Sebut Tanaman Padi Tidak Mati

Kepala SPPG Srampat 2 Klarifikasi Keluhan Petani soal Dugaan Limbah

author Sunardi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tempat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srampat 2. (FT/Ardi).
Tempat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srampat 2. (FT/Ardi).

i

LAMONGAN | harianduta.id  - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srampat 2, Haikal Al-Fharisi, memberikan klarifikasi terkait keluhan salah seorang petani di Dusun Srampat, Desa Klagen, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, mengenai dugaan aliran air limbah yang mengairi area persawahan warga.

Sebelumnya, seorang petani yang memiliki lahan di sekitar lokasi SPPG mengeluhkan adanya luapan air yang diduga berasal dari aktivitas dapur SPPG. Aliran air tersebut disebut merembes hingga ke area persawahan dan dikhawatirkan berdampak terhadap tanaman padi milik warga.

Petani tersebut bahkan mengaitkan kondisi tanaman padi pada musim tanam sebelumnya dengan adanya aliran air yang diduga berasal dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) SPPG. Keluhan itu kemudian menjadi perhatian karena menyangkut aktivitas pertanian dan keberadaan fasilitas pengolahan makanan dalam program pemenuhan gizi masyarakat.

Menanggapi keluhan tersebut, Haikal Al-Fharisi menegaskan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya persoalan tersebut. Namun, ia membantah bahwa tanaman padi milik petani sampai mengalami kematian akibat aliran air dari SPPG.

Menurut Haikal, kondisi tanaman padi yang sebelumnya dikeluhkan warga bukan disebabkan oleh kematian tanaman akibat limbah dari SPPG. Ia juga menjelaskan bahwa air yang sempat mengalir menuju area persawahan merupakan rembesan dari sistem IPAL.

"Tanaman padi itu tidak mati, dan aliran air limbah yang mengaliri sawah itu hanya rembesan saja yang berasal dari IPAL. Untuk sekarang sudah tidak ada rembesan lagi," ujar Haikal, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan rembesan tersebut telah menjadi perhatian pengelola SPPG. Pihaknya memastikan kondisi tersebut saat ini sudah ditangani sehingga tidak lagi terjadi aliran atau rembesan dari area IPAL menuju lahan pertanian warga.

Haikal menambahkan, pengelola SPPG Srampat 2 berupaya memastikan sistem pengolahan limbah yang berada di lingkungan dapur dapat berjalan dengan baik. Hal tersebut penting mengingat aktivitas dapur SPPG setiap hari menghasilkan air buangan yang harus dikelola sebelum dialirkan atau dibuang ke lingkungan.

Menurutnya, pengelolaan air limbah menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari operasional SPPG. Karena itu, pihak pengelola berupaya melakukan pengawasan terhadap kondisi IPAL agar tidak menimbulkan persoalan bagi lingkungan sekitar.

"Untuk sekarang sudah tidak ada rembesan lagi," tegasnya.

Ia juga berharap persoalan tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pengelola SPPG dengan masyarakat, khususnya para petani yang lahannya berada di sekitar lokasi. Pihaknya mengaku terbuka apabila ada keluhan masyarakat terkait aktivitas SPPG dan siap melakukan komunikasi untuk mencari penyelesaian.

Keluhan petani tersebut sebelumnya muncul setelah ditemukan adanya aliran air di sekitar lahan persawahan yang lokasinya tidak jauh dari SPPG Srampat 2. Warga kemudian menduga air tersebut berasal dari aktivitas pengolahan limbah dapur SPPG.

Keberadaan aliran air itu menjadi perhatian petani karena lahan sawah sangat bergantung pada kualitas air untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Petani tentu khawatir apabila air yang masuk ke persawahan mengandung bahan tertentu yang dapat memengaruhi tanaman padi.

Namun, pihak SPPG menegaskan bahwa kondisi yang dikeluhkan tersebut merupakan rembesan dari IPAL dan saat ini sudah tidak terjadi lagi. Pengelola juga menyatakan bahwa tanaman padi yang sebelumnya disebut mati tidak sepenuhnya demikian. ard

Tag :

Berita Terbaru

Kota Kediri Jadi Rujukan Pemkab Kotawaringin Timur Penerapan PUG

Kota Kediri Jadi Rujukan Pemkab Kotawaringin Timur Penerapan PUG

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

  KEDIRI|harianduta.id-Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) …

Dukung Pramuka Berbuah Lencana Melati

Dukung Pramuka Berbuah Lencana Melati

Kamis, 03 Sep 2026 17:15 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:15 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id - Komitmen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam mendukung Gerakan Pramuka mendapat apresiasi dari Kwartir Nasional (Kwarnas)…

Desil Semrawut, Bang Jo Gagas "Jaga Desil"

Desil Semrawut, Bang Jo Gagas "Jaga Desil"

Kamis, 03 Sep 2026 15:13 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 15:13 WIB

SURABAYA I harianduta.id- Problem data desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian Komisi D DPRD Kota Surabaya. Pasalnya,…

Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Rabu, 02 Sep 2026 19:07 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 19:07 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id  - Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi memberangkatkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu …

Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Untuk Pemulihan Masyarakat

Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Untuk Pemulihan Masyarakat

Rabu, 02 Sep 2026 19:02 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 19:02 WIB

JAKARTA | harianduta.id  - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama para karyawannya menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat …

Fokus Kebutuhan Prioritas Pembangunan dan Pelayanan Publik Optimal

Fokus Kebutuhan Prioritas Pembangunan dan Pelayanan Publik Optimal

Rabu, 02 Sep 2026 15:42 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:42 WIB

LAMONGAN | harianduta.id  - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyusun Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 secara …