Ubah Sampah Jadi Berkah

FKH UWKS Kenalkan Vermikomposting kepada Warga Dusun Bareng Jombang

author Endang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Edukasi Vermikomposting kepada warga Dusun Bareng Jombang oleh tim Pengmas IFKH UWKS. FOTO/ist
Edukasi Vermikomposting kepada warga Dusun Bareng Jombang oleh tim Pengmas IFKH UWKS. FOTO/ist

i

JOMBANG | harianduta.id — Sampah organik yang dihasilkan rumah tangga mulai dikenalkan sebagai sumber daya yang bernilai.

Hal itu dikenalkan oleh Bidang Parasitologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FKH UWKS).

Kali ini, pengenalan itu dilakukan pada warga Dusun Bareng, Desa Pulosari, Kabupaten Jombang, Jumat (4/9/2026) lalu.

Tim pengabdian masyarakat yang diketuai  drh Marek Yohana Kurniabudhi, M.Vet dan anggota drh Puput Ade Wahyuningtyas, MSi serta Dr drh Eko Prasetyo Nugroho itu mengajak warga mengolah limbah organik menggunakan teknologi vermikomposting dengan memanfaatkan cacing eisenia fetida.

Sosialisasi diikuti sekitar 50 warga yang tergabung dalam kelompok tani ternak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mendorong masyarakat menerapkan pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai manfaat bagi aktivitas pertanian.

"Selama ini, limbah organik rumah tangga masih sering berakhir sebagai sampah. Padahal, material seperti sisa sayuran dan buah-buahan memiliki potensi untuk diolah kembali," ujar drh Marek Yohana dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/3026).

Teknik vermikomposting itu, di mana bahan-bahan organik dari sampah dapur terutama akan diproses dengan bantuan cacing tanah sehingga menghasilkan kascing atau vermicompost yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Teknologi tersebut diperkenalkan kepada warga sebagai salah satu pilihan pengelolaan limbah yang dapat dilakukan secara sederhana dan bertahap. Masyarakat tidak hanya dikenalkan pada konsep vermikomposting, tetapi juga diarahkan memahami bagaimana memilih bahan organik, menyiapkan media, memelihara cacing, hingga memanfaatkan hasil pengolahan.

Pemilihan eisenia fetida menjadi bagian penting dalam sosialisasi. Cacing tersebut dikenal sebagai salah satu jenis yang banyak digunakan dalam proses vermikomposting karena mampu mengonsumsi dan menguraikan bahan organik.

"Aktivitas cacing dalam media pengomposan membantu menghasilkan material organik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan tanah," kata drh Marek Yohana.

Bagi warga Dusun Bareng, pemanfaatan teknologi ini memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Sebagian peserta merupakan anggota kelompok tani ternak yang memiliki aktivitas di bidang pertanian dan peternakan.

Pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan limbah yang lebih terpadu di tingkat masyarakat.

Dari rumah, kembali ke tanah. Prinsip sederhana tersebut menjadi salah satu gagasan penting yang dapat dikembangkan melalui vermikomposting. Limbah organik yang dipilah sejak dari sumbernya tidak harus langsung dibuang, tetapi dapat diproses dan dikembalikan ke lingkungan dalam bentuk bahan yang bermanfaat bagi tanaman.

Kegiatan ini juga memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. FKH UWKS melalui Bidang Parasitologi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga membawa pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan organisme dalam proses pengelolaan lingkungan.

Kehadiran sekitar 50 warga kelompok tani ternak diharapkan menjadi modal sosial untuk mengembangkan praktik tersebut secara bersama-sama. Jika diterapkan secara konsisten, pengolahan limbah organik dapat dilakukan baik pada tingkat rumah tangga maupun secara berkelompok.

Lebih jauh, vermikomposting dapat menjadi bagian dari upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Limbah organik tidak lagi sekadar sesuatu yang harus segera disingkirkan, tetapi dapat dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali.
Bagi masyarakat pedesaan yang memiliki aktivitas pertanian, pendekatan semacam ini menjadi semakin relevan.

Pengelolaan limbah berbasis sumber dapat membantu mengurangi sampah yang dibuang sekaligus membuka peluang pemanfaatan produk organik untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.

Sosialisasi FKH UWKS di Dusun Bareng diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyampaian materi. Pengetahuan yang diperoleh warga perlu dilanjutkan dengan praktik dan penerapan di lapangan agar teknologi vermikomposting benar-benar menjadi kebiasaan baru dalam mengelola limbah organik.

Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan limbah bukan hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemauan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Dari langkah sederhana tersebut, Dusun Bareng berpeluang membangun pola pengelolaan limbah yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya melalui Bidang Parasitologi berharap sosialisasi ini dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengembangkan pengelolaan limbah organik berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. 

Berita Terbaru

Mbak Wali Ajak Warga Sehat Bersama Keluarga

Mbak Wali Ajak Warga Sehat Bersama Keluarga

Minggu, 06 Sep 2026 19:35 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 19:35 WIB

KEDIRI|harianduta.id- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberangkatkan dan mengikuti Family Walk Fun SYIAR 2026, Minggu (06/09/2026). Kegiatan ini tidak…

Mbak Wali Ajak Generasi Muda Bijak di Era Digital

Mbak Wali Ajak Generasi Muda Bijak di Era Digital

Minggu, 06 Sep 2026 19:16 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 19:16 WIB

KEDIRI|harianduta.id- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengikuti Pengajian bersama Habib Husein Ja'far Al Hadar, Jumat (04/09/2026). Pengajian ini merupakan…

Ning Lia Menangkan Lelang Lukisan Mbah Hasyim

Ning Lia Menangkan Lelang Lukisan Mbah Hasyim

Minggu, 06 Sep 2026 18:02 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:02 WIB

SURABAYA I harianduta.id – Senator Lia Istifhama memenangkan lelang lukisan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada hari penutupan Muk…

Satlantas Polresta Tuban Tilang 42 Penggendara Roda Dua

Satlantas Polresta Tuban Tilang 42 Penggendara Roda Dua

Minggu, 06 Sep 2026 17:14 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:14 WIB

TUBAN | harianduta.id  - Antisipasi balap liar dan kendaraan menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, Satlantas Polresta Tuban gelar penindakan …

Pastikan Harga dan Stok Beras Aman di Lamongan

Pastikan Harga dan Stok Beras Aman di Lamongan

Minggu, 06 Sep 2026 16:56 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 16:56 WIB

LAMONGAN |harianduta.id - Di tengah isu kenaikan harga beras, Perum BULOG Cabang Bojonegoro memastikan harga dan stok beras dalam kondisi aman. Pemantauan…

Posko EMILIA, Rumah Kreativitas di Muktamar NU

Posko EMILIA, Rumah Kreativitas di Muktamar NU

Minggu, 06 Sep 2026 09:54 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 09:54 WIB

SURABAYA I harianduta.id - Sepekan berlalu perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas. Pada agenda tertinggi NU itu, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus…