Jadi Adjunct Professor, Tingkatkan Mutu Pendidikan Kedokteran

FK Unair Gandeng Guru Besar University of Melbourne

Reporter : endang
Dekan FK Unair Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati menyerahkan plakat untuk Prof Anna Ryan didampingi Prof. dr Muhammad Miftahussurur (Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Universitas Airlangga) dan dr ⁠Fithriyah Cholifatul Umma

SURABAYA | harianduta.id - Departemen Magister Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Unair hadirkan guru besar dari The University of Melbourne, Prof. Anna Ryan. 

Prof. Anna adalah Kepala Departemen Pendidikan Dokter di kampus tersebut. Dengan kemampuannya mengembangkan kualitas lulusan dokter di kampusnya, dia dihadirkan sebagai Adjunct Professor pertama di Departemen Magister Pendidikan Kedokteran FK Unair sebagai Adjunct Professor. 

Kehadiran Prof Anna adalah upaya FK Unair untuk memperkuat kolaborasi internasional dan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran melalui kemitraan dengan akademisi terkemuka dunia. 

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Universitas Airlangga, Prof. dr. Muhammad Miftahussurur, M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D., FINASIM, menilai kehadiran Prof. Anna merupakan sebuah lompatan besar. 

"Saya rasa ini adalah sebuah proses yang luar biasa. Selama ini kita hanya berteriak-teriak bahwa lulusan kita tidak diterima di negara asing. Dengan ini, sebenarnya ini adalah pintu masuk bahwa kurikulum pendidikan dokter di Indonesia mulai diakui," ujar Prof. Mifta usia pengukuhan, Jumat (5/6/2026). 

Ia menambahkan untuk bersaing di kancah global, Indonesia bisa mengubah kurikulum secara mandiri atau bekerja sama langsung dengan pakar dunia. "Saya rasa ini terobosan yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasi Bu Dekan dan Ibu Ketua Departemen yang berhasil mendatangkan adjunct professor di bidang Pendidikan Kedokteran ini," tuturnya. 

Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE, menegaskan kehadiran kelas internasional dengan program double degree ini merupakan langkah strategis fakultas untuk menyetarakan kualitas lulusannya dengan standar dunia.
Terlebih, University of Melbourne saat ini berstatus sebagai salah satu universitas terbaik di dunia. 

"Dengan adanya double degree itu, kesamaan kualitas lulusan untuk undergraduate (sarjana), terutama undergraduate medicine, bisa terlaksana dengan baik. Jadi, FK Unair ini benar-benar go international," ujar Prof. Eighty. 

Prof. Eighty menjelaskan implementasi kerja sama global ini tidak hanya terbatas pada kurikulum, melainkan juga mencakup mobilitas akademik yang aktif, seperti pertukaran staf pengajar, dosen, hingga mahasiswa. FK Unair sendiri secara konsisten mengirimkan mahasiswanya untuk menimba ilmu langsung di Australia setiap tahunnya. 

"Kami sudah mengirim student kami ke sana secara rutin setiap tahun, sekitar 3 sampai 7 orang. Mereka setahun di sana, kemudian mereka juga mendapatkan gelar sarjana dari University of Melbourne," ungkapnya. 

Peran Asesmen untuk Kualitas Lulusan 

Sementara itu Prof. Ryan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Bridging Scholarship and Curriculum: Assessment, Feedback, and the Melbourne Medical Programme.” 

Melalui orasi tersebut, dia menjelaskan peran asesmen, umpan balik, dan pengembangan kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta pencapaian kompetensi lulusan. 

Prof. Ryan juga berbagi pengalaman The University of Melbourne dalam mengembangkan sistem pendidikan kedokteran yang menempatkan asesmen sebagai pendorong utama proses belajar. 

FK Unair dan The University of Melbourne telah menjalin kerja sama yang produktif melalui program pertukaran mahasiswa, program double degree yang memungkinkan mahasiswa FK Unair memperoleh gelar S.Ked. dan B.Med.Sc., kolaborasi penelitian, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. 

Kerja sama tersebut terus mendukung penguatan pendidikan kedokteran dan pengembangan jejaring akademik internasional kedua institusi. 

Pengangkatan Prof Anna Ryan sebagai Adjunct Professor diharapkan semakin memperkuat kemitraan strategis antara FK Unair dan The University of Melbourne, sekaligus membuka peluang yang lebih luas dalam pendidikan, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bereputasi internasional, pengembangan kurikulum, faculty development, dan inovasi pendidikan kedokteran. 

Langkah ini sejalan dengan visi Universitas Airlangga untuk menjadi World Class University yang berkontribusi pada kemajuan pendidikan kedokteran di tingkat nasional maupun global. 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru