Ketua PWI Jatim

Dorong Wartawan Perkuat Kajian Kemandirian Fiskal Daerah

Reporter : Redaksi
Ketua PWI)l Jawa Timur, Luthfil Hakim (baju putih)  yang juga ketua tim formatur pada Konferensi V PWI Lamongan, Senin (3/8/2026) (dok/duta) 

LAMONGAN | harianduta.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Luthfil Hakim, mendorong insan pers untuk memperkuat kajian mengenai kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, wartawan tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan kritik yang berbasis data sekaligus menawarkan solusi bagi pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Luthfil Hakim saat menghadiri Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan ke-V yang digelar di Lamongan, Senin (3/8/2026).

"Ketahanan fiskal kita masih sekitar 2,5 persen. Karena itu, teman-teman PWI harus memiliki kajian untuk mengkritik sekaligus memberikan solusi kepada pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujarnya.

Menurut Luthfil, pers memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menggali berbagai potensi ekonomi daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan PAD sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Ia mencontohkan Kabupaten Lamongan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Potensi besar di sektor pertanian, katanya, perlu terus diperkuat melalui penyediaan benih unggul, perbaikan jaringan irigasi, ketersediaan pupuk, serta pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Indonesia pada 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi tersebut berasal dari luas panen sekitar 11,32 juta hektare dan menghasilkan sekitar 34,69 juta ton beras untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

Menurutnya, capaian tersebut menegaskan pentingnya kontribusi daerah sentra pertanian seperti Lamongan dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi modal untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam APBD Tahun Anggaran 2026 menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar sekitar Rp670 miliar.

Oleh karena itu, Luthfil berharap insan pers mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif melalui pemberitaan yang akurat, berbasis data, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan ke-V menetapkan Kadam Mustoko sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan periode 2026–2029.

Dalam proses pemungutan suara, Kadam Mustoko memperoleh 10 suara, mengungguli kandidat lainnya yang meraih 3 suara.

Luthfil berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, serta memperkuat peran Persatuan Wartawan Indonesia sebagai organisasi profesi yang independen, berintegritas, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah. (dam)

Editor : Imam Ghozali

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru