Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU Dibawa ke Pleno Muktamar

author Abd Aziz

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Prof KH Asrorun Niam Sholeh
Prof KH Asrorun Niam Sholeh

i

JOMBANG I harianduta.id – Komisi Organisasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) belum menemukan titik temu terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Setelah melalui pembahasan yang cukup alot, komisi akhirnya sepakat membawa dua opsi mekanisme pemilihan ke sidang pleno.

Kedua opsi tersebut akan ditawarkan kepada seluruh peserta muktamar untuk diputuskan melalui musyawarah mufakat. Jika mufakat tidak tercapai, keputusan akan diambil melalui mekanisme pemungutan suara atau voting.

Wakil Ketua Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengatakan pembahasan tata cara pemilihan Ketua Umum PBNU berlangsung dinamis. Bahkan, sidang komisi sempat diskors sebelum akhirnya pembahasan dapat dituntaskan.

"Ada dua opsi yang disepakati untuk dibawa ke pleno. Opsi pertama adalah pemilihan langsung atau one man one vote, dengan tetap mengantongi persetujuan dari Rais 'Aam terpilih," kata Ketua MUI Bidang Fatwa ini seusai memimpin sidang Komisi Organisasi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Prof Niam, opsi pertama mengatur pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan secara langsung dengan prinsip satu peserta memiliki satu suara. Namun, mekanisme tersebut tetap mensyaratkan adanya persetujuan dari Rais 'Aam terpilih.

Sementara opsi kedua menggunakan mekanisme penjaringan bertingkat. Dalam skema ini, Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW) NU mengusulkan sejumlah nama calon Ketua Umum PBNU.

Dalam draf awal, masing-masing PC dan PW mengusulkan lima nama. Seluruh nama tersebut kemudian ditabulasi untuk mendapatkan sembilan nama dengan perolehan dukungan terbesar.

Dia mengatkan sembilan nama hasil tabulasi tersebut lalu diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai lembaga otoritas pemilih.

"Tentu proses ini juga membutuhkan restu dan persetujuan tertulis dari Rais 'Aam terpilih," kata Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut.

Prof Niam menegaskan, hingga pembahasan di tingkat Komisi Organisasi berakhir, belum ada opsi yang dinyatakan lebih dominan. Sebab, keputusan resmi mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU belum ditetapkan.

Mengenai arah dukungan mayoritas muktamirin saat ini, Ketua Umum Majelis Alumni IPNU ini menilai belum dapat dipastikan. Kedua opsi masih memiliki ruang untuk dibahas lebih lanjut dalam sidang pleno.

Dia menambahkan, karena terdapat dua pilihan dan belum tercapai kesepakatan, Komisi Organisasi akhirnya memutuskan membawa keduanya ke sidang pleno.

"Pilihan pertamanya tentu mufakat, kalau tidak bisa baru melalui voting," kata dia.

Dengan demikian, penentuan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU kini bergeser ke forum pleno. Peserta Muktamar ke-35 NU akan menentukan apakah pemilihan dilakukan secara langsung atau melalui mekanisme penjaringan bertingkat yang selanjutnya melibatkan AHWA.

Tag :

Berita Terbaru

Disdik Dorong Sekolah Berdampak dan Berkinerja Unggul

Disdik Dorong Sekolah Berdampak dan Berkinerja Unggul

Senin, 31 Agu 2026 18:56 WIB

Senin, 31 Agu 2026 18:56 WIB

SURABAYA | harianduta.id  - Kepemimpinan baru SMP dan SMA Dr. Soetomo periode 2026–2030 mendapat tantangan untuk tidak sekadar mempertahankan kinerja sekolah, t…

Bupati Yes Beri Gambaran Potensial Ekonomi Lamongan

Bupati Yes Beri Gambaran Potensial Ekonomi Lamongan

Senin, 31 Agu 2026 18:04 WIB

Senin, 31 Agu 2026 18:04 WIB

LAMONGAN | harianduta.id - Menjadi salah satu narasumber dalam Bincang Ekonomi Daerah bersama Mahasiswa UNISLA (Universitas Islam Lamongan) pada Senin (31/8),…

Ini Pesan Khofifah di Penutupan Muktamar ke-35 NU

Ini Pesan Khofifah di Penutupan Muktamar ke-35 NU

Senin, 31 Agu 2026 17:46 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:46 WIB

JOMBANG I harianduta.id – Rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi berakhir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Senin (…

Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang

Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang

Senin, 31 Agu 2026 15:25 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:25 WIB

JOMBANG I harianduta.id – Presiden Prabowo Subianto resmi menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten J…

Ning Lia Kenang Sang Kakak, Kepala Asrama Haji Surabaya

Ning Lia Kenang Sang Kakak, Kepala Asrama Haji Surabaya

Senin, 31 Agu 2026 15:23 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:23 WIB

SURABAYA I harianduta.id - Kabar duka menyelimuti keluarga besar KH. Masykur Hasyim. Hj. Fentin Istifa’iyah, S.Ag., M.Si. kakak kandung Senator Lia Istifhama y…

Muktamar ke-35 NU Tegaskan Supremasi Syuriyah dan Ubah Mekanisme Pemilihan

Muktamar ke-35 NU Tegaskan Supremasi Syuriyah dan Ubah Mekanisme Pemilihan

Senin, 31 Agu 2026 15:19 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:19 WIB

JOMBANG I harianduta.id — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak hanya m…