Dugaan Penjualan LKS di SDN Lamongan

Wali Murid dan Eks Kepsek Beberkan Praktik yang Diduga Langgar Aturan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto buku LKS untuk sekolah dasar (SD) (FT/dok)
Foto buku LKS untuk sekolah dasar (SD) (FT/dok)

i

LAMONGAN  | harianduta.id - Dugaan praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di ratusan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Lamongan kembali menjadi sorotan. Praktik yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun itu dinilai bertentangan dengan aturan pemerintah yang melarang sekolah menjual buku ajar kepada peserta didik.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 181 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 9, sekolah maupun komite sekolah dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, maupun perangkat pendidikan lainnya kepada siswa.

Meski demikian, sejumlah wali murid mengaku masih diwajibkan membeli paket LKS setiap awal tahun ajaran. Mereka menyebut pembayaran LKS umumnya digabung dengan biaya buku paket sehingga tidak diketahui secara rinci harga masing-masing item.

“Kami sebagai orang tua hanya bisa mengikuti ketentuan yang ada. Tidak pernah ada rincian harga khusus untuk LKS, semuanya langsung dijadikan satu paket pembayaran,” ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (14/6/2026).

Dugaan tersebut diperkuat oleh pengakuan mantan Kepala Sekolah SD berinisial SK (62). Ia mengungkapkan bahwa distribusi LKS dari pihak ketiga ke sekolah-sekolah telah berlangsung rutin setiap pergantian tahun ajaran.

Menurut SK, harga LKS yang dijual kepada siswa berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per buku. Ia juga menyebut adanya dugaan aliran fee kepada sejumlah pihak dalam proses distribusi tersebut.

“Distribusi LKS memang rutin dilakukan setiap tahun ajaran baru. Ada dugaan aliran fee kepada sejumlah oknum di tingkat korwil, KKKS, maupun pihak-pihak lain yang terlibat,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Lamongan, Kasto, membantah keterlibatan dirinya dalam distribusi LKS. Ia menegaskan sudah tidak menjabat sebagai ketua dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada pihak penyedia.

“Saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua KKKS. Untuk persoalan distribusi LKS, sebaiknya langsung dikonfirmasi kepada pihak penyedia,” ujarnya.

Di sisi lain, H. Wignyo yang disebut sebagai penyedia sekaligus distributor LKS di Lamongan membenarkan bahwa perusahaannya mendistribusikan buku siswa ke sejumlah sekolah dasar. Namun, ia menegaskan seluruh distribusi dilakukan berdasarkan pesanan yang diajukan oleh paguyuban kelas atau perwakilan wali murid.

“Benar, perusahaan kami mendistribusikan buku siswa SD. Jumlah dan tujuan distribusi disesuaikan dengan pesanan yang masuk dari paguyuban kelas atau perwakilan wali murid,” kata Wignyo.

Ia menjelaskan, buku yang diterbitkan memiliki masa penggunaan satu tahun dengan harga berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per eksemplar. Wignyo juga membantah adanya keterlibatan pejabat Dinas Pendidikan dalam aktivitas distribusi yang dilakukan perusahaannya.

“Pendamping kami tidak membawa memo ataupun disposisi dari pihak Dinas Pendidikan, baik dari kepala dinas, sekretaris dinas, kabid maupun ketua K3S Kabupaten,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Waji Arendra, mengaku pihaknya tidak mengetahui proses pencetakan maupun distribusi LKS yang beredar di sekolah-sekolah.

“Terkait persoalan LKS tersebut, dinas tidak mengetahui proses pencetakan, distribusi maupun aktivitas komersial yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Munculnya dugaan praktik penjualan LKS di sekolah negeri ini memicu perhatian publik. Selain dinilai berpotensi membebani wali murid, praktik tersebut juga dianggap perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan pelaksanaan pendidikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. ard

Berita Terbaru

Jalan Terjal Lukman Edy Menuju Sekjen PBNU 

Jalan Terjal Lukman Edy Menuju Sekjen PBNU 

Sabtu, 12 Sep 2026 14:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 14:10 WIB

Ketua Umum PBNU Gus kikin pasang badan untuk Lukman Edy (LE) sebagai kandidat sekretaris jenderal PBNU. Meski garansi Gus kikin ini menemui jalan…

Doa untuk Lima Jurnalis yang Hilang

Doa untuk Lima Jurnalis yang Hilang

Jumat, 11 Sep 2026 21:20 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:20 WIB

SURABAYA I harianduta.id — Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Surabaya dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya serta sejumlah wartawan di S…

Soroti Maraknya Oknum Wartawan Abal-Abal

Soroti Maraknya Oknum Wartawan Abal-Abal

Jumat, 11 Sep 2026 18:38 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 18:38 WIB

LAMONGAN | harianduta.id - Maraknya oknum yang mengaku sebagai wartawan namun diduga menjalankan praktik di luar kaidah jurnalistik menjadi perhatian serius…

Pakar Geologi ITS Imbau Warga Tidak Panik

Pakar Geologi ITS Imbau Warga Tidak Panik

Jumat, 11 Sep 2026 17:52 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 17:52 WIB

Informasi mengenai keberadaan patahan aktif di Surabaya saat ini tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.  …

Gelar Kejuaraan Petanque Bupati Cup II Tingkat Jawa Timur

Gelar Kejuaraan Petanque Bupati Cup II Tingkat Jawa Timur

Jumat, 11 Sep 2026 14:48 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:48 WIB

SITUBONDO | harianduta.id - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Situbondo menggelar Kejuaraan Petanque Bupati Cup II tingkat Jawa Timur sebagai…

Hadirkan Sistem Fertigasi Presisi Berbasis Industrial IoT untuk Budidaya Melon

Hadirkan Sistem Fertigasi Presisi Berbasis Industrial IoT untuk Budidaya Melon

Jumat, 11 Sep 2026 14:45 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:45 WIB

SURABAYA | harianduta.id - Tim Smart Tani mengembangkan sistem fertigasi presisi berbasis Industrial Internet of Things (IIoT) untuk membantu proses budidaya…