SURABAYA | harianduta.id — PT XLSMART terus memacu transformasi infrastruktur telekomunikasinya pasca-integrasi dua jaringan.
Perusahaan mengalokasikan investasi besar sepanjang tahun ini untuk merampungkan tiga proyek strategis, yakni integrasi jaringan, ekspansi cakupan base transceiver station (BTS), serta perluasan layanan 5G di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kota dan Kabupaten di Jawa Timur
Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, mengungkapkan integrasi dua jaringan yang dilakukan perusahaan hampir rampung. Langkah ini diiringi dengan efisiensi berupa pengurangan BTS yang terduplikasi serta penambahan 9.000 BTS baru untuk memperluas jangkauan layanan.
"Tahun lalu dan tahun ini investasi kita memang besar karena integrasi dan peluncuran 5G. Kita melakukan tiga proyek sekaligus: integrasi, ekspansi, dan 5G," ujar Shurish saat berbincang dengan awak media di Surabaya, Jumat (4/9/2026).
Terkait pengembangan 5G, XLSMART mencatat akselerasi yang melampaui target awal. Dari target 88 kota, perusahaan meningkatkan sasarannya menjadi 101 kota hingga akhir Desember mendatang. Saat ini, penggalangan jaringan 5G telah menjangkau sekitar 60 kota dan akan digenjot di sisa bulan yang ada.
Shurish menjelaskan bahwa penambahan infrastruktur 5G ini tersebar merata di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatra (termasuk Lampung dan Pekanbaru), Jawa (seperti Malang), hingga Nusa Tenggara Barat (Lombok dan Mataram).
"Kita tidak membeda-bedakan wilayah Barat atau Timur. Pertimbangan utama penempatan 5G adalah ketersediaan perangkat. Kriterianya, minimal 20 persen pelanggan di kota tersebut sudah menggunakan perangkat yang mendukung 5G," jelasnya.
Secara keseluruhan jaringan, XLSMART saat ini mengoperasikan sekitar 27.000 BTS, dengan 15.000 BTS di antaranya telah aktif memancarkan sinyal 5G. Angka ini mencakup hampir setengah dari total jaringan yang dimiliki perusahaan. Untuk penyediaan perangkat BTS, XLSMART bermitra dengan dua vendor asal Tiongkok, yaitu Huawei dan ZTE, dengan porsi sekitar 50:50.
Strategi dan Efisiensi Belanja Modal Tahun Depan
Memasuki tahun depan, Shurish memastikan bahwa nilai investasi atau belanja modal (capex) XLSMART tidak akan sebesar tahun ini yang sempat menyentuh angka tinggi akibat pembengkakan biaya integrasi.
Untuk perencanaan tahun depan, XLSMART bakal berfokus pada dua proyek utama, yaitu melanjutkan komersialisasi 5G serta melanjutkan ekspansi ke area-area baru. Dari total 360 kota yang menjadi fokus utama XLSMART, sekitar satu per tiga di antaranya telah terlayani jaringan 5G.
Guna menjangkau wilayah terpencil atau daerah yang sulit dijangkau secara ekonomis—seperti area yang membutuhkan penggelaran kabel fiber optik bawah laut yang mahal—XLSMART juga membuka peluang eksplorasi teknologi baru, termasuk potensi kerja sama dengan penyedia satelit seperti Starlink.
"Untuk area yang populasi ada tetapi biaya menggelar jaringan kabel laut terlalu mahal, kita sedang mengeksplorasi teknologi satelit langsung ke ponsel (direct-to-cell). Teknologi ini relevan untuk menyediakan layanan konektivitas dasar seperti panggilan suara dan pesan singkat di wilayah yang secara ekonomis sulit dijangkau BTS konvensional," pungkas Shurish.
Editor : Redaksi