Kajian Muharam Teladan Nabi dan Para Sahabat di Masjid Nurul Islam Pondok Maritim

Reporter : Redaksi

SURABAYA | harianduta.id – Peringati Muharam atau yang lebih dikenal tahun baru Islam Hijriyah dirayakan Masjid Nurul Islam Pondok Maritim dengan kajian. Bulan pertama dalam kalender Islam menandai awal Tahun Baru Islam dengan menghadirkan tema “Muhasabah Teladan Nabi ﷺ & Para Sahabatnya, membangun Peradaban dan Persaudaraan Sesama Muslim yang Lebih Konkrit di Era Digitalisasi.”

Tema tersebut disampaikan oleh Achmad Ainul Yaqin, Lc., M.Ag. Beliau menjadi narasumber talkshow kisah-kisah dalam Al-Quran di radio Suara Muslim. Alumni Universitas Al-Azhar Mesir & UIN Sunan Ampel Surabaya yang juga dosen di IAI Al-Khozini, Buduran Sidoarjo & UIN Sunan Ampel Surabaya.

Beliau juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tafsir Hadis Shohihuddin 2, Prapen Surabaya. Juga penulis buku "Semerbak Senyum Nabi" & "Syair Kehidupan Nabi Terakhir."

Mochamad Sholichin, Ketua Zakat Infak Idul Fitri dan Idul Adha (ZIFIA)  Masjid Nurul Islam Pondok Maritim mengatakan dalam kajian muharam 1448 H kali ini mendatangkan Ustadz Achmad Ainul Yaqin, Lc., M.Ag.

“Tahun Baru Islam selayaknya diisi dengan berbagai kegiatan yang positif, salah satunya dengan kajian tentang sejarah Islam dan sejarah penetapan Tahun Baru Islam. Kiranya Ustadz Achmad Ainul Yaqin, Lc., M.Ag sangat pas membawakan tema kali ini sehingga bisa memberikan pencerahan dan ilmu sekaligus semangat baru kepada para jamaah yang hadir,” jelas Sholichin.

Ustadz Achmad Ainul Yaqin, Lc., M.Ag dalam ceramahnya mengatakan makna Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi tonggak penetapan Tahun Baru Islam. Hijrahnya Nabi ke Madinah bersama 100 sahabat Makkah yang sudah memeluk ajakan Islam tidak hanya membawa syiar juga membawa peradaban baru.

“Pendekatan yang dilakukan Nabi Muhammad saat hijrah ke Madinah ada empat. Yang pertama afsus salam (tebarkan salam), berbagi makanan, silaturahim dan salat tahajud. Dari empat ajaran yang dilakukan Nabi Muhammad, tiga diantaranya pendekatan sosial kepada sesama dan hanya satu pendekatan kepada Allah yakni salat tahajud.” Jelas Ustadz Achmad Ainul Yaqin, Lc., M.Ag.

Dari gambaran tersebut menjadi bukti bahwasanya pendekatan sosial kepada masyarakat sangat penting. Ini sangat tepat dengan kenyataan yang terjadi saat ini dimana hubungan sosial terjadi gap yang sangat jauh karena adanya gadget. Teknologi menjadikan kecepatan dalam komunikasi, namun memberi dampak pada makin minimnya hubungan sosial masyarakat.

“Inilah tantangan masa depan yang harus kita hadapi  bersama,” jelas Ustadz Achmad Ainul Yaqin, Lc., M.Ag. imm

 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru