Muktamar ke-35 NU Buktikan Lompatan Teknologi Santri di Abad Kedua

author Abd Aziz

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU KH Mochammad Saefullah Yusuf (Gus Ipul)
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU KH Mochammad Saefullah Yusuf (Gus Ipul)

i

JOMBANG I harianduta.id — Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi momentum spiritual dan konsolidasi organisasi. Forum tertinggi NU tersebut sekaligus menjadi panggung pembuktian lompatan teknologi jam'iyah Nahdlatul Ulama memasuki awal abad kedua.

Muktamar yang berlangsung 27–31 Agustus 2026 itu menunjukkan bahwa tradisi pesantren dapat berjalan beriringan dengan perkembangan sains dan teknologi. Para santri tidak lagi hanya berkutat dengan literatur keislaman klasik, tetapi juga terlibat dalam pengembangan dan penerapan teknologi modern berbasis microchip dan Artificial Intelligence (AI).

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Mochammad Saefullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan transformasi tersebut menjadi salah satu gambaran penting perkembangan pesantren dan generasi muda NU.

"Dalam muktamar ini kita tidak hanya melihat tradisi pesantren yang terus hidup, tetapi kita juga melihat bagaimana santri telah memasuki dunia teknologi masa depan. Santri yang sekarang bukan hanya mengaji kitab, tetapi juga mengaji data, chip, dan Artificial Intelligence," tegas Gus Ipul saat menyampaikan laporan kesiapan panitia dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8/2026).

Menurut Gus Ipul, kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang ditopang teknologi digital menjadi salah satu dari empat pilar utama yang disiapkan panitia. Teknologi berbasis chip dan AI digunakan untuk mendukung sejumlah proses penting selama muktamar.

Sistem tersebut antara lain diterapkan dalam registrasi peserta, verifikasi identifikasi, pemantauan kehadiran di ruang persidangan, hingga pengaturan aksesibilitas muktamirin. Pemanfaatan teknologi ini dirancang untuk memastikan pelaksanaan muktamar berlangsung tertib, aman, dan efisien.

Pengamanan kawasan muktamar juga diperkuat dengan pemasangan lebih dari 1.500 titik kamera CCTV di kawasan pesantren dan area kegiatan. Seluruh sistem pemantauan tersebut terintegrasi dalam sistem kendali digital berbasis AI.

Yang menarik, ekosistem digital Muktamar ke-35 NU tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi yang dirancang pihak luar. Arsitektur sistem tersebut merupakan hasil karya mandiri para santri di bawah arahan Gus Robi bersama tim teknisnya.

"Dan yang membanggakan, sistem ini dirancang dan dikerjakan sendiri oleh para santri dipimpin oleh Gus Robi beserta timnya. Semua kebutuhan muktamar dapat disiapkan dalam waktu relatif singkat," ungkapnya.

Kehadiran teknologi tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan wajah pesantren. Pesantren tetap menjadi ruang pembelajaran keagamaan, tetapi pada saat yang sama berkembang menjadi lingkungan yang mampu melahirkan SDM dengan kompetensi teknologi.

Menopang Muktamar Berskala Nasional
Transformasi digital itu berjalan beriringan dengan kesiapan fisik dan logistik. Panitia menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari sarana persidangan, asrama peserta, hingga sembilan kompleks tower sebagai tempat tinggal muktamirin.

Muktamar ke-35 NU diikuti perwakilan dari 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), lebih dari 550 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta 33 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari luar negeri.

Skala peserta dan luasnya kawasan kegiatan membuat pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas, keamanan, identifikasi, dan pengelolaan peserta selama muktamar.

Muktamar ke-35 NU juga menjadi momentum penting karena digelar pada awal abad kedua perjalanan NU. Karena itu, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak berhenti sebagai inovasi teknis dalam penyelenggaraan muktamar, tetapi dapat menjadi cetak biru tata kelola organisasi ke depan.

Teknologi, dalam konteks tersebut, ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat tata kelola organisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren yang menjadi fondasi NU.

Dihadiri Presiden dan Sejumlah Tokoh Nasional

Muktamar ke-35 NU dibuka secara langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam pembukaan. Di antaranya Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, serta Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh.

Hadir pula jajaran menteri dan pejabat negara, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Selain itu, hadir Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu'ti, Menkomdigi Meutya Hafid, Mensesneg Prasetyo Hady, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Dengan perpaduan tradisi pesantren dan teknologi digital tersebut, Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi forum untuk menentukan arah organisasi, tetapi juga memperlihatkan wajah baru generasi Nahdliyin: tetap berpijak pada tradisi keislaman, namun terbuka dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi masa depan.

Berita Terbaru

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Afifuddin Muhajir Masuk AHWA Muktamar NU

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Afifuddin Muhajir Masuk AHWA Muktamar NU

Minggu, 30 Agu 2026 20:50 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 20:50 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Dua ulama senior Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan M…

Ning Ita Berangkatkan Pawai Budaya Surodinawan 

Ning Ita Berangkatkan Pawai Budaya Surodinawan 

Minggu, 30 Agu 2026 17:29 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 17:29 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id – Semangat kemerdekaan masih terasa di penghujung Agustus. Warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, m…

Mbak Wali Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kemerdekaan

Mbak Wali Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kemerdekaan

Minggu, 30 Agu 2026 17:22 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 17:22 WIB

  KEDIRI|harianduta.id-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Puncak Festival Omah Sawah yang digelar Sabtu (29/08/2026). Ribuan masyarakat …

Mbak Wali, Forkopimda dan Warga Larut dalam Keseruan Permainan

Mbak Wali, Forkopimda dan Warga Larut dalam Keseruan Permainan

Minggu, 30 Agu 2026 17:08 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 17:08 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Semangat merayakan kemerdekaan terasa melalui berbagai permainan rakyat dalam Lomba Agustusan yang digelar di kawasan CFD Jalan Dhoho,…

Rajut Kebersamaan Lewat Drama dan Jalan Sehat

Rajut Kebersamaan Lewat Drama dan Jalan Sehat

Minggu, 30 Agu 2026 16:02 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 16:02 WIB

LAMONGAN | harianduta.id  - Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Lamongan, berlangsung …

Gus Yahya Redam Ketegangan Muktamar, Minta Pendukung Gus Yusuf Tenang

Gus Yahya Redam Ketegangan Muktamar, Minta Pendukung Gus Yusuf Tenang

Minggu, 30 Agu 2026 12:26 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 12:26 WIB

SURABAYA | harianduta.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyerukan sikap tenang di tengah dinamika M…