Muktamar NU Momentum Percepat Regenerasi Kepemimpinan

author Abd Aziz

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Asrorun Niam Sholeh
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Asrorun Niam Sholeh

i

JOMBANG I harianduta.id — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi forum evaluasi perjalanan organisasi, tetapi juga momentum untuk menyiapkan estafet kepemimpinan NU ke depan.

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengimbau agar proses tersebut dilakukan dengan memadukan peran ulama senior dan generasi muda. Menurutnya, perpaduan antargenerasi penting untuk mempercepat regenerasi sekaligus memastikan NU tetap mampu menjawab tantangan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Niam di sela-sela rangkaian sidang Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026).

Ketua MUI Bidang Fatwa itu menjelaskan, salah satu agenda krusial dalam muktamar adalah mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan arah kepemimpinan NU ke depan. Karena itu, proses tersebut harus dibangun dengan semangat kebersamaan dan sinergi antargenerasi.

"Dan yang tak kalah penting, karena salah satu agenda Muktamar adalah mengevaluasi kepengurusan yang lalu dan juga memilih kepemimpinan ke depan, harus ada komitmen untuk mengkombinasi antara elemen sepuh dan juga elemen-elemen muda untuk kepentingan akselerasi regenerasi," ujar Prof Niam.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat, tersebut menilai elemen sepuh memiliki pengalaman dan kearifan yang menjadi modal penting bagi keberlanjutan organisasi. Sementara itu, generasi muda membawa energi, kreativitas, serta keahlian yang dibutuhkan NU untuk menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.

Perpaduan keduanya, kata dia, akan membuat NU lebih lincah atau agile dalam merespons perkembangan zaman, tanpa harus meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai yang selama ini menjadi karakter organisasi.

Dengan demikian, regenerasi kepemimpinan tidak dimaknai sebagai pergantian generasi semata. Lebih dari itu, regenerasi merupakan proses mempertemukan pengalaman dan inovasi agar organisasi mampu tumbuh secara berkelanjutan.

"Ini yang saya kira menjadi salah satu komitmen kita bersama agar pembahasan bisa smooth, agar pembahasan bisa guyub, dan juga melahirkan hal-hal besar untuk NU ke depan," kata Ketua Umum Majelis Alumni IPNU ini.

Semangat guyub tersebut menjadi penting di tengah dinamika pembahasan berbagai agenda strategis dalam Muktamar ke-35 NU. Forum tertinggi organisasi tersebut membahas sejumlah agenda, mulai dari pengesahan tata tertib, modernisasi dan digitalisasi keorganisasian, program kerja, rekomendasi kebangsaan, hingga persoalan keagamaan.

Di bidang keagamaan, pembahasan dilakukan melalui forum Bahtsul Masail yang mencakup tiga ranah, yakni waqi'iyyah, maudhu'iyyah, dan qanuniyyah. Berbagai persoalan aktual dikaji untuk menghasilkan pandangan keagamaan yang relevan dengan perkembangan masyarakat.

Bagi Niam, perpaduan antara kepemimpinan ulama senior dan generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi kesepakatan dalam forum muktamar, tetapi juga menjadi fondasi bagi perjalanan NU setelah muktamar berakhir.

Muktamar ke-35 pun menjadi ruang untuk memastikan bahwa proses regenerasi berjalan secara terarah: kearifan para ulama sepuh tetap menjadi pijakan, sementara generasi muda memperoleh ruang untuk berkontribusi dan mengambil peran lebih besar dalam perjalanan organisasi.

Berita Terbaru

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Afifuddin Muhajir Masuk AHWA Muktamar NU

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Afifuddin Muhajir Masuk AHWA Muktamar NU

Minggu, 30 Agu 2026 20:50 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 20:50 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Dua ulama senior Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan M…

Ning Ita Berangkatkan Pawai Budaya Surodinawan 

Ning Ita Berangkatkan Pawai Budaya Surodinawan 

Minggu, 30 Agu 2026 17:29 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 17:29 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id – Semangat kemerdekaan masih terasa di penghujung Agustus. Warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, m…

Mbak Wali Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kemerdekaan

Mbak Wali Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kemerdekaan

Minggu, 30 Agu 2026 17:22 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 17:22 WIB

  KEDIRI|harianduta.id-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Puncak Festival Omah Sawah yang digelar Sabtu (29/08/2026). Ribuan masyarakat …

Mbak Wali, Forkopimda dan Warga Larut dalam Keseruan Permainan

Mbak Wali, Forkopimda dan Warga Larut dalam Keseruan Permainan

Minggu, 30 Agu 2026 17:08 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 17:08 WIB

KEDIRI|harianduta.id-Semangat merayakan kemerdekaan terasa melalui berbagai permainan rakyat dalam Lomba Agustusan yang digelar di kawasan CFD Jalan Dhoho,…

Rajut Kebersamaan Lewat Drama dan Jalan Sehat

Rajut Kebersamaan Lewat Drama dan Jalan Sehat

Minggu, 30 Agu 2026 16:02 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 16:02 WIB

LAMONGAN | harianduta.id  - Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Lamongan, berlangsung …

Gus Yahya Redam Ketegangan Muktamar, Minta Pendukung Gus Yusuf Tenang

Gus Yahya Redam Ketegangan Muktamar, Minta Pendukung Gus Yusuf Tenang

Minggu, 30 Agu 2026 12:26 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 12:26 WIB

SURABAYA | harianduta.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyerukan sikap tenang di tengah dinamika M…