Jakarta | harianduta.id - Skuad Tim Nasional Indonesia bersiap menghadapi ujian berat sekaligus membawa misi sejarah saat bersua Oman dalam laga persahabatan FIFA Matchday, Jumat (5/6/2026) pukul 20.00 WIB. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, ini menjadi momentum emas bagi skuad Garuda untuk mengakhiri catatan panjang tanpa kemenangan atas negara Timur Tengah tersebut yang telah berlangsung selama hampir empat dekade.
Berdasarkan data statistik dari laman 11v11, kedua negara tercatat telah bertemu sebanyak enam kali di lapangan hijau. Indonesia sebenarnya memiliki awal yang manis dengan menyapu bersih dua pertemuan perdana pada ajang King's Cup tahun 1987 dan 1988. Saat itu, tim Garuda tampil perkasa dengan kemenangan masing-masing 2-0 dan 3-0.
Namun, setelah kejayaan di akhir era 1980-an tersebut, dominasi berbalik total. Indonesia belum pernah lagi mencicipi kemenangan atas Oman dalam beberapa pertemuan berikutnya.
Pada laga persahabatan tahun 2007, Indonesia harus mengakui keunggulan tipis Oman 0-1. Dua tahun berselang, dalam Kualifikasi Piala Asia 2011, Indonesia sempat menahan imbang Oman tanpa gol di pertemuan pertama, namun menyerah 1-2 pada laga kedua. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada tahun 2021 dalam laga uji coba semasa timnas diarsiteki oleh Shin Tae-yong, di mana Indonesia takluk dengan skor 1-3. Kini, setelah 38 tahun berlalu, misi memutus tren negatif tersebut kembali diusung.
Tantangan bagi John Herdman
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku sangat tertantang dengan catatan sejarah ini. Baginya, rekor buruk masa lalu bukanlah beban, melainkan pemantik motivasi bagi anak-anak asuhnya untuk menembus batas.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan di SUGBK, Herdman menyampaikan harapannya agar publik sepak bola tanah air memberikan dukungan masif langsung dari tribun stadion.
"Kami belum pernah mengalahkan Oman dalam 38 tahun terakhir, dan itulah tantangan besar kami. Seperti biasa, kami berharap para suporter bisa memenuhi GBK besok malam dan memberikan dukungan penuh kepada tim ini," ujar Herdman optimis.
Di kubu lawan, pelatih Oman asal Maroko, Tariq Sektioui, juga tidak ingin catatan impresif timnya ternoda. Sektioui yang baru menjalani debut bersama Oman pada Maret lalu menegaskan ambisinya untuk memperpanjang rekor positif atas Indonesia.
"Tentu saja, sudah sangat lama Indonesia tidak menang melawan Oman. Dari sisi kami, kami akan mencoba untuk memperpanjang periode (keunggulan) tersebut," kata Sektioui menegaskan kesiapan timnya.
Pertandingan ini juga menjadi panggung pembuktian dan pelipur lara bagi kedua tim. Baik Indonesia maupun Oman sama-sama menelan pil pahit setelah gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Keduanya tersingkir pada putaran keempat kualifikasi zona Asia pada Oktober tahun lalu.
Langkah Indonesia kala itu terhenti setelah menelan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak. Sementara itu, Oman juga harus mengubur impian mereka setelah bermain imbang melawan Qatar dan takluk di tangan Uni Emirat Arab.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama terluka namun tengah membangun kembali momentum kebangkitan, laga di SUGBK diprediksi akan berjalan sengit sejak menit awal. Bagi Indonesia, kemenangan bukan sekadar perbaikan peringkat FIFA, melainkan sebuah penegasan sejarah baru.
Rekor Pertemuan (Head to Head) Indonesia vs Oman:
· 24 Februari 1987: Indonesia 2-0 Oman (King's Cup)
· 18 Januari 1988: Indonesia 3-0 Oman (King's Cup)
· 24 Juni 2007: Indonesia 0-1 Oman (Laga Persahabatan)
· 19 Januari 2009: Oman 0-0 Indonesia (Kualifikasi Piala Asia 2011)
· 6 Januari 2010: Indonesia 1-2 Oman (Kualifikasi Piala Asia 2011)
· 29 Mei 2021: Indonesia 1-3 Oman (Laga Persahabatan)
Editor : Imam Ghozali