KEDIRI|harianduta.id-Dukung tumbuh kembang spiritual anak-anak di Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) intensifkan Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA).
dr. Moh. Fajri Mubasysyir, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri mengemukakan pihaknya hari ini, Kamis (23/7) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) guna memenuhi salah satu indikator penilaian Kota Layak Anak (KLA), yakni tersedianya rumah ibadah yang ramah terhadap anak.
Pada pelaksanaan monev kali ini, DP3AP2KB mengunjungi Masjid Al Kholid di Kelurahan Semampir dan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kediri. Kedua rumah ibadah tersebut dipilih karena dinilai telah siap untuk dilakukan evaluasi berdasarkan berbagai indikator Rumah Ibadah Ramah Anak. Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana rumah ibadah telah memenuhi aspek ramah anak, baik dari sisi fasilitas maupun program pembinaan yang diselenggarakan.
"Hari ini kami melakukan evaluasi terhadap rumah ibadah di Kota Kediri. Salah satu indikator penilaian Kota Layak Anak adalah adanya rumah ibadah yang ramah anak. Karena itu kami melihat kelengkapan fasilitas, kondisi bangunan, serta program-program yang mampu mendidik dan mengembangkan potensi anak," jelasnya.
Ia menerangkan, penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik bangunan yang aman bagi anak, seperti tangga dan fasilitas pendukung lainnya, hingga keberadaan ruang bermain, ruang baca, ruang konseling, serta ruang kreativitas untuk mengembangkan bakat seni maupun potensi anak.
"Hasil monitoring ini akan kami evaluasi. Apabila masih terdapat indikator yang belum terpenuhi, akan kami sampaikan kepada pengelola rumah ibadah sebagai bahan perbaikan. Harapan kami, ke depan seluruh rumah ibadah di Kota Kediri dapat menjadi rumah ibadah yang ramah anak," imbuhnya.
Sementara itu, Johana Dyah Susanti, Ketua Gereja Ramah Anak (GRA) GKJW Jemaat Kediri, mengatakan bahwa gereja ramah anak merupakan gereja yang terbuka dan menerima setiap anak dengan berbagai latar belakang, tantangan, maupun harapan yang dimiliki.
"Gereja ramah anak bukan hanya membentuk anak menjadi pribadi yang humanis dan mampu bersosialisasi, tetapi juga menumbuhkan pengenalan mereka kepada Tuhan sesuai dengan kondisi yang mereka miliki," ujarnya.
Johana menjelaskan, GKJW Jemaat Kediri telah menjalankan berbagai program untuk mendukung tumbuh kembang anak. Program tersebut antara lain pengembangan minat dan bakat melalui kegiatan menyanyi, musik, dan berbagai talenta lainnya. Gereja juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan rutin setiap bulan bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari warga GKJW.
Selain itu, tersedia berbagai kegiatan keterampilan seperti pemanfaatan barang bekas, merajut, hingga olahraga bersama. Bersama Komisi Wanita, GKJW juga rutin mengadakan sarasehan dan pembekalan parenting bagi para orang tua, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan hak-hak anak.
Dari sisi sarana prasarana, GKJW telah menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti alat musik, area bermain, ruang olahraga, dan perpustakaan anak. Bahkan, gereja juga mendorong pengembangan jiwa kewirausahaan anak dan remaja melalui kegiatan bazar mingguan, di mana makanan dan minuman disiapkan oleh anak-anak serta remaja untuk melayani jemaat seusai ibadah.
Berdasarkan hasil monitoring, masih terdapat beberapa aspek yang perlu dilengkapi, salah satunya terkait penghijauan lingkungan gereja. Ke depan, GKJW juga berharap dapat mengembangkan Forum Anak di lingkungan gereja yang terhubung dengan Forum Anak Kota Kediri, sehingga anak-anak memiliki ruang untuk memperluas jejaring, meningkatkan toleransi, dan berinteraksi dengan teman sebaya dari berbagai latar belakang.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya bertumbuh di lingkungan gereja, tetapi juga mengenal lingkungannya, memiliki kepedulian sosial, serta menjadi warga Kota Kediri yang baik. Anak-anak perlu terus didukung perkembangan pedagogik, sosial, spiritual, dan kemanusiaannya sebagai bekal masa depan," pungkas Johana.(bud)
Editor : Imam Ghozali