lagi. Kewajiban sudah saya laksanakan, selebihnya terserah kepada muktamirin,” ujar Gus Yahya.

Pernyataan itu disampaikan setelah Muktamar Ke-35 NU menyepakati perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Forum muktamar memilih opsi perubahan dari sistem pemungutan suara langsung menuju mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Dengan mekanisme tersebut, proses penentuan Ketua Umum PBNU tidak lagi semata-mata menjadi pertarungan perolehan suara antarkandidat. Forum muktamar memberikan ruang lebih besar bagi mekanisme seleksi dan pertimbangan ulama melalui AHWA.

Siap Membantu Pemimpin Berikutnya

Dalam situasi tersebut, Gus Yahya memilih tidak banyak berbicara mengenai kalkulasi kemenangan. Ia justru menegaskan kesediaannya membantu siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin PBNU.

“Saya selalu siap membantu siapa pun. Siapa pun yang akan menjadi ketua umum berikutnya,” katanya.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa bagi Gus Yahya, kontestasi kepemimpinan hanya merupakan satu bagian dari perjalanan panjang organisasi. Pergantian posisi tidak semestinya membuat pengabdian kepada NU ikut berakhir.

Pemilihan Ketua Umum memang menentukan figur yang memperoleh mandat memimpin organisasi untuk satu periode. Namun, kebutuhan NU untuk terus bergerak, membangun program, dan menjawab tantangan zaman tidak berhenti pada pergantian figur.

Karena itu, pergantian kepemimpinan idealnya tidak diikuti dengan terputusnya gagasan, pengalaman, dan kapasitas kader yang telah bekerja pada periode sebelumnya.

Membawa Gagasan Penyempurnaan Organisasi

Gus Yahya juga menyebut telah menyampaikan kepada para muktamirin sejumlah gagasan mengenai penyempurnaan struktur organisasi yang dibangun selama masa kepemimpinannya.

“Saya sudah jelaskan di mana-mana, ada soal penyempurnaan struktur organisasi yang sudah kita bangun selama ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kepemimpinan NU tidak berhenti pada siapa yang menduduki kursi Ketua Umum PBNU. Ada pekerjaan organisasi yang harus diteruskan, dievaluasi, sekaligus disempurnakan oleh kepengurusan berikutnya.

Dalam konteks itu, pengalaman pemimpin sebelumnya tetap menjadi bagian dari modal organisasi, terlepas dari apakah figur tersebut kembali memperoleh mandat atau tidak.

Muktamar Menguji Kedewasaan Organisasi

Perubahan mekanisme pemilihan melalui AHWA juga membuat proses regenerasi NU memasuki babak baru. Muktamar tidak hanya menguji popularitas kandidat, tetapi juga menguji kemampuan organisasi menjaga keseimbangan antara kompetisi, musyawarah, dan penghormatan terhadap otoritas ulama.

Gus Yahya memilih merespons fase tersebut dengan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada muktamirin.

Baginya, pencalonan merupakan kewajiban yang telah ditunaikan. Setelah itu, keputusan berada di tangan forum tertinggi organisasi.

Sikap tersebut sekaligus menghadirkan pesan yang lebih besar dari sekadar kontestasi kepemimpinan: jabatan boleh berganti, tetapi pengabdian kepada NU tidak seharusnya ikut berhenti.

Pada titik inilah Muktamar Ke-35 NU tidak hanya menjadi arena memilih Ketua Umum PBNU, tetapi juga menjadi ujian tentang seberapa dewasa NU mengelola regenerasi, perbedaan pilihan, dan kesinambungan organisasi.

Tag :

Berita Terbaru

Ning Lia Kenang Sang Kakak, Kepala Asrama Haji Surabaya

Ning Lia Kenang Sang Kakak, Kepala Asrama Haji Surabaya

Senin, 31 Agu 2026 15:23 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:23 WIB

SURABAYA I harianduta.id - Kabar duka menyelimuti keluarga besar KH. Masykur Hasyim. Hj. Fentin Istifa’iyah, S.Ag., M.Si. kakak kandung Senator Lia Istifhama y…

Muktamar ke-35 NU Tegaskan Supremasi Syuriyah dan Ubah Mekanisme Pemilihan

Muktamar ke-35 NU Tegaskan Supremasi Syuriyah dan Ubah Mekanisme Pemilihan

Senin, 31 Agu 2026 15:19 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:19 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak hanya m…

Isi Pidato Lengkap Gus Kikin: Kemenangan Rekonsiliasi, Tak Ada yang Kalah

Isi Pidato Lengkap Gus Kikin: Kemenangan Rekonsiliasi, Tak Ada yang Kalah

Senin, 31 Agu 2026 15:13 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:13 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Setelah kontestasi kepemimpinan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berakhir, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memilih tidak m…

Prabowo Resmi Jadi Anggota NU Seumur Hidup

Prabowo Resmi Jadi Anggota NU Seumur Hidup

Senin, 31 Agu 2026 15:07 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:07 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Presiden RI Prabowo Subianto resmi menjadi anggota Nahdlatul Ulama (NU) seumur hidup. Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan K…

Purna Tugas dari PBNU, Gus Yahya Perkuat Kiprah Internasional

Purna Tugas dari PBNU, Gus Yahya Perkuat Kiprah Internasional

Senin, 31 Agu 2026 14:53 WIB

Senin, 31 Agu 2026 14:53 WIB

JOMBANG I harianduta.id - K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya akan kembali memperkuat kiprahnya di panggung internasional setelah purna tugas sebagai Ketua…

Gus Kikin: Muktamar NU Bukan Panggung Euforia Kemenangan

Gus Kikin: Muktamar NU Bukan Panggung Euforia Kemenangan

Senin, 31 Agu 2026 14:48 WIB

Senin, 31 Agu 2026 14:48 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031 terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, menegaskan h…