KEDIRI|harianduta.id-Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menerima kunjungan studi banding dari DP3AP2KB Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (3/9) di Ruang Rapat DP3AP2KB. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari penerapan pengarusutamaan gender (PUG), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.
Dalam pertemuan ini, rombongan diterima langsung oleh Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, dr Fajri Mubasysyir. Ia menyampaikan pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk berkolaborasi, bertukar pikiran, serta berbagi praktik baik dan program yang telah diterapkan di masing-masing daerah.
“Kita memiliki struktur dan bidang yang hampir sama dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Kunjungan ini bisa menjadi momentum untuk terus belajar, bertukar pengalaman dan juga kesempatan bagi Kota Kediri dengan daerah lain yang mungkin dapat kita adopsi,” jelasnya.
dr Fajri memaparkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Kediri konsisten di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur dan Nasional dalam 5 tahun terakhir. Saat ini posisi IPG Kota Kediri berada di nomor 5 di Jawa Timur dengan indeks sebesar 96,36 di Tahun 2025. Sedangkan untuk Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Kediri terendah ke 2 Provinsi Jawa Timur sebesar 0,12.
Berbagai inovasi dan strategi yang mendukung upaya memperkuat kesetaraan gender juga dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Antara lain Pembelajaran Pekka Berdaya, Belajar Bareng Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kirana, Sekolah Remaja Perempuan Sehari, PPA Goes To School, dsb.
“Berbagai upaya tersebut turut berkontribusi terhadap capaian pembangunan gender di Kota Kediri. Hal ini juga turut mempengaruhi capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Kediri yang secara konsisten berada di atas rata-rata Jawa Timur dan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa dukungan lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam pelaksanaan PUG di Kota Kediri. Koordinasi dengan OPD lain selama ini berjalan cukup baik, termasuk dalam hal penyediaan data dan pemenuhan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan PUG. “
"Alhamdulillah kolaborasi kita dengan OPD lain berjalan baik. Walaupun dinamika perubahan SDM pasti ada, namun semua tetap bisa teratasi,” ungkapnya.
dr Fajri berharap dengan pertemuan ini kedua daerah dapat saling memetik manfaat dan mengadopsi program-program unggulan demi meningkatkan kualitas layanan publik.
" Mengingat keterbatasan waktu tatap muka, komunikasi intensif antar dinas akan terus dilanjutkan secara berkala agar proses transfer inovasi dan pendampingan dokumen PUG dapat berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Kotawaringin Timur, Achmad Yusi mengungkapkan bahwa kunjungan ke Kota Kediri dilakukan karena pihaknya ingin belajar lebih jauh mengenai penerapan PUG. Menurutnya, salah satu hal yang menarik perhatian adalah kuatnya koordinasi lintas OPD di Kota Kediri yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong keberhasilan PUG.
“Kami melihat hubungan antar lembaga di Kota Kediri ini bagus sekali. Ada review, ada pengawasan, dan teman-teman OPD lain sangat mendukung,” katanya.
Ia berharap, berbagai praktik baik yang diperoleh dari Kota Kediri dapat dibawa dan diterapkan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil kunjungan juga akan dilaporkan kepada pimpinan untuk menjadi bahan tindak lanjut.
“Kami akan melaksanakan saran dan masukan dari teman-teman di Kota Kediri. Kami akan melaporkan kepada pimpinan agar bisa melaksanakan tindak lanjutnya,” tutur Ahmad.(bud)
Editor : Imam Ghozali