Pertama di Negeri Ini

Nikah Massal di Dalam Mobil VW Combi Pecahkan Rekor MURI

author Arya Budi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

KEDIRI|harianduta.id-Rasa bahagia, haru, sekaligus grogi menyelimuti Sunarko dan Srianik, warga Kelurahan Pakelan saat mengikuti kegiatan Nikah Massal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-1147, Jumat (24/7). Momen sakral tersebut, terasa semakin istimewa karena prosesi akad nikah dilaksanakan di dalam mobil klasik Volkswagen (VW) Combi bersama 52 pasangan pengantin lainnya, sekaligus sukses tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). 

Bagi pengantin asal Kecamatan Kota itu, mengikuti program ini merupakan anugerah terindah dan merupakan bentuk partisipasi untuk memeriahkan hari jadi Kota Kediri. "Perasaan kami bahagia, grogi, terharu, campur aduk. Memang dari awal kami berinisiatif sendiri ingin ikut dan memeriahkan Hari Jadi Kota Kediri. Informasinya kami tahu dari media sosial Pemerintah Kota Kediri," ungkap Sunarko.

Dirinya menceritakan, proses persiapan pernikahan berjalan lancar. Mereka mengurus rekomendasi nikah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan setempat dan mendapat dukungan penuh dari kedua pihak keluarga yang turut hadir menyaksikan dan menjadi saksi momen bersejarah tersebut.

Menurutnya, pengalaman menikah di dalam mobil VW Combi menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan. 

"Seru dan asyik karena unik. Baru pertama kali di Indonesia ada nikah massal di dalam mobil klasik. Ini akan menjadi cerita yang selalu kami kenang bersama keluarga," ujarnya. 

Tak lupa, keduanya menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kediri atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan pada kegiatan tersebut, karena para pengantin tidak dibebankan biaya sepeser pun (gratis). 

Usai resmi menjadi pasangan suami istri, Sunarko dan Srianik berharap dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah, dilimpahi rezeki, serta diberikan kemudahan dalam menjalani kehidupan bersama.

Sementara itu, Qowimudin Toha, Wakil Wali Kota Kediri sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Nikah Massal menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 serta sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat. 

"Hari ini Kota Kediri hadir untuk warga yang ingin melangsungkan pernikahan namun memiliki keterbatasan ekonomi. Seluruh kebutuhan prosesi kami fasilitasi secara gratis sehingga pasangan pengantin dapat melangsungkan akad nikah dengan khidmat dan penuh kebahagiaan," jelasnya.

Qowimudin menambahkan, penyelenggaraan nikah massal merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dengan Volkswagen Indonesia Association (VIA) yang pada waktu bersamaan menggelar Jambore Nasional (Jamnas) di Kota Kediri. Sinergi tersebut menghadirkan konsep pernikahan yang unik dengan melibatkan 53 unit VW Combi sebagai lokasi akad nikah.

Prosesi pernikahan juga berlangsung lengkap sebagaimana akad nikah pada umumnya, diawali selamatan dan kirim doa, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, hingga khutbah nikah. Setelah Salat Jumat, para pengantin dijadwalkan mengikuti prosesi temu manten yang dilanjutkan pesta rakyat dengan sajian 1.000 porsi soto ayam dan nasi pecel tumpang gratis untuk masyarakat.

"Harapan kami, seluruh pasangan memiliki kenangan seumur hidup yang dapat dikenang bersama keluarga. Selamat menempuh hidup baru, semoga seluruh pengantin mendapatkan hidayah, inayah, dan maunah dari Allah SWT sehingga mampu membentuk keluarga sakinah, mawadah, warahmah," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Ketua VIA menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Pemerintah Kota Kediri dan VIA yang berhasil menghadirkan nikah massal 53 pasangan di dalam mobil VW Combi hingga tercatat sebagai Rekor MURI. Menurutnya, VW dipilih bukan sekadar sebagai mobil klasik, tetapi menjadi simbol perjalanan, persaudaraan, kebersamaan, dan lintas generasi.

Melalui peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, Nanan berharap semangat inovasi dapat terus berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi. Seluruh pasangan pengantin pun diharapkan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah serta melahirkan generasi yang berkarakter dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.(bud)

Berita Terbaru

OJK : Blokir 38.375 Rekening Terindikasi Judol

OJK : Blokir 38.375 Rekening Terindikasi Judol

Selasa, 08 Sep 2026 17:47 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 17:47 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Terkait dengan pemberantasan perjudian daring yang berdampak luas pada aspek sosial dan ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah…

Dinkes dan RSI Nashrul Ummah Beri Penjelasan

Dinkes dan RSI Nashrul Ummah Beri Penjelasan

Selasa, 08 Sep 2026 17:29 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 17:29 WIB

LAMONGAN | harianduta.id  -  Keluarga almarhum Teguh, warga Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, menyampaikan keluhan terkait proses p…

Diberantas Dalam Operasi di Empat Kecamatan

Diberantas Dalam Operasi di Empat Kecamatan

Selasa, 08 Sep 2026 17:23 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 17:23 WIB

LAMONGAN | harianduta.id - Sebanyak 31.648 batang rokok ilegal berhasil diberantas dalam operasi bersama yang menyasar empat kecamatan di Kabupaten Lamongan,…

Ning Ita Minta Siskamling Diaktifkan 

Ning Ita Minta Siskamling Diaktifkan 

Selasa, 08 Sep 2026 14:46 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 14:46 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan masyarakat agar budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan terus…

Wabup Situbondo Napak Tilas Jejak Ki Pate Alos

Wabup Situbondo Napak Tilas Jejak Ki Pate Alos

Selasa, 08 Sep 2026 13:29 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 13:29 WIB

SITUBONDO I harianduta.id - Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah atau yang akrab disapa Mbak Ulfi, mengikuti kegiatan napak tilas sejarah Besuki untuk mengenang…

OJK : Tetap Stabil di Tengah Tekanan Geopolitik dan El Nino

OJK : Tetap Stabil di Tengah Tekanan Geopolitik dan El Nino

Selasa, 08 Sep 2026 13:25 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 13:25 WIB

JAKARTA | harianduta.id - Di tengah tingginya risiko geopolitik dan tekanan inflasi global yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di Iran serta penutupan…