SURABAYA | harianduta.id - Sebanyak 866 siswa Sekolah Hadijah mengikuti Gebyar Prestasi Alquran, di Grand Di Fullerton Ballaroom, Surabaya, Minggu (14/6/2026).
Ratusan siswa itu berasal dari berbagai unit di Sekolah Khadijah, yakni unit pendidikan, sosial dan pondok pesantren. Untuk unit pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA yang tersebar di Wonokromo, Wonorejo, Pandegiling, Darmo Permai dan Candi Lempung.
Abdullah Sani, Ketua I Yayasan Khadijah mengungkapkan Gebyar Prestasi Alquran ini adalah reward bagi para siswa yang sudah belajar untuk membaca Alquran dengan benar.
"Mereka ini adalah siswa yang dijamin kualitas bacaan Alqurannya benar. Sudah sesuai dengan standar Tartil Alquran," kata Sani.
Sani berharap, anak-anak yang sudah bisa menghafal Alquran harus dijaga dengan terus melafalkannya berulang-ulang. "Bagi yang belum tetap semangat, bagi yang baru satu juz, dua juz atau berapapun, tidak boleh berhenti. Harus terus dilanjutkan agar tidak hilang," tukasnya.
Untuk pelajaran membaca Alquran ini, Sekolah Khadijah berafiliasi pada program Bilqolam yang dipimpin KH Anas Bashori Alwi.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang hadir sebagai wali murid Sekolah Khadijah, mengaku senang dengan kegiatan ini. "Dengan ini anak-anak kita dikuatkan dipagari Dengan Alquran. Sehingga setiap langkahnya akan mengingat Alquran," ungkapnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah yang hadir sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Khadijah menambahkan Sekolah Khadijah memberikan perhatian atas perkembangan dan pembinaan bacaan santri putra-putri yang dititipkan pada pihak sekolah.
"Para guru Alquran tidak hanya belajar tapi mengajarkan. Penting memang bagi wali santri untuk memastikan hafalan terjaga karena itu tugas guru dan yayasan untuk memastikan hafalan bisa tejaga," jelasnya.
Pemprov Jawa Timur sendiri, kata Khofifah memberikan perhatian bagi para hafidz dan hafidzoh berupa tunjangan.
Selama setahun ada 4.200 hafidz dan hafidzoh mendapatkan tunjangan itu. "Kami sudah delapan tahun menjabat berarti 4.200 dikali 8. Itu perhatian kami pada mereka," tukasnya.
Editor : endang