TAMATREN, Terobosan  Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ning Ita di tengah-tengah santriwati saat TAMATREN di Ponpes Al Amin Putri. DUTA/YUSUF W
Ning Ita di tengah-tengah santriwati saat TAMATREN di Ponpes Al Amin Putri. DUTA/YUSUF W

i

MOJOKERTO | harianduta.id – Pemerintah Kota Mojokerto terus membangun budaya sadar bencana di masyarakat. Salah satu terobosan baru yang dilakukan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto yakni dengan cara Tagana Masuk Pesantren (TAMATREN). TAMATREN kali ini dilakukan di Pondok Pesantren Al Amin Putri, Senin (20/7).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa penyelenggaraan TAMATREN tidak hanya sekadar melaksanakan amanat berbagai regulasi, tetapi untuk membangun budaya sadar bencana sekaligus membekali santri dengan pengetahuan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

"Meskipun sebagian besar santri berasal dari luar Kota Mojokerto, selama berdomisili di pondok pesantren yang berada di wilayah Kota Mojokerto, maka menjadi tanggung jawab pemerintah kota untuk memberikan edukasi kebencanaan sesuai amanat regulasi," kata Ning Ita sapaan akrab wali kota.

Ia menjelaskan bahwa Kota Mojokerto bukan termasuk daerah dengan potensi tinggi bencana hidrometeorologi. Namun demikian, pemerintah tetap membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada tahun 2025 sebagai tindak lanjut ketentuan perundang-undangan dan untuk memperkuat koordinasi penanggulangan bencana.

"Seluruh kelurahan kini sedang dibentuk menjadi Kampung Tangguh Bencana. Salah satu prioritasnya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Dalam hal ini BPBD bersinergi dengan Dinas Sosial melalui Taruna Siaga Bencana atau Tagana," jelasnya.

Ning Ita menuturkan ancaman yang paling perlu diwaspadai di wilayah perkotaan seperti Kota Mojokerto bukan bencana alam, melainkan kebakaran. Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, tercatat sedikitnya tujuh kejadian kebakaran di Kota Mojokerto, bahkan salah satunya mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Yang paling potensial di wilayah perkotaan adalah kebakaran. Karena itu santri harus memiliki pengetahuan bagaimana mencegah, menyelamatkan diri, dan tidak panik ketika terjadi keadaan darurat," tegasnya.

Selain memberikan materi mitigasi bencana, Wali Kota juga mengenalkan layanan Call Center 112 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa dipungut biaya sebagai layanan darurat apabila terjadi kebakaran maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya.

Kepala Pondok Pesantren Al Amin Putri, Muhammad Ali Fahrudin, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, selain memperdalam ilmu agama, santri juga perlu dibekali keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Harapan kami santri putri tidak hanya tafaqquh fiddin, tidak hanya belajar agama saja, tetapi juga memiliki keterampilan yang bermanfaat di tengah masyarakat, salah satunya kemampuan dalam menghadapi dan menanggulangi bencana. Tentu kita juga berdoa semoga Kota Mojokerto selalu dijauhkan dari bencana," ujarnya.

Dalam TAMATREN ini para santri akan  yang diberikan materi meliputi peran pesantren dalam penanggulangan bencana, manajemen kebencanaan, kesiapsiagaan dan mitigasi di lingkungan pesantren, hingga pengenalan Tagana beserta tugas pokoknya sebagai relawan sosial.

Melalui program TAMATREN, Pemerintah Kota Mojokerto berharap semakin banyak generasi muda, khususnya santri, yang memiliki kesadaran, kemampuan mitigasi, dan kesiapsiagaan sehingga mampu menjadi bagian dari masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.ywd

Berita Terbaru

XLSMART Genjot Ekspansi 5G dan Integrasi Jaringan

XLSMART Genjot Ekspansi 5G dan Integrasi Jaringan

Jumat, 04 Sep 2026 12:36 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:36 WIB

PT XLSMART terus memacu transformasi infrastruktur telekomunikasinya pasca-integrasi dua jaringan.  …

Bank Indonesia Sosialisasi Local Currency Transaction

Bank Indonesia Sosialisasi Local Currency Transaction

Jumat, 04 Sep 2026 08:11 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 08:11 WIB

Ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi menuntut respons kebijakan yang cepat dan tepat.…

Hasil Riset YAGITU Diserahkan ke Pemprov Jatim

Hasil Riset YAGITU Diserahkan ke Pemprov Jatim

Kamis, 03 Sep 2026 21:19 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 21:19 WIB

Yayasan  Generasi Inovatif Tunas Unggul (Yagitu) menyerahkan hasil riset Evidence-Based Policy. …

Chef Arnold Ajak Orang Tua  Cek Komposisi

Chef Arnold Ajak Orang Tua Cek Komposisi

Kamis, 03 Sep 2026 21:10 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 21:10 WIB

Susu formula tidak boleh sembarangan diberikan pada anak.…

Kota Kediri Jadi Rujukan Pemkab Kotawaringin Timur Penerapan PUG

Kota Kediri Jadi Rujukan Pemkab Kotawaringin Timur Penerapan PUG

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

  KEDIRI|harianduta.id-Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) …

Kepala SPPG Srampat 2 Klarifikasi Keluhan Petani soal Dugaan Limbah

Kepala SPPG Srampat 2 Klarifikasi Keluhan Petani soal Dugaan Limbah

Kamis, 03 Sep 2026 17:21 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:21 WIB

LAMONGAN | harianduta.id  - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srampat 2, Haikal Al-Fharisi, memberikan klarifikasi terkait keluhan salah seorang …